Tuesday, December 28, 2010

Advertise and Review, Money Circle at Link From Blog

Tuesday, December 28, 2010 0 Comments Stored
Paid reviews What are most people doing on internet? Update their social network's status? Find some hot chicks or hot guys? What's the point on it? Okay, that's fun. But why don't you just try something else? Something more useful. Profitable. Something produce the money! Yes, you can make a lot of cash on this virtual world. One of the best way is making the best use of Link From Blog.

This site is a place to advertise. Or in the other word, you get paid for your article. This system called PPR (Paid Per Review). Okay, let's see what's inside of Link From Blog.

As you can see on the portal, there're two choosen you can take. First, you can register as an Advertiser, second as a Blogger.




  • Advertiser
    Advertise you bussiness in blogs. You can buy a review written originally by bloggers. Each of those articles has inbound link to your website so your website can be noticed by the others.
  • Blogger
    Earn with your blog. Nowadays paid reviews are one of the fastest way to gain a money. Sure your artice must cool enough to be choosen by the advertisers. But don't worry, if you are a beginner (just like me), don't be scare to started it. Just learn. Slow but sure your review will legitimate enough and even the advertisers will bear a great paid for your article. And Link From Blog will offer you a job review with high paid.


Means, Advertisers find a great article to advertise their products. Bloggers write the review which were needed by the Advertisers. And then the Advertisers paid the Bloggers for the review. It's a Money Circle!

If you are a blogger just like me, just try to register as a blogger. And the very first task Link From Blog order is to write one article about a site of Link From Blog itself, in order to attract other reader to visit Link From Blog.

Quite interesting, isn't it?
Cmon just try it, don't waste your time. Click Link From Blog and enter the world of advertising that produce money!

Advertise with my Blog
advertise on blogs

Saturday, December 25, 2010

CqWen, Offers Tips and Tutorials About the Great Computer, Internet, and SEO

Saturday, December 25, 2010 1 Comment Stored
What do you think if someone stole your earrings right after your daughter had a party the other night with her friends? You might be suspect your daughter's friends as a thief? But it might be someone else. Since the earrings can never be retrieved, all you can do is to protect your home from such a thing. Then what do you need? Get The Best Of DVR Spy Cameras If You Need Hidden Cameras For The Bedroom, so everyone who came in and out can be record and no one will know there's a hidden camera.

That is just one example from a good tips of Computers & Internet that you can read on CqWen. This site offers tips and tutorials about the great internet. It existed since June 2008. From what I look, every article on CqWen was written by different author, so you can get an information from many point of views, not monotone. Fast site access and not too much ads, you can read properly without any meaning disturbances.

Take a look the other great article. Do you know that if you wash your clothes at a temperature ten degrees cooler than normal, you can save up to 40% of the energy? Just imagine, if every time you wash and do this tips, how much you will save your energy bills? Every little thing you do to save the energy, it means you save your money.

I'm sure there're a lot of people worked behind their computer trying to be a good Internet Marketer. Offer products to someone else and write an interesting review so they get attached and buy it. How if those Internet Marketer trying to use Internet Marketing Services Software?. It Can help your internet site to achieve its purpose.

Good articles, aren't they?
CqWen had a lot of visitors. Just leave a comment on every article you read and who knows another visitor will click your name and come to your blog. It can rise your SEO blog traffic right? Or stuck with your Alexa rank and had no any other idea to make it better, this site also offer you a great SEO tips.


What do you waiting for? Come to CqWen website and get a helpful computer tips for your internet bussiness.

Tuesday, December 7, 2010

Ashlee Simpson dan D'Masiv *err, apa korelasinya? (- _-")>

Tuesday, December 07, 2010 2 Comments Stored
Tadi sore gua dan si adek jalan-jalan di salah satu swalayan. Waktu kita tengok-tengok bagian baju *karena ada diskon disana, tapi 20% aja sial* musik diputer menjadi satu lagu yang rasanya gua kenal. Dari intro gitarnya sih gua yakin itu lagu Ashlee Simpson yang judulnya Pieces Of Me.
"Lagu favorit nih!" pikir gua saat itu.
Tapi pas intro selesai, eh yang nyanyi bukan Ashlee! Suara cowok. Ternyata itu lagu D'Masiv. Setelah googling (karena gua ga terlalu ngikutin lagu dalam negeri, honestly) gua tau klo judul lagu itu adalah Lukaku.
*CMIIW*

Saat itu gua heran, kok D'Masiv? Abisnya, intronya apalagi gitarnya itu lho, mirip banget Pieces Of Me.

Dan setelah googling lagi, ternyata emang ada beberapa forum yang membahas D'Masiv sebagai band penjiplak lagu-lagu luar. Atau cuma terinspirasi aja, I dunno. Gua juga tau gosip ini udah ada dari dulu. Cuman gua ga peduli. Gara-gara lagu fave gua disamain aja, gua jadi gatel pengen ngomong juga.

Coba deh kalian dengerin kedua lagu ini.
Pieces Of Me.
Lukaku.
Apa kalian sependapat sama gua klo keduanya terdengar 75% mirip? Terutama intronya.

Tapi gua pribadi ga bilang ini salah satu bentuk plagiarism lho.
Peace out.

Monday, November 15, 2010

Internet Sehat Bikin Hebat

Monday, November 15, 2010 36 Comments Stored
Mungkin sekitar 90% remaja di Indonesia saat ini lebih memilih internet ketimbang nasi. Makhluk gaib (baca: tak berwujud) bernama internet tersebut memang bikin manusia jauh merasa kelaparan jika tidak dikonsumsi bahkan kalau cuma satu hari (mungkin bisa diusulkan menjadi 4 sehat 5 sempurna 6 internet atau 10 bahan pokok). Banyak yang bete, uring-uringan, atau ga napsu makan nasi kalau ga connect ke internet buat update status Facebook maupun Twitter. Ga jarang kedua jejaring sosial tersebut dijadikan ajang curhat menggantikan fungsi buku diary. Pada nyadar ga sih curhatan lo bisa dibaca orang lain? Menurut gua buku diary jauh lebih privat dan pribadi meski kalau ditilik dari perkembangan jaman, buku diary itu nggak banget dan jadul. Kadang gua juga suka keceplosan curhat plus marah-marah kok di FB atau blog , tapi nggak sampe yang bersifap sangat pribadi. Hanya berkeluh kesah biar temen-temen ngasih komen dan masukan.

Dari fakta diatas, udah bisa ditarik kesimpulan kalau internet emang punya sisi positif dan negatif.
Nggak enaknya klo lo kerajinan update atau curhat semua masalah lo, orang-orang jadi tau kehidupan pribadi lo (hello, lu bukan seleb ya, nggak usah lah di expose kaya gitu). Kalau lo termasuk orang yang doyan selingkuh, keceplosan satu kata aja semua pacar lo bisa tau dia lagi dimadu.
Enaknya klo lo ada masalah, temen-temen lo bisa langsung ngasih pendapat tanpa perlu bertatap muka.
Jadi ya pinter-pinter aja deh memilih mana yang perlu dipublikasikan mana yang cukup disimpan di real life.

Sekarang gimana biar lo bisa berinternet dengan sehat dan bikin lo ngerasa hebat?

Internet Sehat Bikin Hebat.
Nggak berarti juga lo harus senam SKJ depan komputer waktu lagi internetan.
Internet sehat menurut gua adalah yang bikin kita sebagai konsumen nggak merasa sakit.
Oke, lu bingung.
Gini deh, sebagian besar pengguna internet adalah remaja yang masih dalam masa pertumbuhan dan masih memerlukan banyak waktu untuk istirahat. Contohnya anak SD.
Hari gini ngeliat anak SD nongkrong seharian di wargame maen DoTA, PB, atau AyoDance udah nggak aneh lagi. Dari pulang sekolah sampe larut malam non-stop. Anak kecil yang seharusnya balik sekolah langsung istirahat, makan siang, tidur siang, ngerjain PeeR, malah maen game seharian. Otak mereka nggak dikasih waktu buat rehat. Mereka dalam masa pertumbuhan lho. Nggak baik memforsir otak sampe segitunya. Terlalu lama didepan komputer lambat laun akan membuat dia menjadi autis. Oke gua tau sebagian dari lo yang baca ini pasti bangga jadi autis karena internet. Tapi bukan itu intinya. Gua juga yakin lo yang lagi baca artikel ini pasti lebih memilih berlama-lama chatting via Skypea ato YM ato FB ketimbang maen langsung sama temen-temen. Udah lupa deh tuh sama permainan tradisional kayak congklak, petak umpet, sondah, dll. Syukurlah gua masih bisa merasakan nikmatnya permainan itu waktu kecil dulu. Anak jaman sekarang jarang gua liat yang maen begitu. Klo ada juga paling waktu server di wargame ladi down mau ga mau mereka beralih ke permainan tradisional.

"Ada kok orang yang rajin internet tapi nilai akademisnya bagus".

Yang tipe begini emang banyak. Coba kita lihat ke sudut lain. Okelah nilai akademis mereka emang bagus. Tapi nggak jarang juga mereka jadi sakit gara-gara terlalu lama berpacaran dengan komputer seharian. Bela-belain kelaparan dan ga makan saking asiknya browsing. Udah pada demo deh tuh cacing-cacing di perut.

Yang bikin hebat itu gimana?
Yang bermanfaat dong pastinya. Lo dapet tugas sejarah dari sekolah. Sumber referensi dari buku nggak cukup. Langsung deh connect ke internet dan segala info yang lo butuhin tersedia. Mungkin tanpa sadar banyak juga ilmu yang kita peroleh dari dunia maya, yang belum tentu bisa didapat di real life.

Internet Sehat Bikin Hebat
Internet sehat dari sudut lain juga adalah yang nggak bersifat kriminal. Yang suka iseng hack FB orang atau bahkan bobol rekening orang, maen belakang di mIRC buat dapetin CC gratis dan sebagainya. Make DNS orang buat melakukan hal-hal kriminal diatas. Itu nggak sehat. Keren tapi nggak sehat.

Coba klo internet bisa lo manfaatin buat ladang nyari duit. Program PPR (Pari Per Review) contohnya yang sekarang udah berjamur dimana-mana. Blog pribadi lo yang awalnya cuma buat curhat bisa dimanfaatin buat ini. Lo posting, dapet duit deh. Cara yang halal dan sehat untuk mendapatkan uang. Hebat kan bisa nyari duit lewat internet.

Lo bakal jauh lebih dihargai jika berinternet dengan sehat dan menghasikan sesuatu yang hebat.







Saturday, November 13, 2010

DakotaStew's Cuteness

Saturday, November 13, 2010 0 Comments Stored


DARN!!!!
The best pairing I ever seen in real life !!!

Wednesday, November 10, 2010

Some DakoStew *or StewFann?* Animated Pics (.gif)

Wednesday, November 10, 2010 1 Comment Stored
Dakota Fanning x Kristen Stewart animated pics




















Tuesday, November 9, 2010

HELL.O !! Saya Cinta Dakota Fanning Lho...

Tuesday, November 09, 2010 1 Comment Stored
Gua baru ngerti, ternyata perasaan cinta yang berlebihan bisa berubah jadi obsesi.
Dalam kasus ini : gua.

Cinta gua yang kelewat dalem sama Dakochan lama-lama menjadi obsesi tersendiri.
Obsesi ingin memiliki.
Obsesi ngoleksi all about her, bahkan sampai hal paling remeh.
Obsesi nyari akun twitter dia, meski hopeless karena kabar dia ga punya twit.
Obsesi nonton semua film dia, dan semua animasi yang dia dub.
Dan banyak lagi.

Ga suka liat dia deket sama cowo lain, siapapun itu. Kecuali sama K-Stew, gua dukung.
They're the best pairing on the real life.

Gua suka her perfect blue eyes.
Gua suka rambut blonde panjangna.
Gua suka sifat kalemna di tiap suasana.
Gua suka sifat down to earth na.
Gua suka sifat suka beramal na.
Gua suka sifat dewasa na.
Gua suka inner beauty na.
Gua suka dia main The Runaways and does some kissing scene with K-Stew.

DakotaStew !!!

Gua cinta dia.
Bahkan cinta yang kelewat batas itu bikin gua bisa beli majalah cewek cuma karena cover na Dakochan!
Seumur-umur baru pertama gua beli majalah gituan.
Love is blind kan?

Klo gua pendam terus, gua bisa meledak. Karena orang masih suka mikir aneh klo gua cinta Dakochan. Jadi lewat posting gua bebas teriak-teriak.

Sori yah para bishoujo atau para pairing yuri, saya sibuk mikirin Dakochan dulu sekarang ini. Bacaan fict di ff.net pun beralih ke DakotaStew dulu. Meski sedikit, tapi daripada ga ada, kan. Niat bikin fict sendiri tapi nanti deh males.

Cuma postingan tak meaning.

Anyone, could you take off this kind of feeling?
I love her so fucking much.
It hurts.

Friday, November 5, 2010

Day 11 : You Got All Dirtied, Dude!!!

Friday, November 05, 2010 1 Comment Stored
"Stop, you foolish!" Abby shouts.

"I said I'll stop it till I finished it", that girl continually stripped off Abby's clothes.

After ten seconds with struggling...

"Nyah, I did it. It would be easier if you just calm down, sweetheart", that girl thrown away Abby's clothes, Abby's school uniform in fact.

"You pervert!!!" Abby covered up her body with crossed her two hands.

"Don't be shy like that. Since there's nobody could see us inside here, we're free to do anything", the girl forces Abby into a corner during brings her face closer to Abbys'
"What a cute face", she lifts up Abby's chin.

"No, I'm not", Abby consistently crossed her two hands so it makes her can't deflect the girl's attact.

"Yes you are. For me, you're cute, Abby", she stared kissing Abby's smooth lips gently.

"Puah! Stop it!" Abby slaps the girl. She silenced for a while. Fondling her reddish cheeck.

"Interesing", she licks her own lips.

"So-sory. I didn't mean to...."

"Don't worry", she's grining.
"Hey, look at you. Now your whole body is uncovered."

Right after it, Abby tries to covered her body again. But the girl quickly grabs Abby's hands and binds them with a scarf. Now the girl's free to do anything she wants. So she begins with commenting Abby's breast.

"Un? Your breast is not very big neither too small. But it sure bigger than mine, y'know. FragiLe always said it's because I'm just a kid so it won't grown bigger. Yeah, I don't care anyway. Hey, but I'm not a kid! I'm 16! How old are you sweety?"

"Same here, 16. No, no, that's not the point! What the hell are you gonna do?! Let me go, you daft!!!"

"Easy, sweet lady. I'm not gonna hurt you. Conversely, I'll make you feel something you never felt before."

Then she started her attack.

"Get ready...." she's whispering, then kissing Abby rudely.
"This is a revenge because you slapped me", she's continually kissing and kissing. Rough. She even not lets Abby breathing.

"Guah. Stop it already", Abby seems exhausted.

"Not yet...." the girl kissed Abby again and again. She started kissing Abby's neck.

"Nnnhhh..." Abby moaned.
"P-please stop it."

Ignored Abby's requests, she explores another lower place. She takes off Abby's bra then playing her hands, twirling Abby's nipples. During that, she kisses Abby's lips again.

"Mmmhhhh..." Abby moaned a bit louder.

Abby's moaning makes her even more zealous. She takes off Abby's skirt and inserts her hand to Abby's underwear.

"How's that feel?" she's grinning again.

"P-please stop it now. Or I......" Abby said it among her moaning.
"Ngggghhh..."

"Or what?" she sucks Abby's breast. Her hands still on below. Playing with Abby's forbidden area.

"I.....I can't help it", Abby seems give up. Her eyes a little bit soaked.
"Ack....." now Abby groaned quietly. That girl bites the nipples a bit.

"Ups, sorry. I'm getting all passionated. Can you feel it, A-B-B-Y?"

"I-I......" Abby looks at her doubtful.
"I......dunno...."

"Don't be shy. Now you're mine. Let's get crazy", she kneels and slips down Abby's underwear. She licks that area -forbidden area I mentioned above- slowly. Lick, lick, and lick.
"It's delicious."

"Y-you...." Abby gets titillated.

The girl doesn't stop her action. She licks even deeper, plugged her finger in and out.

"Guh....." Abby grits her teeth.
"Ngghhh....ah...ah....no..." Abby seems even more exhausted.

The girl was smiling, acceletares her attact harder.

"Really, you...stop it...I'll...I'll get cum, please..." begs Abby.
"Oh no, you...kyaaa..."

The girl stops licking and wipes her lips.
"My, my....take a look, you got all wet."

"Cut it out. It's embarrassing", Abby's face was soooo red that time. She turns away her face.

"Nothing to worry", the girl stands up and, again, lifts up Abby's chin.

Abby stares at that girl's eyes. She gazes deeply, silently, no fear.
"Who are you?" Abby closed her eyes and kissed the girl suddenly. And that girl, she replies Abby's kissing carefully, fondles Abby's hair, then slowly releases the scarf's bond.

"Yours..."

Instantly Abby grabs the girl, hugs, so tight. She cried.

"Sorry. You've got dirtied by me. Just believe it's because you're so cute. I can't hold myself from not touching your white-marbled skin. Do you hate me?"

"I dunno...dunno..." Abby cried on that girl's shoulder.

"Then please don't hate me."

"Before that, please don't come and gone as you wish."

"Haha...I can't promise", the girl gave Abby one kiss on ear.

"How could I meet you?" No, how could we meet next?"

"I promise I'm gonna coming anytime I'm free."

"Don't be such a child. That's egoist", Abby releases her hugs.

"Ahaha, sorry", the girl smirks.
"Jaa, I've to go now. And promise me you'll never hate me. And I promise I'll come along as if you don't hate me. Haha..." she opened the fitting room's door.

"Hey! Wait!" Abby ran to caught her.

"Ckckck....you all naked, dude."

"Ack!!!" Abby walks back and wears her dress qiuckly. Right after it, she ran out and looking on every corner. But she couldn't found that girl.

"What the hell we did then...." Abby grumbling.


[ FIN ]


BAHAHA ketawa2 sendiri pas bikin na LOL
adegan kotor yang nggak nyambung xD

chapt paling kacaaaaaaaaaaaaau!!!!!!!!!!
>A<

english na juga sangat kacau
=A=

Wednesday, November 3, 2010

Otak Ga Connect Sama Hati

Wednesday, November 03, 2010 3 Comments Stored
Allah ga semata-mata ngasih manusia hati, perasaan, dan naluri tanpa tujuan yang ga jelas. Dia tau manusia selalu ngerasa kesepian kalau ga ada orang lain disampingna. Disinilah fungsi perasaan, merasakan kesepian. Lalu naluri menuntun pada satu titik untuk memahami bahwa butuh orang lain agar kesepian itu hilang. Saat bertemu orang yang tepat, hati akan bereaksi dan menghasilkan berbagai macam ekspresi jiwa yang menggelitik namun menyenangkan.

Begitupun saya yang notabene manusia juga. Merasakan hal yang begitu sepertina wajar.

Tapi emang otak dan hati itu dua jalur yang beda. Ketika perasaan ga connect sama pikiran, dimana saat itu saya ga bisa berpikir secara logis.

Secara ilmiah, otak saya paham perasaan macam itu tidak disukai oleh-Nya. Tapi hati saya berontak. Saya manusia, ingin merasakan disayang dan menyayang. Buat saya dia orang yang tepat, tapi dimata-Nya dia sangat tidak tepat. Jadi saya tau diri dan mundur meski entah kenapa keputusan ini bikin dada saya sakit serasa ditusuk berjuta kali.

Orang itu jelas sakit hati. Saya juga sakit hati. Ga gampang buat keputusan gini. Dan sekali lagi, saya manusia biasa, yang hati dan pikiranna masih suka terombang-ambing. Sekarang saya rindu dia. Hati saya bilang keputusan itu tai. Kenapa mesti berakhir gitu?

Klo dipikir, setelah saya campakan dia dengan alasan yang rada aneh dan unyu, apa dia masih mau nerima? Saya rasa sulit. Merajut hati yang robek itu bukan perkara gampang. Saya juga ga bisa bantu dia ngerajut, karena dia semakin menjauh.

Mesti ya saya pura-pura jadi orang tolol dan nahan perasaan yang membuncah klo suatu saat kami ketemu? Dengan ringan ngomong "Hai, akhirna ketemu" sambil jabat tangan padahal dalam hati pengen melakukan banyak hal lebih selain basa-basi yang basi begitu.

Saya melanggar perintah-Nya.
Saya mestina nurut pada-Nya, tapi perasaan ini terlalu kuat.

Hati. Pikiran.
Perasaan. Otak.

Dua jalur koneksi yang bentrok dan akan menimbulkan crash batin jika bertemu.

Cinta dan logika. Mungkin bisa bersatu. Tapi menyatukan keduanya sangat teramat sulit.

Saya cinta dia. Meski perasaan ini tersalurkan pada orangnya, suatu saat pasti akan menemukan akhir. Karena perasaan sayang kaya gini emang ga boleh...

Friday, October 22, 2010

Day 10 : Fitting Room

Friday, October 22, 2010 1 Comment Stored
Kubenamkan diri pada kerumunan gantungan pakaian. Sebisa mungkin tak ingin terlihat oleh mereka dan berusaha mencuri dengar. Sebenarnya aku ingin dilihat oleh si nona manis. Berhubung dia bersama partnernya, bisa-bisa dia memberitahu temannya itu bahwa akulah pemilik Sathoclea anjing itu. Kalau sampai terjadi, aku malas mendengar ceramah FragiLe soal wajahku yang tidak boleh diperlihatkan pada pemilik api kehidupan agar rencana kali ini berhasil. Jadi kutahan keinginanku. Meski sulit.

"Nah, Kei. Aku sudah menemanimu kemari. Jangan suruh aku memilih-milih kostum, itu tugasmu. Aku akan membeli pakaian untukku sendiri."

"Cih. Ujung-ujungnya kau juga berbelanja kan, kerbau dungu."

Ow, memangnya mereka tidak pernah berhenti bertengkar? Kukira hanya aku dan FragiLe saja yang punya masalah seperti ini.
Ah bagus, mereka mulai berpisah. Kurasa sedikit ucapan 'hai kita bertemu lagi' tak masalah. Tunggu sampai wanita berambut biru itu cukup jauh. Bagus, FragiLe juga sibuk memilih pakaian. Wah, aku ingin lihat baju yang dia pilih. Iya, aku tahu, selera berpakaianku memang buruk. Sedikit saran dari si nona manis kurasa membantu.

"Syal ini bagus juga. Punyaku kan sudah rusak dicakar-cakar Nite. Padahal itu syal favoritku, kudapat dari undian dengan susah payah. Percuma saja waktu itu mengumpulkan kaleng cola jika hasilnya malah hancur. Ah, Nite."

Hoo..
Dia menghela nafas. Jadi nama kucing Sathoclea itu benar Nite ya? Darimana si lendir bau tahu? Kukira dia hanya anjing bodoh.

"Tidak juga. Untung si manusia yuri suka minum cola. Aku tinggal minta kaleng cola darinya saja. Yang susah itu memintanya. Dasar pelit, kaleng kosong begitu malah dijadikan koleksi. Bodoh. Tak akan membuatmu kenyang."

Menarik.
Bahkan ketika kau ngedumel masih kelihatan lucu, nona manis.

"Tapi sepertinya aku belum butuh. Kuyakin jika kubeli, syal ini akan bernasib sama dengan yang sebelumnya -ditangan Nite-. Ya, beli baju saja. Jaga-jaga jika bajuku banyak yang robek karena Nite.

Ack, dia berjalan kearahku. Jangan sampai aku terlihat.
Belum boleh.

"Baju orange ini boleh juga. Yosh, ini saja. Nah, kucoba di fitting room dulu."

Oh, jadi syal ini tidak jadi kau beli?
Padahal kelihatan bagus. Hmm, aku lupa kalau selera berpakaianku buruk. Mungkin ini tidak bagus.

Aku mengendap mendekati fitting room, memastikan baik FragiLe maupun si rambut biru tak melihat.
Bagus.
Sejauh ini mereka tidak terlihat, tertutup jejeran baju.

"Aku masuk...."

'Kya!!!" sebuah suara berteriak kecil.

"Ah, kukira yang ini kosong. Maaf, aku tidak tahu. Hee? Hahaha, kau nona manis? Kebetulan sekali", dengan sengaja aku masuk dan menyapa si nona manis dengan tampang polos.

"Kau? Ja-jangan mendekat! Kalau sudah tahu, keluar sana", dia yang baru saja membuka setengah bajunya, spontan memakainya kembali.

"Ah, bahkan salam pertemuan saja belum kau ucapkan", sengaja aku berjalan mendekat.

"Tak penting", dia menjauh, menyudutkan dirinya sendiri diruangan sempit ini.

"Hmm, kau sakit? Kenapa wajahmu merah?" kusentuhkan keningku pada keningnya.

"Tidak!" dia menjauhkan wajahnya.

"Wah, bahkan wajahmu semakin bertambah merah", aku tersenyum simpul.

"Hei, jangan tersenyum seperti itu lagi. Itu membuatku, membuatku......"

"Lagi?"

"Bu-bukan! Pokoknya cepat keluar!", dia mendorong punggungku.

"Tunggu, nona manis", aku berkelit dan langsung memeluk pinggangnya dari belakang.
"Lagi? Memangnya kita pernah melakukan ini dimana? Dalam mimpikah? Hm?", aku tersenyum kecil disamping telinganya.

"Jadi yang waktu itu..."

"Yang waktu itu apa ya? Jangan-jangan kau bermimpi tentangku ya? Wah, kau nakal juga", semakin kueratkan pelukanku. Kuletakkan daguku pada pundaknya dari belakang.

"A-aku tidak...." dia semakin gagap.
"He-hei! Kau menguntit kami ya? Mau apa kau, bertarung? Maaf saja, tidak ada jadwal pertarungan hari ini. Sathoclea ku sedang sibuk", dia mengalihkan pembicaraan.

"Begitupun aku. Hari ini aku datang khusus untuk menemuimu."

"Bisa terlihat dari caramu sembarangan masuk fitting room tanpa membawa baju. Ini memang sengaja."

"Setidaknya aku membawa ini", kulingkarkan syal yang tadi kuambil pada leher kami. Membuatnya terpaksa berpaling dan wajah kami saling berhadapan. Bahkan sekarang wajah kami jauh lebih dekat dari sebelumnya. Sedikit saja bergerak, bibir kami akan bertemu.

"Ceritakan padaku tentang mimpimu. Apakah disana aku melakukan ini?"

Dengan spontan kucium dia perlahan. Dari kaca yang terpasang disekeliling, kulihat dia tampak kaget.

"Apakah itu mimpimu, A-B-B-Y?" sengaja ku-eja namanya dengan nada menggoda.

"Jangan memanggilku seperti itu!"

"Tapi kau suka. Jangan bohong."
"Haha, sedikit-sedikit wajahmu bisa merah ya. Menarik, Abby. Hei, kau mau mencoba baju ini kan? Biar kubantu", kuambil baju orange yang masih tergantung.

"A-apapapapa? Tiiiiidak usah. Aku bisa sendiri."

"Jangan sungkan, biar kubantu."

Dengan paksa kulepaskan baju yang melekat dibadannya. Dia tampak sedikit berontak, tapi aku tak peduli.

"Hentikan, kau orang-aneh-yang-bahkan-belum-memberitahukan-nama!"

"Ou, akan kuberitaku jika aku sudah selesai denganmu", aku tersenyum nakal.


[ FIN ]


next chapt bakal pake english kaya na
nulis adegan eksplisit pake indo aneh =A=
matta ashita =.=

Friday, October 15, 2010

Temen apa temen?!

Friday, October 15, 2010 6 Comments Stored
Punya temen serasa ga punya temen.
Kerasa sebel ga sih klo ngalamin kondisi kaya gini:

A : pergi yuk!
B : sori lagi sibuk
A : yah, ga ada temen deh. Sama siapa dong!
Lu : *diem*

Padahal disitu ada elu! Si A sama sekali ga peduli keberadaan lu dan lebih milih ga jadi pergi. Sebel, kenapa ga nawarin elu buat pergi. Klo tiba-tiba nawarin diri "sama gua aja yuk" tar dikira ga tau diri.

*tapi kalian temen kali. Gpp juga nawarin diri*

Oke klo gitu. Masalahna ga segampang itu. Mereka udah terlalu sering hang-out tanpa ngajakin elu. Mau ga mau kondisi ini bakal maksa elu buat mikir "mereka anggap gua ga asik" dan lebih milih diem di rumah daripada ngajakin elu.
Akhir na lu cuma jadi ban serep yang bakal diajak jalan hanya dalam keadaan super mepet dan dilupakan setelah semua urusan mepet mereka selesai.

Tuesday, September 28, 2010

[L]ain is Bday

Tuesday, September 28, 2010 8 Comments Stored
I'm birthday.
Not a special day for me. It's just an alarm to remind me that my life decreased one year.
And the worst, I have done nothing meaningful this one year recent.
Whereas I have a dream to catched. A big dream. Looks that dreams run from me even faster.
It hurts when you try your best but you don't get what you want, right?
Your hard work looks useless. And it as same as you done nothing.

Many things come. Many things gone.

IVORY. Gramps.
They just example from what I've lost.
Precious friends. Beloved people.
It's all the same. "HURTS" is the representative to what you feel when you are "LOSING".

Kaze sure a person hurts me the most for this one year. It's not Kaze's fault after all.
It's all about me.
My big ego. My shit prestige. My fuck child-minded.
Still, it's strange for me, when people separated because they have something in common. People should apart because they are different, right? They why we can't have each other because we're same?
Weird.
Kaze said happy birthday to me last year. Kaze did not do it this year.
Feels weird.
I said happy birthday to Kaze last year. I did not do it this year.
Shit weird.

IVORY sure the best part of my life. My empty side no longer exist. Day by day with my great friends.
Fun.
Make every times I spent with them so precious to be forgotten.

Gramps.
Person I love the most in this world. More than anything, more than anyone knows.
I don't know why it's so hard to talk when you want to prove you love someone.
I wanna make you proud. Just wait a little bit longer. I won't let you down.
Rest in peace.

So what's about you?
What kind of "a big change" you've got on your birthday?
New love? New friends? New future?
Or you find "the new you" that have been hiding on you?


25 September...


NB: Please doain yang lain SELain "moga panjang umur, sehat selalu, moga dapet jodoh", or bla bla bla.
Cukup doain biar cita-cita yang ngotot saya kejar bisa kesampean di taun ini.
You have no idea how much I wanna get that damn shit dream. Makes me crazy enough.

Thursday, September 23, 2010

8 Ball RBT

Thursday, September 23, 2010 3 Comments Stored
Berbagagialah kita yang doyan lirik-lirik cadas dari si Lisan Nista 8 Ball.
Kenapa?
Kali ini 8 Ball kembali bikin gebrakan. Lagu-lagu dia available dalam bentuk RBT!

Yah, klo dibandingin sama band atau penyayi solo lain sih jelas, punya RBT bukan satu hal yang aneh. Tapi berhubung 8 Ball ini musisi indie, plus beraliran hip-hop yang emang jarang ditekunin karena sekarang ini gatau kenapa orang-orang lebih seneng bawain lagu memble mengalay lebay, plus lirik na emang, you know lah~
Jadi hal ini patut dibanggakan kita-kita yang jadi fans 8 Ball.

Sementara baru tersedia 3 lagu, yaitu Hikmah Kehilangan, Matre, dan Pria Banding.

  • Flexi
    Hikmah Kehilangan (2113943)
    Pria Banding (2113945)
    Matre (2113944)

  • I-Sat
    Hikmah Kehilangan (063273599)
    Pria Banding (063273399)
    Matre (063273699)

  • XL
    Hikmah Kehilangan (14401203)
    Pria Banding (14401205)
    Matre (14401204)

  • Esia
    Hikmah Kehilangan (2113943)
    Matre (2113944)
    Pria Banding (2113945)

  • Axis
    Hikmah Kehilangan (2113943)
    Matre (2113944)
    Pria Banding (2113945)

  • Ceria
    Hikmah Kehilangan (2113943)
    Matre (2113944)
    Pria Banding (2113945)


Aktivasi:

FLEXI
Ketik: RING ON (kode) kirim ke 1212, Contoh: RING ON 2113943 kirim ke 1212

I-SAT
Ketik: SET (kode) kirim ke 808, Contoh: SET 063273699 kirim ke 808

XL
Ketik: (kode) kirim ke 1818, Contoh: 14401203 kirim ke 1818

Esia
Ketik: RING (Kode) ke 888, Contoh: 2113945 kirim ke 888

Axis
Ketik: ON (Kode) kirim ke 333, Contoh: ON 2113945 kirim ke 333

Ceria
ketik: RING ON (Kode) kirim ke 234, Contoh RING ON 2113945 kirim ke 234

Monday, September 13, 2010

Teradiksi Whispering Corridors

Monday, September 13, 2010 1 Comment Stored
Saya baru aja beres nonton Princess Hours yang diputer ulang di Ctchannel, salah satu channel lokal or something, I dunno.
In fact, saya bukan Korean lover. Sampe sekarang cuma Whispering Corridors, plus semua pemain di film itu yang saya suka.
Lain na? I didn't give it a damn shit. I hate RAIN for sure anyway.

Yang bikin tertarik, Song Ji-Hyo yang cast jadi Jin-Sung di Whispering Corridors 3 (Wishing Stairs) main juga di Princess Hours, cast Min Hyo-Rin atau siapalah CMIIW.

K-dorama ini pertama diputer di indosiar beberapa taun lalu kan yah?
Sayang na waktu itu belum nonton whispering corridors. Jadi, yah, dun care..

Masih inget tampang tolol bulan lalu waktu iseng nyari channel terus nyangkut di Ctchannel yang waktu itu lagi muterin Princess Hours. Sambil menjerit alay tertahan, saya teriak, "JIN-SUNG!"

Yah..
Selain whispering corridors, tau apa saya soal korea?
Cih...



NB: tiap scene yang ada Hyo-Rin, selalu ngomong merajuk manja "hauhh, Jin-Sung" dengan ekspresi gemasss! >_<

Saturday, September 11, 2010

Day 09 : Misi Baru

Saturday, September 11, 2010 1 Comment Stored
"Nghhh..."
"Hoam..."
Untuk ketiga kalinya aku menguap dan berusaha untuk bangkit dari tempat tidur. Aku mengucek mata, dan menguap lagi, sembari melirik jam dinding usang yang terpajang di kamarku yang sempit ini.
Jam 9.
Dan aku lapar...


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


"Hoaaaaam..."
Uapan yang cukup panjang. Dengan malas aku berjalan ke dapur.

"Terlambat seperti biasa. Tidak ada makanan untukmu, bocah."

"Apa-apaan itu? Lalu kau pikir kau sedang apa memakai celemek bututmu itu? Memasaklah untuk majikanmu yang baik hati ini seperti biasa, anjing bodoh."

"Tidak ada. Aku hanya memasak untukku sendiri!"

"Dan aku akan memakan semua makanan yang hanya untukmu itu."

"Terserah", FragiLe terlihat mengaduk-aduk sesuatu. Mencicipinya sedikit dan berkata, "Pas!"
"Sudah seminggu kau tidak mandi. Bisa-bisa banyak lalat mengerubungi makananku. Sana pergi. Mandi kau bocah tengik."

"Kau pikir kau ini apa? Bahkan anjing jauh lebih bau dan jorok, bodoh. Kau yang harusnya mandi."

Bayangkan ketika Abby dan Keira berengkar. Seperti itulah keadaan mereka berdua. Hanya saja dengan kadar yang lebih kasar.

"Oi, cepat-cepat! Dasar anjing bodoh! Kau tidak mengerti majikanmu ini sudah lapar?" aku mengetuk-ngetuk piring dengan sendok dan garpu.

"Berisik bocah! Kalau ingin cepat, bantu aku mengangkat masakan ini ke meja makan. Atau masak sendiri sana."

"Bawel. Sudah sepantasnya hewan peliharaan melayani majikannya. Sekarang cepaaaat! Perutku sudah tidak bisa diajak kompromi!"

Dan setelah begitu banyak teriakan dan protes, akhirnya kami bisa makan (yang omong-omong mejanya sudah patah karena kayunya lapuk tapi kuperbaiki) dengan berisik dan rakus.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


"Ah....kenyang!" aku mengusap-usap perutku yang tampak buncit.
"Seperti biasa, cuci piringnya, FragiLe sayang", sekarang aku mengorek-orek gigi, memastikan tidak ada sisa makanan yang tersempil.

"Memangnya aku apa, pembantumu? Bereskan sendiri!"

"Ah...FragiLe sayang yang bodoh, terimalah nasibmu sebagai hambaku."

"Kubunuh kau bocah!"

Meski anjingku selalu protes seperti itu, toh tetap saja dia selalu melakukan semua urusan rumah tangga meski sambil mengomel.
Bawel.

"Hei bocah. Sudah waktunya kita membahas rencana yang kemarin. Kurasa hanya itu satu-satunya cara agar kita bisa mendekati si rambut merah. Lagipula dia belum mengetahui wujud manusiaku. Kurasa ini akan berasil", ocehan FragiLe dimulai setelah dia selesai mencuci piring dan kami duduk-duduk santai di meja makan.

"Hei-hei. Perutku masih penuh. Itu membuatku malas berpikir. Tunggulah sampai semua makanan ini tercerna dengan baik."

"Tidak ada lagi kata tunggu! Waktu kita semakin sempit! Sathoclea lain sudah mulai berdatangan. Bisa-bisa mereka yang duluan mendapatkan api kehidupan itu! Kita harus bergerak cepat."

"Oke...oke..." aku menjawab dengan malas.
"Setidaknya biarkan aku yang melakukan tugas ini."

"Meski kau memohon dan menjilati kakiku, tak akan kubiarkan. Dewasalah! Kuyakin kau hanya akan bermain-main jika kubiarkan melakukan ini."

"Oi, yang majikan disini kan aku. Kenapa kau yang mengatur."

"Karena pikiranmu masih seperti bocah bodoh, bodoh! Memangnya kau punya rencana lain yang lebih baik? Kurasa tidak."

"Hmm..." aku bersungut.
"Memang tidak ada", kuletakkan kedua tangan dibelakang kepala.
"Tapi rencana ini keliatan seru. Cukup pintar meski keluar dari otakmu yang kecil. Ah, kita lakukan berdua saja!"

"Kubilang tidak! Otakmu memang lebih besar dariku, manusia sialan. Sayang isinya kosong. Kalau saja kau tidak dengan sengaja memperlihatkan wajah didepan si rambut merah, dengan senang hati akan kubiarkan kau yang melakukannya. Kau pikir aku suka melakukan ini? "

"Jangan menggeram seperti itu. Ah, aku lupa kalau anjing memang suka menggeram. Iya baiklah, kau yang lakukan. Dan sesekali aku akan menengokmu."

"Tidak jika kau sengaja menampakkan diri lagi."

"Bahkan jika aku menampakkan diri, kita tidak pernah celaka kan? Lagipula kau keliatan sedikit tua untuk ini. Bocahlah yang dibutuhkan, bukan orang tua kolot."

"Cih. Terserah apa katamu, aku tak akan mengubah rencana", FragiLe berlalu dan melepaskan celemeknya yang nampak basah.
Dan aku, kembali duduk menyilangkan kaki keatas meja dengan malas.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


"Hai nona. Ya ya, aku memang menawan. Terima kasih", aku mengedipkan mata dan memberi ciuman jarak jauh pada dua orang gadis yang sedari tadi memperhatikan aku dan FragiLe yang kini tengah berjalan di pusat kota. Tanpa tahu bahwa kedua gadis tadi sebenarnya memperhatikan FragiLe, terutama bagian perutnya yang berbentuk six-pack menjijikan. Akhirnya mereka memandangku dengan tatapan aneh dan mempercepat langkah.

"Itu menjijikan, dan memalukan. Hentikan bocah."

"Kulakukan semua yang kusuka."

"Dan semua itu memalukan."

"Asal aku suka aku tidak peduli."

"Otak kacang!"

"Lendir bau!"

Grrrr....
Aku dan FragiLe saling menatap penuh kekesalan dan saling mengumpat dengan berisik, tak mempedulikan orang-orang sekitar yang mulai memperhatikan penampilan kami yang aneh. Kurasa ini tidak aneh, mereka saja yang tidak pernah melihat orang berpakaian seperti ini sebelumnya. Bahkan akupun mengerti kalau manusia itu selalu menyebut sesuatu sebagai ABSURD, aneh, atau tidak wajar pada sesuatu yang belum pernah mereka temukan sebelumnya, meski pada kenyataannya sesuatu itu sudah lumrah adanya disuatu tempat lain yang belum mereka tahu.

"Oi, disana toko pakaiannya. Cepat kesana sebelum kita menjadi pusat perhatian lebih lama", FragiLe menarik kupingku dan menyeret ke sebuah toko.

"Itte...itte..." langkahku sedikit jinjit karena diseret.
"Aku bisa jalan sendiri!" kutepis tangan FragiLe ketika kami sampai didalam toko. Dan seperti semua orang diluar tadi, para pengunjung toko ini pun memandang kami dengan tatapan aneh. Kecuali beberapa gadis.

"Sugoi! Kau sedang cosplay ya? Ini cosu original kan? Siapa nanamu? Boleh minta photo bersama?" tiba-tiba segerombol gadis SMA mengerumuni FragiLe dan menjejalinya dengan pertanyaan.

"Nggg, ano, hai para gadis. Pusat perhatian yang sebenarnya ada disini. Silakan foto bersama denganku sepuasnya", yah, teriakanku tidak dihiraukan gadis-gadis itu. Tidak ada salahnya mencoba, kan?
"Yak, stop! Kakakku ingin membeli baju, bukan jumpa fans. Jadi kalian semua minggir. Sebagai gantinya kalian boleh berfoto dengaku."

"Sayang sekali. Ayo kita pergi", mereka bergumam tanpa mempedulikan aku yang sudah menawarkan diri dengan pasrah.

"Akuilah. Aku selalu membantumu lolos dari kepungan para gadis dengan memanggil 'kakak'. Meski itu menjijikan."

"Aku tidak minta ditolong, bocah."

"Ckck, anjing tidak tahu terima kasih. Majikanmu sudah sebegini baiknya..."

"Terserah. Sekarang aku akan memilih-milih baju. Kau juga belilah sesuatu. Bajumu sudah usang."

"Hoho, lihat siapa yang berbicara. Tidakkah kau berkaca kalau bajumu juga sudah usang?"

"Karenanya sekarang aku membeli baju, kan? Sana jauh-jauh. Pilih bajumu sendiri".

"Ya ya. Aku akan menjauh darimu, lendir bau."

Lalu aku berputar-putar, melihat-lihat baju yang kurasa cocok untukku meski dengan malas kulakukan. Sementara FragiLe sedang memilih baju yang pas untuk misi kami kali ini.

Kring...
Bel yang tergantung diatas pintu masuk toko berbunyi, menandakan ada pengunjung lain yang datang. Dengan refleks aku melihat kearah suara berasal.

"Kenapa kau tidak membiarkan dia ikut? Kau mau aku celaka?" sebuah teriakan terdengar dari sana.

"Oh ayolah, kau tidak akan mati meski dia tidak menjagamu kali ini. Lagipula kita kan hanya akan membeli baju, tidak lama", suara lain yang tidak kalah berisik balas berteriak.

"Kau saja yang tidak bisa menolak setiap dia yang minta sesuatu!"

"Lalu kenapa? Bukan salahku jika Luna ingin meminjam Nite sementara kita membeli kostum untuk festival sekolah!"

"Kau lemah! Kau lemah pada Luna, Kei! Dan kenapa aku mesti menemanimu berbelanja? Aku kan bukan anggota OSIS!"

Ah...
Nama yang pernah kudengar...

"Luna sibuk mengatur semua kegiatan yang harus dilakukan, merangkap tugas wakil ketua. Anggota OSIS yang lain juga sibuk dengan tugas mereka masing-masing. Kau pikir aku ketua macam apa bisa santai seenaknya?! Dan kau, oh ya, tentu saja kau harus ikut karena kau adalah orang yang punya api kehidupan dan aku partnermu. Partner harus selalu bersama."

Wah...
Api kehidupan. Siapa yang berbicara tentang itu?

"Kalimat menjijikan macam apa itu, manusia yuri? Jika saja tadi Luna tidak meminta dengan wajah inosen, 'Oh Abby. Maaf, aku sibuk. Bisakah kau menemani Kei membeli kebutuhan untuk festival sekolah? Kau sahabatnya, bukan? Sebagai gantinya biar aku yang menjaga Nite disini', aku pasti sudah menolak. Tidak, aku MEMANG sudah menolak. Tapi kau dengan bodohnya menjawab, 'Tentu saja dia mau! Iya kan, Abby?' sambil menginjak kakiku dan tersenyum penuh hawa pembunuh. Kau lemah!"

"Kau lebih menyedihkan. Hanya karena belakangan ini sering didatangi gadis misterius dan Sathoclea anjingnya itu kau jadi paranoid. Selalu ingin dijaga Nite. Sebentar saja kucing itu menghilang kau panik setengah mati. Kau lebih lemah, kerbau!"

Sathoclea anjing?
Mereka membicarakan aku?
Siapa itu?

"Kasusku berbeda. Dan alasan untuk itu juga berbobot. Tanpa ada Nite kau pun bisa mati. Kita pertner, ingat? Aku mati, kaupun mati."

Bersamaan dengan itu, mereka masuk kedalam toko sambil terus mengoceh, tanpa bisa kupalingkan pandangan dari mereka karena mereka memang pantas jadi pusat perhatian. Siapa yang bisa berhenti memandangi orang yang berbicara jauh lebih gaduh dari orang-orang sekitarnya?

Seketika wajah mereka terlihat. Tanpa sadar aku tersenyum dengan girang.

Ah...
Nona manis, apa kita memang jodoh?


[ FIN ]


pria setampan dan segagah FragiLe ternyata doyan masak --;
mengurusi semua urusan rumah tangga pula ==;
bahkan saya sendiri sampe kaget =A=

Friday, August 27, 2010

[L]ain is abandoned

Friday, August 27, 2010 5 Comments Stored
Jika ada rahasia yang tidak dibagi antara teman-teman dan saya, dan ketika mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama tanpa saya, kenapa terasa sakit?

Bukan mereka berkhianat.
Nggak juga tiba-tiba memusuhi.
Hanya aja mereka menjauh..
Melakukan semua hal tanpa saya apa jauh lebih asik?

Entah mesti ngomong apa setelah membanggakan kalian di awal, akhir na semua keliatan sia-sia.


Mereka masih tetep ngasih senyuman hangat. Ga ada yang berubah.
Yang berubah cuma satu.
Mereka tampak lebih bahagia tanpa saya.

Bahkan kondisi ini maksa saya buat mikir, apa selama ini semua senyuman mereka palsu?
Munafik?

Diabaikan. Tidak dianggap.
Saya merasa dibuang...

IVORY jauh lebih baik dari kalian.

Saturday, August 21, 2010

[L]ain is Agustusan

Saturday, August 21, 2010 2 Comments Stored
Udah tanggal segini tapi belum ngucapin selamat hari kemerdekaan. Mungkin karena kesibukan real life *yang tak meaning* sedikit banyak bikin ribet.
Mau ga mau sih.
Jadi baru sempet posting sekarang.
Lagian klo ga bilang juga rasa na aneh.

Suasana 17an sekarang sepi. Ga ada lomba yang kaya biasa. Mungkin karena puasa jadi bawaan na males gitu-gituan.
Dan ga mungkin mau lomba makan kerupuk juga...

Yah, udah ultah ke 65. Indonesia ini.
Mau bilang apa ya.
Klo sekedar "Selamat Hari Kemerdekaan" atau "Dirgahayu Republik Indonesia" dan "Merdeka!" udah umum.
Banyak berserakan di iklan TV atau status FB orang.
Taun lalu saya udah ngucapin itu. Tapi mau gimana lagi, saya ga kreatif sih.


Jadi...
Terus berusaha merdeka ya!
Berusaha merdeka dari korupsi, kemiskinan, kebodohan, kelaparan, ketidak adilan, dan ke-an lain yang berkesan negatif.


Klo udah gini jadi inget kutipan lirik 8 Ball di lagu "Sisi Pinggiran" :
SALAH SIAPA DILAKUKAN APA SAJA KARENA KECEWA PENGUASA TERLENA DI KURSI RAJA


Yah.
Lagu yang pas didengerin waktu Agustusan tuh. Membakar rasa patriotisme.
Seleraku sih...


Klo di postingan taun lalu masih bingung mau ngelakuin apa buat negara, kaya na taun ini udah bisa ngeraba.
Sampe sekarang saya emang belum bisa ngelakuin hal-hal besar. Yang secara dramatis bakal ngerubah masa depan negara kaya di film-film Hollywood itu.
Tapi segala yang besar itu berawal dari yang kecil, kan. Jadi klo buat Indonesia belum bisa, seenggak na saya harus bisa ngelakuin sesuatu buat lingkungan sekitar.
Buat keluarga.
Buat sahabat.
Bikin bangga almarhum kakek.
Dan berusaha jadi kakak yang baik buat ade.

Taun ini jadi tau harus mulai dari mana biar bisa berguna buat Indonesia. Paling nggak saya harus mulai dari sini.
"Jadi pahlawan buat diri sendiri"
Menyelamatkan diri sendiri dari rasa minder gak percaya diri dan membunuh Inferiority Complex.


Selamat merdeka ke 65 Indonesiaku tersayang!
Saya cinta Garuda.
Cinta Pancasila.
Cinta Merah Putih.
Cinta Bung Karno.
Cinta Indonesia.


Sungguh.
Gak bohong.

Tuesday, August 17, 2010

K-ON : Ho-kago Tea Time

Tuesday, August 17, 2010 1 Comment Stored


Hard yellow neon glow effect. BAD!!!

Sunday, August 15, 2010

[L]ain feels kangen !!

Sunday, August 15, 2010 2 Comments Stored
Kadang rasa kangen ke sahabat bisa meletup gede banget ampe kerasa sesak. Jengkel sama keadaan yang ga bisa keulang lagi. Marah sama waktu yang mustahil bisa mundur.
Kadang nyesek banget sampe pingin teriak keras-keras, "WOI GUYS, KANGEN KALIAN !!"

Tapi rasa kangen juga ga bisa tersalurin gitu aja dengan enteng.
Entah karena udah lama ga ketemu, waktu ngobrol kerasa sedikit kagok. Padahal pengen bisa ngobrol lepas kaya waktu itu. Bebas becanda nelanjangin rasa malu. Kenapa pas ada kesempatan semua kerasa sia-sia. Padahal jarang bisa ketemu lagi.

Entah cuma perasaan atau emang bener kalian tambah dewasa? Mean, kalian anggap garing joke yang sering kita omongin dulu.


Jujur bingung sendiri. Kita paling sering reuni dibanding kelas lain, tapi pas ketemu saling cuek plus kagok nanya.
Canggung.
Sebener na kita solid apa nggak sih!

Please.
Tetep jadi IVORY yang dulu.
Biar sekarang kalian udah punya kehidupan baru, lingkungan baru, temen baru, jangan lupa memori 3 taun lalu.
Waktu kita pertama ketemu di kelas yang sama.
Dan semua cerita yang dijalanin bareng ampe lulus.
IVORY ga punya apa-apa selain precious memories itu.
Something yang ngiket kita semua.
Jangan putus.


Saya bersyukur kenal kalian.

IVORY.
Andai kalian lupa dan mulai jalanin hidup masing-masing, seenggak na kalian udah bikin kehidupan seseorang berubah drastis.
Dari introvert jadi belajar terbuka nikmatin hidup.

IVORY.
Kenapa rasa kangen pengen kumpul bareng lagi ampe kerasa nyodok-nyodok jantung gini?

Friday, August 13, 2010

Voice of the Wishing Stairs

Friday, August 13, 2010 2 Comments Stored


Most favorit pairing along of all Whispering Corridors series *A*

Tuesday, July 27, 2010

Konfirmasi Gender

Tuesday, July 27, 2010 18 Comments Stored
Oke.
Ini bukan berarti selama ini gua memalsukan kelamin dan pengen konfirmasi tentang gender yang sebenernya. Itu memalukan.
Sebaliknya, orang-orang yang suka bingung soal gender gua. Terutama yang baru ngeadd di FB atau temen OL lain yang baru kenal.
Padahal gua nggak pernah nutup-nutupin gender.
Nyam.
Dulu. Gua emang sengaja nutupin gender. Tampil sebagai orang yang mencap diri sendiri genderless. Atau hermaprodit. Itu dulu. Sekarang klo dipikir perbuatan tak meaning macam itu sangat tak penting.
Di FB banyak poto yang memamerkan wajah dengan jelas.
Meski emang di info gender nggak nulis cewe atau cowo.
Males.
I mean, it's fun.
Dengan orang-orang yang selama ini selalu salah persepsi tentang gender gua, bakal lebih fun klo info gender juga nggak ditulis. Biar mereka sendiri yang nebak. Bukan berarti nyembunyiin ya. Itu beda. Bukan.

Salah satu contohnya ya ini...


Sori yah Dhi pake cetingan yang ini ORZ

Dan banyak lainnya yang lupa gua bikin sekrinshotnya =A=


Lucu.
Bukan marah. Tapi geli aja tiap kali ada yang nanya gitu.
"cewe ato cowo?"

If I were a girl, dari sudut mana bisa dikira cewe?
If I were a boy, emang gua semaskulin itu?



Don't judge a book by its cover.
Pepatah klasik yang udah sering kita denger.
Klo gua keliatan feminine, nggak berarti gua cewe. Atau mungkin gua cewe tampan.
Klo gua keliatan boyish, nggak selalu pas dikira cowo. Mungkinkah gua cowo girly atau dalam kata lain lenjeh??? Bencong. Najis.

Selalu, tiap orang yang baru kenal pasti salah nebak gender gua. Selalu.


So whaddya think?
What am I?
Girl? or boy?


Tapi orang-orang yang udah kenal lama pasti pada tau sih =="a

Sunday, July 18, 2010

Day 08 : Bosan

Sunday, July 18, 2010 5 Comments Stored
Kalian sudah bisa menebak bukan, jika beberapa menit kemudian, Nite dengan tergesa-gesa masuk ke kamar Abby karena mencium bau Sathoclea lain? Alur cerita yang monoton memang, tapi itulah kenyataannya. Nite dalam bentuk kucingnya, yang ketika masuk ke kamar langsung berubah menjadi wujud manusia menggeram pelan ketika tahu musuhnya kembali lolos. Dan malam itu Nite tidak jadi tidur diluar karena harus menjaga Abby.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Lagi-lagi alur cerita monoton harus kutulis. Keira dan Abby berangkat sekolah bersama dibuntuti Nite. Abby yang sebelumnya tergesa-gesa bangun dan bersiap-siap berangkat meski dalam keadaan mengantuk, Keira yang mengoceh protes soal ulah Sathoclea semalam, dan sejenisnya. Benar-benar hari yang biasa. Dan jika terus menulis seperti ini, aku yakin kalian akan bosan. Tentu saja aku tak ingin pembaca ABSURD berhenti mengikuti kisah ini ditengah jalan, karena kujamin akan banyak kejutan sepanjang cerita. Itulah, karenanya sekarang kalian akan menjalani satu hari berdasarkan sudut pandang seseorang yang, mungkin, akan menjadi tokoh favorit kalian. Well, setidaknya, dia adalah tokoh favoritku.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


BRUK~
Kuhempaskan tubuh dengan kasar pada kursi usang kesayanganku.
KRIIIIK~
Terdengar sedikit bunyi berdecit, yang kuyakin pasti berasal dari paku-paku kursi ketika hentakan itu terjadi.
Kusilangkan kedua kaki keatas meja, dengan malas menopang dagu, dan tangan satunya kubiarkan menggantung tanpa berpegangan.
SIGH~
Dengan tampang bosan aku menghela nafas dalam-dalam dan membuangnya seketika.

"Shit...lagi-lagi gagal", sungutku.

"Ya, kalau saja kucing itu tidak datang mengganggu", satu-satunya orang selain aku di ruangan itu menjawab.

"Si rambut merah itu menarik, kau tahu. Dan, ya, kucing itu benar-benar mengganggu. Berani bertaruh, aku bisa melakukan yang lebih dari tadi jika dia tidak datang."

"Ya, mungkin kita bisa langsung menghabisinya."

"Ya, mungkin aku bisa membuat wajahnya berubah semerah rambutnya."

"Atau lebih baik lagi, api kehidupan bisa langsung kita ambil."

"Atau lebih baik lagi, aku bisa melakukan semua yang kuinginkan dengannya."

"Kucing itu harus disingkirkan. Dengan begitu tak akan ada yang menjaga si rambut merah ."

"Kucing itu harus disingkirkan. Dengan begitu tak akan ada yang mengganggu acaraku dengan si rambut merah."

"Hei!"

"Hei!"

"Sampai kapan kau mau main-main?!"

"Sampai aku puas?"

"Oh ayolah! GROW UP!"

"FragiLe! Jangan mulai mengoceh!" kupajang tampang yang lebih membosankan dari sebelumnya.

"Sikapmu jauh lebih bodoh dari bocah 5 tahun."

"Ocehanmu jauh lebih bodoh dari anjing paling bodoh."

"Fuck!" kali ini FragiLe berubah menjadi wujud manusia.
"Hei idiot! Jangan lupa tugas kita! Kalau kau bukan majikanku, sudah kubunuh kau dari awal."

"Shit..." aku memalingkan wajah, dengan malas.
"Aku juga ingin segera menyelesaikan tugas ini agar bisa terbebas dari lendirmu yang bau dan menjijikan, anjing bodoh."

"Maka bunuhlah wanita itu segera! Aku muak melihat sikapmu yang selalu menggodanya. Kenapa tidak langsung kita serang?"

"Karena aku tidak memberimu perintah menyerang, bodoh."

"Jangan karena Sathoclea hanya bisa bergerak menuruti majikannya maka kau bisa terus seperti ini. Jika sudah tidak tahan, aku akan bertindak diluar perintahmu, bocah."

"Coba saja anjing sialan", aku bangkit dan menggeliat. Menggerakan pingganggku ke kiri dan kanan, menarik kedua tangan keatas dan menguap.
"Tidur sana, ditempat biasa. Di kardus kecil yang basah dan dingin, anjing kecil. Bye FragiLe sayang," aku melenggang pergi masuk ke ruangan lain. Masih ingat kalau aku dan FragiLe mengunjungi si nona manis itu malam hari? Sekarang pukul 3 pagi, dan aku mengantuk.

"Hah! Terserah kau bocah," FragiLe membalikkan badan dan tiduran di sofa panjang merah seperti biasa.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Perbincangan dengan FragiLe yang selalu tidak akrab. Kami tidak saling membenci, kau tahu. Haya saja, begini, jika kau punya seorang kakak, tapi kau terlalu gengsi untuk mengungkapkan rasa sayang, maka kau akan mengatakan kebalikan dari yang ingin kau katakan bukan? Tentu saja ketika saling mengumpat, masing-masing dari kami tidak merasa tersinggung sedikitpun. Setidaknya belum.

Dan aku sering merasa heran, mengapa orang-orang yang melihatku sedang berjalan dengan FragiLe dalam wujud manusianya, terutama para gadis, sering terbengong-bengong? Salahkan jika gadis berusia 16 tahun, memakai celana pendek compang-camping, baju tanpa lengan yang hanya menutupi setengah perut, bertelanjang kaki, berjalan bersama seorang pemuda yang kurang lebih berpenampilan sama? Hanya saja FragiLe memakai rompi tanpa kancing, memperlihatkan perut six-pack-nya. Kulitnya pun sama denganku, cokelat. Tapi dia lebih tinggi dariku. Membuat kami sedemikian mirip dan memang tidak berlebihan jika dibilang adik kakak. Tapi aku memakai tas pinggang, hei, setidaknya aku lebih gaya dari si anjing bodoh! Jangan lupa, di kuping kiri juga menggantung satu anting. Si anjing bodoh hanya memakai kalung tali berwarna kusam.

Cih...
Anjing bodoh...


[ FIN ]


WTF...?!
cerita apa ini!!!
sama sekali tak meaning =A=
ide chapt 8 ga bisa tertulis dengan baik

Friday, July 16, 2010

nieA_7 Banner

Friday, July 16, 2010 2 Comments Stored


Mai-HiME Banner

Friday, July 16, 2010 0 Comments Stored


Saturday, July 10, 2010

Super One Piece, Battle Fruits Nine

Saturday, July 10, 2010 6 Comments Stored


Saya lupa bikin versi PNG na =="

Saturday, June 19, 2010

Day 07 : Dream

Saturday, June 19, 2010 4 Comments Stored
Sekolah berjalan membosankan bagi Abby, dan menyenangkan bagi Keira. Abby lagi-lagi melakukan kegiatan rutinnya. Bukan piket kelas seperti yang aku katakan di chapter sebelumnya, tapi mag-nya kambuh lagi dan membuatnya terkapar kesakitan di ruang kesehatan. Ingat ketika kukatakan dia terpaksa bangun pagi? Membuatnya melewatkan sarapan. Seharusnya, bagi Abby, mendapatkan kesempatan tidur sementara Keira -dan teman-teman sekelasnya- terpaksa mengikuti pelajaran yang membosankan adalah hal yang mengasyikan. Lupakan itu. In fact, dia tidak diijinkan menyantap segala makanan yang ia mau.
"Kau sedang sakit", selalu petugas kesehatan mengatakan itu. Siapa yang bisa bilang obat-obatan dengan bau menyengat dan bubur encer adalah makanan yang enak? Meski bisa mengganjal perut, rasa laparnya tidaklah bisa hilang semuda itu.
Abby yang malang...

Aku bisa mengatakan, Keira bersenang-senang diatas penderitaan Abby. Hari itu dia dan Luna mengadakan meeting bersama anggota OSIS lainnya membahas festival sekolah yang diadakan rutin tiap tahun. Dan acara itu akan berlangsung 2 minggu lagi. Sementara Abby berpikir Keira tengah menderita -setidaknya bagi Abby ini derita- mendengarkan celotehan guru, sebenarnya Keira juga tidak masuk jam pelajaran itu. Dia minta ijin untuk rapat OSIS.
Abby yang malang...

Setelah rapat selesai, Keira dan Luna pergi ke kantin bersama untuk makan siang. Sayang, Abby masih terkapar di ruang kesehatan. Padahal hari itu ada menu favoritnya. Chocolate Cake. Yang kebetulan juga menu favorit Keira. Dia dan Luna, bagaimana mengatakannya, saling menyuapi satu sama lain. Murid lain yang melihat itu selalu berbisik-bisik, entah apa yang mereka katakan akupun tidak bisa dengar. Tapi barusan kalau tidak salah salah satu dari mereka bergumam, "Pangeran dan Puteri sedang berkencan". Sementara mereka berkencan menyantap Chocolate Cake, Abby harus dengan rela menelan pil-pil pahit dan bubur yang langsung meleleh di lidahnya, bahkan dia tidak sempat merasakan apapun ketika menelannya.
Abby yang malang...


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Pulang sekolah.
Abby yang sudah tidak bisa menahan rasa lapar yang menggerogoti tubuhnya, dengan semangat langsung berlari pulang. Yah, kadang ketika sedang dalam keadaan terdesak atau terancam, atau bahkan sekarat, kau sering melakukan hal-hal yang tidak terduga bukan? Maksudku, Abby bisa berlari sekencang itu sementara sebenarnya dia sudah tidak punya tenaga karena lapar. Itu salah satu buktinya.

Sementara Keira dan Luna kembali berdiskusi tentang festival sekolah. Kali ini berdua. Minus anggota OSIS lainnya. Sebutlah ini meeting non-formal. Ah, apakah aku sudah bilang kalau posisi wakil ketua OSIS masih kosong? Tiga bulan lalu sang wakil ketua (yang ngomong-ngomong pria) pindah ke luar kota. Jadilah posisi tertinggi kedua di OSIS, setelah Keira, adalah sekretaris. Entah siapa yang menentukan ini, tapi sepertinya tidak ada yang protes. Toh mereka tampak serasi, pikir semua orang. Bahkan rasanya tidak usah mencari wakil ketua pengganti. Luna saja cukup. Itulah mengapa mereka hanya rapat berdua. Terkadang mengambil sebuah keputusan melalui forum umum yang didapat melalui proses demokrasi bisa memakan waktu lama dan menguras energi lebih banyak. Pembatasan kekuasaan juga perlu. Pimpinan berhak menentukan sesuatu dengan memanfaatkan posisinya. Kau harus bejalar sosial jika ingin tahu tentang ini. Tentu saja keputusan yang mereka ambil saat meeting ini bukan hal-hal yang teramat penting. Mereka hanya membahas warna yang cocok untuk taplak meja ruang OSIS saat festival, bunga yang pas dipajang, perlukan gorden diganti, atau sekedar berdebat minuman yang akan dihidangkan untuk anggota OSIS pada rapat besok. Atau hal-hal tak penting dan sepele lainnya. Setelah itu, sebelum pulang mereka mampir ke kedai ice cream dan memesan dua buah. Rasa cokelat untuk Keira, dan rasa vanilla untuk Luna. Sorenya Keira mengantarkan Luna pulang. Meski lumayan jauh, kurasa Keira tak keberatan. Dia sendiri baru sampai rumah menjelang malam.

Ngomong-ngomong kemana Nite?
Dia mondar-mandir dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Mengecek kondisi sekitar, memastikan tidak ada Sathoclea yang datang mendekat. Untung bagi Abby dan Keira, pengganggu hilang untuk sementara. Aku juga tidak tahu dia akan tidur dimana malam ini. Tapi sepertinya dia akan terus berjaga sepanjang malam didepan rumah Abby dan Keira.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Jam menunjukkan pukul 9 malam ketika Abby menguap dan menarik selimut diatas tempat tidurnya. Tak ada hal lain yang dipirkan, bahkan tentang wanita misterius itu. Dia terlalu lelah. Dengan sekejap diapun terlelap.

Lama terlelap, diapun bermimpi.
Disana, tepat didepannya, tampak sosok yang tak dia kenal. Samar. Perlahan sosok itu mendekat, membuatnya sosok samarnya tampak makin jelas. Abby masih belum tahu dia siapa, sampai akhirnya wajah keduanya bertemu, sangat dekat. Barulah Abby sadar. Dialah wanita misterius itu. Abby tercekat sesaat. Segurat garis merah terlukis diwajahnya. Wanita itu tersenyum simpul dan langsung melingkarkan tangannya pada pinggul Abby. Entah apa yang mendorongnya, Abby balas memegang pundak wanita itu. Saling berpandangan tak berkedip. Mereka bisa merasakan desah nafas masing-masing. Hangat. Degup jantung Abby begitu kencang, entah kenapa. Kali ini wanita misterius itu tertawa kecil.

"Nona manis, kau grogi ya?" katanya sambil terkekeh.

Ugh!
Merasa malu, dengan segera Abby melangkah mundur. Memalingkan wajah dan melepaskan tangannya dari pundak wanita itu. Wajahnya semakin memerah. Dia cukup malu untuk mengatakan sesuatu.

Wanita itu makin tertawa lebar.

"Ahahaha! Kau benar-benar grogi?" dia bercacak pinggang. Bahunya bergerak naik-turun karena tertawa.

Kalimat yang cukup untuk membuatnya menangis menahan malu.

"Ti-tidak!" hanya itu yang bisa Abby ucapkan. Matanya sedikit berkaca-kaca.

Wanita itu kembali tersenyum simpul.

"Nona manis..." wanita itu melangkah mendekati Abby.
"Tak apa kalau kau gugup. Tidak akan ada yang protes soal itu kan?" tangannya menjulur, jari-jarinya mulai menyentuh pipi Abby.

Tangannya sedikit dingin, pikir Abby.
Perlahan dia meletakkan tangannya diatas tangan wanita itu, balas menyentuh.

"Thx. Aku sedikit kedinginan karena berjalan ditengah udara malam. Ini sedikit membantu", wanita itu menyeringai.

Senyum yang tidak bisa dibilang indah. Bukan karena jelek, tapi senyuman itu lebih tepat diartikan dengan kata lain.
LIAR.
Ya, senyuman yang liar. Dan sedikit nakal.

"Siapa kau?" bibir Abby tak lagi kelu.

"Mau tahu?"

"Tentu."

"Kalau begitu tunggu."

"Sampai kapan?"

"Sampai kau benar-benar jatuh dalam pelukanku."

Blush.
Lagi, garis merah tergambar samar di pipi Abby.

"Hahaha...nona manis, kau sungguh menarik!"

"He-hei!" Abby sedikit merengut.

"Hm?" dia tersenyum.

"Namamu?"

"Kubilang tunggu."

Mereka tidak melepaskan pandangan masing-masing ketika percakapan itu berlangsung. Ini membuat Abby sadar kalau wanita misterius itu memiliki mata cokelat cerah yang indah. Berbinar.

"Nona manis?"

"Ya?"

"Bagaimana jika aku menginginkanmu?"

"Maksudmu?"

"Maksudku..."

Wanita itu menarik wajah Abby.

Ah~
Itu dia.
Wanita itu mencium Abby tiba-tiba. Matanya terpejam perlahan, sementara Abby terbelalak tak percaya. Kaget, namun dia tak menghindar. Abby bisa merasakan bibirnya bertemu dengan bibir wanita itu yang tegas. Baru saja Abby menikmati dan ingin membalas, wanita itu menjauh.

"Shit!" gumamnya.
"Maaf nona manis, aku harus pergi."

"Kenapa?"

"Kucingmu mulai mengendus bauku."

"Lalu?"

"Lalu....ciuman balasannya nanti saja kalau kita bertemu lagi. Selamat tinggal, A-B-B-Y", dia mengeja nama Abby dengan penekanan yang...how to say...menggoda (?)

"Tunggu! Jangan datang dan pergi seenaknya!" Abby berteriak sembari mengejar wanita itu yang makin tampak remang-remang.

"Ahahaha...sampai jumpa nona manis!" wanita itu mengedipkan sebelah mata dan mengacungkan dua jari -tengah dan telunjuk- lalu melambaikannya. Suaranya ikut menghilang bersama sosoknya.

Abby berhenti mengejar dan terpaku ditempat. Sampai tiba-tiba dia merasakan tubuhnya sendiri tertarik entah kemana.
Kemudian...

DEG!
Seketika itu juga Abby terbangun dan bangkit dengan tergesa, mengingat-ingat mimpinya dengan setengah percaya. Dia menyentuh bibirnya. Sedikit basah. Melirik ke samping, gordennya melambai-lambai tercambuk angin malam sementara jendela kamarnya terbuka. Bergegas dia melongok keluar, dikejauhan tampak sesosok samar berkelebat. Entah makhluk apa, yang jelas gerakannya cepat dan gesit, melompat dengan empat kaki dan tampak seseorang berada diatasnya. Bayangan itu hanya nampak sesaat sampai beberapa detik kemudian -satu atau dua detik- menghilang.

Lagi, jari-jari Abby menyentuh bibirnya. Pikirannya berkecamuk.
Tidak, tidak. Itu hanya mimpi.
Tapi bolehkan jika aku berharap itu adalah kenyataan?


[ FIN ]


Errr....chapt ini cerita na nggak fokus.
Tadi na saya mau pisahin cerita ini jadi dua, antara adegan pulang sekolah dan waktu Abby bermimpi. Tapi klo gitu, masing2 chapt cerita na jadi pendek.
Yah, saya maksain banget emang biar cerita per-chapter na panjang =A=

Thursday, June 10, 2010

Farewell, Merry... (One Piece)

Thursday, June 10, 2010 3 Comments Stored
"Hei, teman-teman! Lihat itu, ada pulau!"
Lalu kehebohan pun terjadi gara-gara seruan si kapten ribut ini.

"Zoro, jangan tidur disitu! Ini kan tempatku! Kau tidur di tempat lain saja!"
Dan perselisihan kecil pun tidak bisa dielakkan.

"Aduh, Usopp, kau ini bagaimana! Kayu yang ini belum diperbaiki! Nanti kalau bocornya tambah besar bagaimana?!"
Yah, aku suka mendengar celotehan nona navigator itu.

Tapi sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan.
Aku tidak bisa, tidak bisa lagi untuk berlari.
Padahal sebenarnya, aku ingin terus bersama kalian.
Selamanya..

Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan kalian di desa Syrup.
Dan aku bisa merasakan betapa bahagianya kalian ketika mempunyai kapal baru.
Karena aku juga merasakan hal yang sama..

Aku tidak keberatan sedikitpun saat badanku dimodifikasi untuk pergi ke pulau langit.
Yah, walaupun saat itu tampilanku jadi mirip seperti ayam jantan^^'
Sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan!
Untuk pertama kalinya aku berlayan di atas angin, bukan di atas lautan seperti biasanya.
Mungkin hanya sedikit kapal yang merasakan pengalaman yang sama..
Aku kapal yang beruntung..

Kuakui, setelah petualangan yang mendebarkan sekaligus melelahkan di pulau langit, tubuhku jadi semakin lemah.
Akupun sadar, kerusakanku sudah sangat parah sampai tidak mungkin bisa diperbaiki.
Tapi Usopp tetap bersikeras mengajakku ikut bersama dan terus berpetualang.
Ah, andai aku bisa. Andai aku bisa, Usopp, aku pasti dengan senang hati akan mengantar kemanapun kalian pergi.

Luffy benar, dia tidak mungkin terus membawaku.
Dan jangan khawatir, kapten. Aku tahu alasan sebenarnya kau mengatakan hal itu.
Justru karena kau sayang padaku, kau tidak ingin aku lebih menderita dari ini.
Iya kan, calon raja bajak laut?
Aku tahu itu! Karena aku pun menyayangi kalian..

Bukankah kalian berdua adalah orang pertama yang menaiki ku?
Bukankah kalian berdua adalah orang yang sangat menyayangiku dibanding siapapun?
Lalu kenapa kalian harus bertarung demi aku, kapal tua yang sebentar lagi akan mati?
Luffy, Usopp, tidakkah kalian tahu aku menangis saat melihat kalian berpisah?
Justru aku ingin disaat-saat terakhirku ini, aku bisa berkumpul lagi bersama kalian.

Untung saja Iceburg yang baik hati mau menolong mewujudkan impianku yang terakhir.
Membawa kalian bersamaku sekali lagi.
Berlayar bersama kalian untuk yang terakhir kali..

Di hari yang bersalju itu, saat hari penguburan ala bangsa Viking yang kalian lakukan, akhirnya aku bisa menumpahkan semua isi hatiku.
Kau benar, Luffy. Lautan itu dalam dan sepi.
Tapi aku tidak takut, sama sekali tidak! Karena aku mempunyai Nakama yang hebat seperti kalian.
Tidak, jangan seperti itu! Hapus air mata kalian!
Apa artinya semua kenangan bahagia yang kita lalui bersama kalau itu semua malah membuat kalian menangis?
Hei teman, perpisahan ini bukan berarti kita tidak bisa berjumpa kembali!
Apa? Kalian tidak perlu melakukan hal bodoh dengan meminta maaf padaku seperti ini!
Menabrakkanku ke gunung es dan semacamnya, membuat layarku koyak, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang patut dimintai maaf.
Untuk apa kalian minta maaf?
Aku yang seharusnya melakukan itu..

Maaf, aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini.
Aku ingin membawa kalian lebih jauh lagi.
Aku ingin berpetualang lebih lama bersama kalian, selamanya.
Aku bahagia, benar-benar bahagia..

***

Merry..
Terima kasih...

Sunday, June 6, 2010

Apa Itu Absurd

Sunday, June 06, 2010 2 Comments Stored
Sebenerna saya udah jelasin tentang Absurd di postingan ini. Secara singkat. Sekarang biar saya jelasin sekali lagi apa itu Absurd. Dengan penjelasan yang lebih kompleks.

Absurd adalah fanfiction original bersambung. Buatan saya. Dibikin dengan alasan iseng ngisi waktu luang. Awal pembuatan sekitar bulan Agustus 2009. Masih dibuat sampai sekarang dengan jadwal rilis yang nggak jelas. Maklum, saya nulis klo lagi mood aja, dan kalau sedang tidak malas. Saya sendiri sih pengenna terbit dua minggu sekali biar cepet tamat.

Sinopsis.
Title : Absurd
Author : Rain a.k.a [L]ain
Genre : ga jelas, fantsy n adventure dan hal-hal absurd lain na maybe?
Rating : Teenagers
Language : Indonesia

Berseting di bumi, dua orang gadis berusia 16 tahun bernama Abby Gale dan Keira Way menjalani kehidupan mereka dengan normal sampai kemudian dihadapkan pada satu hal mereka anggap Absurd. Bersama dengan makhluk unik yang disebut ras Sathoclea dari dunia Nymph bernama Nite, mereka mulai berkenalan dengan hal-hal yang belum pernah mereka tahu sebelumnya, seperti ZeaL, api kehidupan, perjanjian, bahkan pertarungan tak kenal belas kasihan. Bisakah mereka bertiga mengembalikan api kehidupan sang Pangeran Phoenix dan membuat Dewi Nymph berhenti menyenandungkan lagu-lagu sendu? Dapatkah mereka menemukan api kehidupan itu jauh lebih dulu dari si keturunan penyihir hitam Nymph dan mencegah kehancuran dunia?

Saya maklum klo kalian menganggap plot diatas udah pasaran.
Eniwei diawal cerita, Abby saya kasih nama Abby Gill. Tapi begitu menginjak chapter 10, namana saya ganti jadi Abby Gale. Entahlah, pertama kali saya pengen ngasih nama Abigail, dan kemudian setelah dipikir lagi saya pengen satu nama yang lebih simple. Jadilah Abigail itu saya "pecah" menjadi Abby Gale. I mean, kedua nama itu jika diucapkan bernada sama bukan? Terinspirasi dari vokalis Evanescence, Amy Lee, yang bernada sama dengan nama Emily. Konyol.
Saya pengen satu nama yang American, tapi nickname na terdengar Japanese. Nama panggil Keira (dalam Absurd) adalah Kei. Disitulah awal nama Keira Way. Jujur saya pusing memikirka nama belakang Keira. Saat kehabisan ide, saya asal nyomot nama Gerard Way, vokalis MCR yang emang saya suka. That's the "Way" it is...swt sekali =="
Untuk nama Nite, awal saya berpikir sama seperti nama Abby, penulisan beda, pengucapan sama. Dan entah kenapa saya kepikiran kata Night =="

Saya seneng waktu ada salah seorang pembaca yang komen, "Klo Absurd dijadiin komik pasti keren".
Sekeren itukah? Atau kata keren disana hanya basa-basi? Takut berkata yang sebenarna klo cerita Absurd itu cetek? Gpp minna, justru saya pengen jujur aja, klo jelek ya jelek. Biar saya koreksi mana yang kurang. Tapi nggak mau munafik juga, saya emang ngarep Absurd jadi manga xD
Banget! Tapi berhubung skill gambar cetek, jadi sepertina mustahil. Saya juga belum rela minta orang buat bikin character design Absurd. Sebenerna saya udah bikin char design na cuma belum sempet di-scan. Nanti saya posting dah di blog.
Gimana klo jadi novel? Author mana yang nggak seneng fict bersambung na dijadiin novel! Cuma impian saya nggak muluk-muluk kaya gitu. Saya nulis Absurd bukan dengan tujuan pengen jadiin cerita ini menjadi besar. Hanya untuk kepuasan pribadi.
Jangan gitu, siapa tau kan klo rejeki.
Oke, ambil baikna, saya menjadikan Absurd sebuah projek ambisius dan mati-matian bikin cerita yang bagus untuk kemudian diajukan pada penerbit lokal. Rejeki siapa tau. Blog Kambing Jantan aja bisa jadi novel, jadi film pula. Sebuah contoh yang patut dijadikan pemacu semangat. Menjadi penulis terkenal seperti Raditya Dika, siapa nolak? Tapi, jangan lupa, Absurd itu cerita fiksi yang bernuansa YURI. Indonesia belum siap buat culture macam itu. Ambil baikna lagi, Absurd berhasil jebol jadi novel. Paling seminggu abis penerbitan bakal dicabut karena ada unsur yuri.

Sekali lagi, saya nulis Absurd bukan buat dijadiin novel ato gimana. Cita-cita saya nggak setinggi itu. Saya cuma pengen nulis fict. Saya juga nggak begitu berharap bakal banyak yang baca Absurd. Sama kaya waktu nulis postingan ini, saya nggak berharap ada orang yang minat baca tulisan sepanjang ini. That's it. Tapi klo ternyata ada editor Jepang (yang fasih berbahasa Indonesia) yang nggak sengaja baca n tertarik terbitin Absurd bahkan dijadiin anime sih ya gpp xD XD XD

Metode penulisanna sendiri SKS, sistem kebut semalam. Pada saat menulis satu chapter, saya nggak nyicil. Maksudna gini, tiap nulis satu chapter, saat itu juga harus saya selesaikan. Nggak ditunda atau cuma nulis setengahna untuk kemudian disambung besok. Pokokna sekali ngetik satu chapter, saat itu juga harus selesai. Saya nggak matok gitu juga sih, bukan takut lupa ide atau gimana, cuma sejauh ini ya begitulah ternyata keadaan waktu nulis. Jadi saya nggak merencanakan plot tiap chapter akan seperti apa. Semua ide muncul secara spontan. Begitu pegang keyboard, semua ide yang melintas di otak langsung diketik. That's it. Biasana sekali ngerjain bisa antara 2-5 jam per chapter.

Klo ditanya inspirasi nulis Absurd dari mana, jelas dari novel Narnia karya C.S. Lewis. Awal kenal Narnia itu waktu film na yang pertama: The Lion, The Witch, and The Wardrobe keluar. Saya langsung kagum berat sama efek CG na yang super HQ. Bahkan kalau nggak salah di tahun film itu keluar, 2005, Narnia disebut sebagai film kolosal yang memamerkan makhluk-makhluk unik terbanyak. Pesta makhluk aneh terbesar sejagat raya. Saat itu juga disinggung kalau Narnia sudah mampu disejajarkan dengan Lord of the Rings dan Harry Potter dalam hal efek dan CG. Maklum, para pembuat latex Narnia ternyata veteran LotR. Dan memang pantas disejajarkan. Salah satu projek ambisius.

Oke, kembali ke masalah novel. Saat itu juga setelah selesai nonton Narnia, saya langsung sesumbar pamer sama temen-temen soal betapa keren Narnia, betapa edan grafik Narnia, dll. Satu hal yang tak terduga, saat ulang tahun kala itu, sahabat saya Nira memberi kado 3 buah novel Narnia sekaligus. Ga bisa digambarkan deh senengna saya waktu itu. In fact, awalna saya sendiri nggak tau klo Narnia itu asalna dari novel. Thx to Nira yang secara nggak langsung ngasih tau betapa indah tutur kata dunia novel Narnia. Selalu dari tahun 2005, jika sedang tidak malas saya pasti baca ulang semua novel Narnia. Nah, waktu bulan Agustus 2009 itu salah satu saat dimana saya baca ulang. Waktu itu saya mikir, "Bisa nggak ya bikin novel sebagus ini?". Kemudian saya nyoba bayangin sebuah dunia yang penuh dengan hewan-hewan ajaib ala Narnia. Tapi saya mikir lagi, nggak mungkin saya plek-plekan ikutin semua. At last saya bayangin dunia yang cukup dihuni hewan "normal" seperti kucing, anjing, elang, dll. Bukan hewan ajaib seperti faun, centaur, dll. Tambah imajinasi dari anime / manga Jepang. Semua binatang itu adalah petarung yang mempunyai master. Dan mereka imut (?) juga manis (?!). Tipe bishoujo dan bishounen.
Intina, soal gaya bahasa banyak terpengaruh dari Narnia. Plot dan chara terinspirasi dari anime / manga.

Apa lagi ya. Sepertina gitu aja cukup.
Yang minat baca cari aja di kategori Absurd, nanti muncul semua chapter.
Yang paling penting komen! I need it =,=

Thursday, June 3, 2010

Whispering Corridors (Yeogo Goedam)

Thursday, June 03, 2010 10 Comments Stored


Pernah denger film Korea yang judul na Whispering Corridors atau yang dalam bahasa asli na berjudul Yeogo Goedam? Ini satu-satu na film Korea yang aku suka......buat sekarang. Bahkan gara-gara film ini, aku yang dulu na anti Korea malah berbalik jadi suka. Errrr....ga suka-suka amat sih

Buat yang belum nonton, silakan cari review na sendiri. Malas bikin. Klo perlu tonton langsung. Donlot. Lagian yakin klo dibikinin review juga nggak ada yang mau baca! D:
Share kesan-kesan abis nonton film ini aja yuk (_ _ )">

Dari 5 seri WP (/me lebih suka singkat film ini WP) yang keluar sampe taun 2009, mana yang paling kalian suka? Aku jelas suka yang ke 3 (Wishing Stairs) n ke 4 (Voice). Yuri na soft, n indah xD
Tunggu. YURI???
Errr....emang ada unsur yuri. Bisa dibilang yang paling bikin aku suka sama film ini ya yuri na xD
Soal na klo masalah plot sendiri, buat ukuran film horor, alur na rada nggak jelas. Unsur seram na jelek klo boleh dibilang. Gatau dah, tapi banyak juga ternyata suka film ini. Mungkin gara-gara aku terlalu fokus sama yuri na jadi horor na ga terlalu diperhatikan xD

Yang mengagetkan, banyak juga orang bukan Yuricon yang suka sama WP tanpa curiga unsur-unsur romance yang diselipin di sebagian besar cerita na. Maybe mereka nganggep, "persahabatan orang Korea emang gitu kali, beda sama kita". Ya baguslah tapi XD XD XD

BTT. Klo diperinci, yang paling cocok dibilang yuri itu cuma WP ke 2 (Memento Mori) sebener na. Ebuse belum apa-apa udah disuguhi adegan kisu. Edan. Lebih klop dibilang love drama daripada horor. IMO sih =3
But I like that xD

Klo WP ke 1, 3, 4, n ke 5 (A Blood Pledge / Suicide Pact) dibilang shoujo-ai aja udah cukup. Ga terlalu berat n edan kaya WP 2. Tapi biar nggak rancu, bilang yuri aja ya :D

Nah, WP 3 n 4 are my fave. Kenapa? Itu tadi, yuri na soft n indah ~(-_-~)

Apalagi yang ke 4. Ngeliat dari awal gimana relation Sun-min and Young-eon. Super sofffttt!!! Berasa nonton Marimite scene Sachiko-sama & Yumi xD. Adegan fave itu.......SEMUA adegan dimana Sun-min lagi berduaan sama Young-eon dah pokok na xD. Very romantic. Adegan flashback dimana Sun-min sering poto bareng sama Young-eon, becanda bareng, sampe ujung na Sun-min nangis nyesel gamau kehilangan Young-eon. Touching.
Ah.....Sun-min.....my prince *blush*




WP 3. Another fave. To be honest, aku nonton WP itu ga berurutan. Dimulai dari WP 3 dulu, terus 4, terus 1, 2, terakhir 5. Awal liat WP 3 langsung suka gara2 ada yuri na =,=
Awal liat So-hee langsung terpikat! What a beautiful, what a pretty, what a cute ojou-sama *nosebleed*
White porcelain skins, red cherry lips....kyaaaa!!!


Sempet bilang ngehe juga sama Jin-sun waktu dia reject So-hee.
"Kim So-hee. I'm sick of you. You make me miserable."
Ano, yang itu, dialog sebelum So-hee nggak sengaja kedorong jatuh dari tangga. It doesn't matter sih tapi. Banyak scene fave juga xD
Bahkan mereka jauh lebih mesra dari Sun-min x Young-eon. Jelas. Beda na, ini one-sided. Seperti kata So-hee, "Jin-sung, you don't seem to like me as much as I like you".
Ah, waktu di wishing stairs, Jin-sung nanya ke So-hee, "What do you want? Be a famous ballerina?"
So-hee jawab, "All I want is you". Ahhhh.....my fave quote! Uguuu~ >_<
So-hee peluk Jin-sung dari belakang sebelum ga sengaja kedorong. Ahh....hug me too!!!!
So-hee nginep di asrama Jin-sung. Ah.....I want it to!!!
So-hee "menghancurkan" rambut Jin-sung sampe keriting.


I love the way So-hee calls Jin-sung with Jinny.
Scene sebelum ending, hantu So-hee datang terus peluk Jin-sung *plus membunuh*
Fave banget sama adegan itu. Dialog na juga xD


So-hee:
Jin-sung, don't go
why do you avoiding me?
I've been waiting here for you
Jin-sung
You're all I have, Jin-Sun
I guess we can never go back?
I'm scared to leave you here and go alone

Jin-sung:
I'm sorry
I didn't hate you
I just...I just wanted to win once

So-hee:
It's okay
We're friends

Jin-sung:
Will you forgive me?

So-hee:
Of course...
How could I ever hate you?
Jin-sung...
You don't seem to like me as much as I like you
From now on
Don't make me wait a long time for you
I wanna be with you forever

Inti na, this movie made me wanna watch it over and over. Again and again. Very recommended buat yang suka yuri :}
Buat yang mau rekomendasiin WP ke orang yang ga suka yuri, sodorkan WP ke-3 n 4 dulu, terus 1. Terus 5. Terakhir keluarkan jurus andalah, WP-2. Fufufu....

Gimana yah klo ada WP alter world dimana main chara na So-hee sama Sun-min (perfect couple versi saya) yang bikin diary bareng. Trus ga sengaja diary na kepungut sama Min-ah yang ujung na jadi stalker mereka berdua. Ada juga Cho-ah sebagai penasihat spiritual. Tambahkan villain, si cewe Dekochin jidat lebar dari WP 2 itu yang entah siap nama na I dun care. Buat "love sign" Sun-min n So-hee, pake lonceng yang kaya di WP 1 itu. Terakhir disaat mereka sadar cinta tak bisa disatukan, bunuh diri bareng mirip WP 5. Damn, sini saya yang jadi sutradara....


[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top