Saturday, June 19, 2010

Day 07 : Dream

Saturday, June 19, 2010 4 Comments Stored
Sekolah berjalan membosankan bagi Abby, dan menyenangkan bagi Keira. Abby lagi-lagi melakukan kegiatan rutinnya. Bukan piket kelas seperti yang aku katakan di chapter sebelumnya, tapi mag-nya kambuh lagi dan membuatnya terkapar kesakitan di ruang kesehatan. Ingat ketika kukatakan dia terpaksa bangun pagi? Membuatnya melewatkan sarapan. Seharusnya, bagi Abby, mendapatkan kesempatan tidur sementara Keira -dan teman-teman sekelasnya- terpaksa mengikuti pelajaran yang membosankan adalah hal yang mengasyikan. Lupakan itu. In fact, dia tidak diijinkan menyantap segala makanan yang ia mau.
"Kau sedang sakit", selalu petugas kesehatan mengatakan itu. Siapa yang bisa bilang obat-obatan dengan bau menyengat dan bubur encer adalah makanan yang enak? Meski bisa mengganjal perut, rasa laparnya tidaklah bisa hilang semuda itu.
Abby yang malang...

Aku bisa mengatakan, Keira bersenang-senang diatas penderitaan Abby. Hari itu dia dan Luna mengadakan meeting bersama anggota OSIS lainnya membahas festival sekolah yang diadakan rutin tiap tahun. Dan acara itu akan berlangsung 2 minggu lagi. Sementara Abby berpikir Keira tengah menderita -setidaknya bagi Abby ini derita- mendengarkan celotehan guru, sebenarnya Keira juga tidak masuk jam pelajaran itu. Dia minta ijin untuk rapat OSIS.
Abby yang malang...

Setelah rapat selesai, Keira dan Luna pergi ke kantin bersama untuk makan siang. Sayang, Abby masih terkapar di ruang kesehatan. Padahal hari itu ada menu favoritnya. Chocolate Cake. Yang kebetulan juga menu favorit Keira. Dia dan Luna, bagaimana mengatakannya, saling menyuapi satu sama lain. Murid lain yang melihat itu selalu berbisik-bisik, entah apa yang mereka katakan akupun tidak bisa dengar. Tapi barusan kalau tidak salah salah satu dari mereka bergumam, "Pangeran dan Puteri sedang berkencan". Sementara mereka berkencan menyantap Chocolate Cake, Abby harus dengan rela menelan pil-pil pahit dan bubur yang langsung meleleh di lidahnya, bahkan dia tidak sempat merasakan apapun ketika menelannya.
Abby yang malang...


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Pulang sekolah.
Abby yang sudah tidak bisa menahan rasa lapar yang menggerogoti tubuhnya, dengan semangat langsung berlari pulang. Yah, kadang ketika sedang dalam keadaan terdesak atau terancam, atau bahkan sekarat, kau sering melakukan hal-hal yang tidak terduga bukan? Maksudku, Abby bisa berlari sekencang itu sementara sebenarnya dia sudah tidak punya tenaga karena lapar. Itu salah satu buktinya.

Sementara Keira dan Luna kembali berdiskusi tentang festival sekolah. Kali ini berdua. Minus anggota OSIS lainnya. Sebutlah ini meeting non-formal. Ah, apakah aku sudah bilang kalau posisi wakil ketua OSIS masih kosong? Tiga bulan lalu sang wakil ketua (yang ngomong-ngomong pria) pindah ke luar kota. Jadilah posisi tertinggi kedua di OSIS, setelah Keira, adalah sekretaris. Entah siapa yang menentukan ini, tapi sepertinya tidak ada yang protes. Toh mereka tampak serasi, pikir semua orang. Bahkan rasanya tidak usah mencari wakil ketua pengganti. Luna saja cukup. Itulah mengapa mereka hanya rapat berdua. Terkadang mengambil sebuah keputusan melalui forum umum yang didapat melalui proses demokrasi bisa memakan waktu lama dan menguras energi lebih banyak. Pembatasan kekuasaan juga perlu. Pimpinan berhak menentukan sesuatu dengan memanfaatkan posisinya. Kau harus bejalar sosial jika ingin tahu tentang ini. Tentu saja keputusan yang mereka ambil saat meeting ini bukan hal-hal yang teramat penting. Mereka hanya membahas warna yang cocok untuk taplak meja ruang OSIS saat festival, bunga yang pas dipajang, perlukan gorden diganti, atau sekedar berdebat minuman yang akan dihidangkan untuk anggota OSIS pada rapat besok. Atau hal-hal tak penting dan sepele lainnya. Setelah itu, sebelum pulang mereka mampir ke kedai ice cream dan memesan dua buah. Rasa cokelat untuk Keira, dan rasa vanilla untuk Luna. Sorenya Keira mengantarkan Luna pulang. Meski lumayan jauh, kurasa Keira tak keberatan. Dia sendiri baru sampai rumah menjelang malam.

Ngomong-ngomong kemana Nite?
Dia mondar-mandir dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Mengecek kondisi sekitar, memastikan tidak ada Sathoclea yang datang mendekat. Untung bagi Abby dan Keira, pengganggu hilang untuk sementara. Aku juga tidak tahu dia akan tidur dimana malam ini. Tapi sepertinya dia akan terus berjaga sepanjang malam didepan rumah Abby dan Keira.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Jam menunjukkan pukul 9 malam ketika Abby menguap dan menarik selimut diatas tempat tidurnya. Tak ada hal lain yang dipirkan, bahkan tentang wanita misterius itu. Dia terlalu lelah. Dengan sekejap diapun terlelap.

Lama terlelap, diapun bermimpi.
Disana, tepat didepannya, tampak sosok yang tak dia kenal. Samar. Perlahan sosok itu mendekat, membuatnya sosok samarnya tampak makin jelas. Abby masih belum tahu dia siapa, sampai akhirnya wajah keduanya bertemu, sangat dekat. Barulah Abby sadar. Dialah wanita misterius itu. Abby tercekat sesaat. Segurat garis merah terlukis diwajahnya. Wanita itu tersenyum simpul dan langsung melingkarkan tangannya pada pinggul Abby. Entah apa yang mendorongnya, Abby balas memegang pundak wanita itu. Saling berpandangan tak berkedip. Mereka bisa merasakan desah nafas masing-masing. Hangat. Degup jantung Abby begitu kencang, entah kenapa. Kali ini wanita misterius itu tertawa kecil.

"Nona manis, kau grogi ya?" katanya sambil terkekeh.

Ugh!
Merasa malu, dengan segera Abby melangkah mundur. Memalingkan wajah dan melepaskan tangannya dari pundak wanita itu. Wajahnya semakin memerah. Dia cukup malu untuk mengatakan sesuatu.

Wanita itu makin tertawa lebar.

"Ahahaha! Kau benar-benar grogi?" dia bercacak pinggang. Bahunya bergerak naik-turun karena tertawa.

Kalimat yang cukup untuk membuatnya menangis menahan malu.

"Ti-tidak!" hanya itu yang bisa Abby ucapkan. Matanya sedikit berkaca-kaca.

Wanita itu kembali tersenyum simpul.

"Nona manis..." wanita itu melangkah mendekati Abby.
"Tak apa kalau kau gugup. Tidak akan ada yang protes soal itu kan?" tangannya menjulur, jari-jarinya mulai menyentuh pipi Abby.

Tangannya sedikit dingin, pikir Abby.
Perlahan dia meletakkan tangannya diatas tangan wanita itu, balas menyentuh.

"Thx. Aku sedikit kedinginan karena berjalan ditengah udara malam. Ini sedikit membantu", wanita itu menyeringai.

Senyum yang tidak bisa dibilang indah. Bukan karena jelek, tapi senyuman itu lebih tepat diartikan dengan kata lain.
LIAR.
Ya, senyuman yang liar. Dan sedikit nakal.

"Siapa kau?" bibir Abby tak lagi kelu.

"Mau tahu?"

"Tentu."

"Kalau begitu tunggu."

"Sampai kapan?"

"Sampai kau benar-benar jatuh dalam pelukanku."

Blush.
Lagi, garis merah tergambar samar di pipi Abby.

"Hahaha...nona manis, kau sungguh menarik!"

"He-hei!" Abby sedikit merengut.

"Hm?" dia tersenyum.

"Namamu?"

"Kubilang tunggu."

Mereka tidak melepaskan pandangan masing-masing ketika percakapan itu berlangsung. Ini membuat Abby sadar kalau wanita misterius itu memiliki mata cokelat cerah yang indah. Berbinar.

"Nona manis?"

"Ya?"

"Bagaimana jika aku menginginkanmu?"

"Maksudmu?"

"Maksudku..."

Wanita itu menarik wajah Abby.

Ah~
Itu dia.
Wanita itu mencium Abby tiba-tiba. Matanya terpejam perlahan, sementara Abby terbelalak tak percaya. Kaget, namun dia tak menghindar. Abby bisa merasakan bibirnya bertemu dengan bibir wanita itu yang tegas. Baru saja Abby menikmati dan ingin membalas, wanita itu menjauh.

"Shit!" gumamnya.
"Maaf nona manis, aku harus pergi."

"Kenapa?"

"Kucingmu mulai mengendus bauku."

"Lalu?"

"Lalu....ciuman balasannya nanti saja kalau kita bertemu lagi. Selamat tinggal, A-B-B-Y", dia mengeja nama Abby dengan penekanan yang...how to say...menggoda (?)

"Tunggu! Jangan datang dan pergi seenaknya!" Abby berteriak sembari mengejar wanita itu yang makin tampak remang-remang.

"Ahahaha...sampai jumpa nona manis!" wanita itu mengedipkan sebelah mata dan mengacungkan dua jari -tengah dan telunjuk- lalu melambaikannya. Suaranya ikut menghilang bersama sosoknya.

Abby berhenti mengejar dan terpaku ditempat. Sampai tiba-tiba dia merasakan tubuhnya sendiri tertarik entah kemana.
Kemudian...

DEG!
Seketika itu juga Abby terbangun dan bangkit dengan tergesa, mengingat-ingat mimpinya dengan setengah percaya. Dia menyentuh bibirnya. Sedikit basah. Melirik ke samping, gordennya melambai-lambai tercambuk angin malam sementara jendela kamarnya terbuka. Bergegas dia melongok keluar, dikejauhan tampak sesosok samar berkelebat. Entah makhluk apa, yang jelas gerakannya cepat dan gesit, melompat dengan empat kaki dan tampak seseorang berada diatasnya. Bayangan itu hanya nampak sesaat sampai beberapa detik kemudian -satu atau dua detik- menghilang.

Lagi, jari-jari Abby menyentuh bibirnya. Pikirannya berkecamuk.
Tidak, tidak. Itu hanya mimpi.
Tapi bolehkan jika aku berharap itu adalah kenyataan?


[ FIN ]


Errr....chapt ini cerita na nggak fokus.
Tadi na saya mau pisahin cerita ini jadi dua, antara adegan pulang sekolah dan waktu Abby bermimpi. Tapi klo gitu, masing2 chapt cerita na jadi pendek.
Yah, saya maksain banget emang biar cerita per-chapter na panjang =A=

Thursday, June 10, 2010

Farewell, Merry... (One Piece)

Thursday, June 10, 2010 3 Comments Stored
"Hei, teman-teman! Lihat itu, ada pulau!"
Lalu kehebohan pun terjadi gara-gara seruan si kapten ribut ini.

"Zoro, jangan tidur disitu! Ini kan tempatku! Kau tidur di tempat lain saja!"
Dan perselisihan kecil pun tidak bisa dielakkan.

"Aduh, Usopp, kau ini bagaimana! Kayu yang ini belum diperbaiki! Nanti kalau bocornya tambah besar bagaimana?!"
Yah, aku suka mendengar celotehan nona navigator itu.

Tapi sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan.
Aku tidak bisa, tidak bisa lagi untuk berlari.
Padahal sebenarnya, aku ingin terus bersama kalian.
Selamanya..

Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan kalian di desa Syrup.
Dan aku bisa merasakan betapa bahagianya kalian ketika mempunyai kapal baru.
Karena aku juga merasakan hal yang sama..

Aku tidak keberatan sedikitpun saat badanku dimodifikasi untuk pergi ke pulau langit.
Yah, walaupun saat itu tampilanku jadi mirip seperti ayam jantan^^'
Sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan!
Untuk pertama kalinya aku berlayan di atas angin, bukan di atas lautan seperti biasanya.
Mungkin hanya sedikit kapal yang merasakan pengalaman yang sama..
Aku kapal yang beruntung..

Kuakui, setelah petualangan yang mendebarkan sekaligus melelahkan di pulau langit, tubuhku jadi semakin lemah.
Akupun sadar, kerusakanku sudah sangat parah sampai tidak mungkin bisa diperbaiki.
Tapi Usopp tetap bersikeras mengajakku ikut bersama dan terus berpetualang.
Ah, andai aku bisa. Andai aku bisa, Usopp, aku pasti dengan senang hati akan mengantar kemanapun kalian pergi.

Luffy benar, dia tidak mungkin terus membawaku.
Dan jangan khawatir, kapten. Aku tahu alasan sebenarnya kau mengatakan hal itu.
Justru karena kau sayang padaku, kau tidak ingin aku lebih menderita dari ini.
Iya kan, calon raja bajak laut?
Aku tahu itu! Karena aku pun menyayangi kalian..

Bukankah kalian berdua adalah orang pertama yang menaiki ku?
Bukankah kalian berdua adalah orang yang sangat menyayangiku dibanding siapapun?
Lalu kenapa kalian harus bertarung demi aku, kapal tua yang sebentar lagi akan mati?
Luffy, Usopp, tidakkah kalian tahu aku menangis saat melihat kalian berpisah?
Justru aku ingin disaat-saat terakhirku ini, aku bisa berkumpul lagi bersama kalian.

Untung saja Iceburg yang baik hati mau menolong mewujudkan impianku yang terakhir.
Membawa kalian bersamaku sekali lagi.
Berlayar bersama kalian untuk yang terakhir kali..

Di hari yang bersalju itu, saat hari penguburan ala bangsa Viking yang kalian lakukan, akhirnya aku bisa menumpahkan semua isi hatiku.
Kau benar, Luffy. Lautan itu dalam dan sepi.
Tapi aku tidak takut, sama sekali tidak! Karena aku mempunyai Nakama yang hebat seperti kalian.
Tidak, jangan seperti itu! Hapus air mata kalian!
Apa artinya semua kenangan bahagia yang kita lalui bersama kalau itu semua malah membuat kalian menangis?
Hei teman, perpisahan ini bukan berarti kita tidak bisa berjumpa kembali!
Apa? Kalian tidak perlu melakukan hal bodoh dengan meminta maaf padaku seperti ini!
Menabrakkanku ke gunung es dan semacamnya, membuat layarku koyak, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang patut dimintai maaf.
Untuk apa kalian minta maaf?
Aku yang seharusnya melakukan itu..

Maaf, aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini.
Aku ingin membawa kalian lebih jauh lagi.
Aku ingin berpetualang lebih lama bersama kalian, selamanya.
Aku bahagia, benar-benar bahagia..

***

Merry..
Terima kasih...

Sunday, June 6, 2010

Apa Itu Absurd

Sunday, June 06, 2010 2 Comments Stored
Sebenerna saya udah jelasin tentang Absurd di postingan ini. Secara singkat. Sekarang biar saya jelasin sekali lagi apa itu Absurd. Dengan penjelasan yang lebih kompleks.

Absurd adalah fanfiction original bersambung. Buatan saya. Dibikin dengan alasan iseng ngisi waktu luang. Awal pembuatan sekitar bulan Agustus 2009. Masih dibuat sampai sekarang dengan jadwal rilis yang nggak jelas. Maklum, saya nulis klo lagi mood aja, dan kalau sedang tidak malas. Saya sendiri sih pengenna terbit dua minggu sekali biar cepet tamat.

Sinopsis.
Title : Absurd
Author : Rain a.k.a [L]ain
Genre : ga jelas, fantsy n adventure dan hal-hal absurd lain na maybe?
Rating : Teenagers
Language : Indonesia

Berseting di bumi, dua orang gadis berusia 16 tahun bernama Abby Gale dan Keira Way menjalani kehidupan mereka dengan normal sampai kemudian dihadapkan pada satu hal mereka anggap Absurd. Bersama dengan makhluk unik yang disebut ras Sathoclea dari dunia Nymph bernama Nite, mereka mulai berkenalan dengan hal-hal yang belum pernah mereka tahu sebelumnya, seperti ZeaL, api kehidupan, perjanjian, bahkan pertarungan tak kenal belas kasihan. Bisakah mereka bertiga mengembalikan api kehidupan sang Pangeran Phoenix dan membuat Dewi Nymph berhenti menyenandungkan lagu-lagu sendu? Dapatkah mereka menemukan api kehidupan itu jauh lebih dulu dari si keturunan penyihir hitam Nymph dan mencegah kehancuran dunia?

Saya maklum klo kalian menganggap plot diatas udah pasaran.
Eniwei diawal cerita, Abby saya kasih nama Abby Gill. Tapi begitu menginjak chapter 10, namana saya ganti jadi Abby Gale. Entahlah, pertama kali saya pengen ngasih nama Abigail, dan kemudian setelah dipikir lagi saya pengen satu nama yang lebih simple. Jadilah Abigail itu saya "pecah" menjadi Abby Gale. I mean, kedua nama itu jika diucapkan bernada sama bukan? Terinspirasi dari vokalis Evanescence, Amy Lee, yang bernada sama dengan nama Emily. Konyol.
Saya pengen satu nama yang American, tapi nickname na terdengar Japanese. Nama panggil Keira (dalam Absurd) adalah Kei. Disitulah awal nama Keira Way. Jujur saya pusing memikirka nama belakang Keira. Saat kehabisan ide, saya asal nyomot nama Gerard Way, vokalis MCR yang emang saya suka. That's the "Way" it is...swt sekali =="
Untuk nama Nite, awal saya berpikir sama seperti nama Abby, penulisan beda, pengucapan sama. Dan entah kenapa saya kepikiran kata Night =="

Saya seneng waktu ada salah seorang pembaca yang komen, "Klo Absurd dijadiin komik pasti keren".
Sekeren itukah? Atau kata keren disana hanya basa-basi? Takut berkata yang sebenarna klo cerita Absurd itu cetek? Gpp minna, justru saya pengen jujur aja, klo jelek ya jelek. Biar saya koreksi mana yang kurang. Tapi nggak mau munafik juga, saya emang ngarep Absurd jadi manga xD
Banget! Tapi berhubung skill gambar cetek, jadi sepertina mustahil. Saya juga belum rela minta orang buat bikin character design Absurd. Sebenerna saya udah bikin char design na cuma belum sempet di-scan. Nanti saya posting dah di blog.
Gimana klo jadi novel? Author mana yang nggak seneng fict bersambung na dijadiin novel! Cuma impian saya nggak muluk-muluk kaya gitu. Saya nulis Absurd bukan dengan tujuan pengen jadiin cerita ini menjadi besar. Hanya untuk kepuasan pribadi.
Jangan gitu, siapa tau kan klo rejeki.
Oke, ambil baikna, saya menjadikan Absurd sebuah projek ambisius dan mati-matian bikin cerita yang bagus untuk kemudian diajukan pada penerbit lokal. Rejeki siapa tau. Blog Kambing Jantan aja bisa jadi novel, jadi film pula. Sebuah contoh yang patut dijadikan pemacu semangat. Menjadi penulis terkenal seperti Raditya Dika, siapa nolak? Tapi, jangan lupa, Absurd itu cerita fiksi yang bernuansa YURI. Indonesia belum siap buat culture macam itu. Ambil baikna lagi, Absurd berhasil jebol jadi novel. Paling seminggu abis penerbitan bakal dicabut karena ada unsur yuri.

Sekali lagi, saya nulis Absurd bukan buat dijadiin novel ato gimana. Cita-cita saya nggak setinggi itu. Saya cuma pengen nulis fict. Saya juga nggak begitu berharap bakal banyak yang baca Absurd. Sama kaya waktu nulis postingan ini, saya nggak berharap ada orang yang minat baca tulisan sepanjang ini. That's it. Tapi klo ternyata ada editor Jepang (yang fasih berbahasa Indonesia) yang nggak sengaja baca n tertarik terbitin Absurd bahkan dijadiin anime sih ya gpp xD XD XD

Metode penulisanna sendiri SKS, sistem kebut semalam. Pada saat menulis satu chapter, saya nggak nyicil. Maksudna gini, tiap nulis satu chapter, saat itu juga harus saya selesaikan. Nggak ditunda atau cuma nulis setengahna untuk kemudian disambung besok. Pokokna sekali ngetik satu chapter, saat itu juga harus selesai. Saya nggak matok gitu juga sih, bukan takut lupa ide atau gimana, cuma sejauh ini ya begitulah ternyata keadaan waktu nulis. Jadi saya nggak merencanakan plot tiap chapter akan seperti apa. Semua ide muncul secara spontan. Begitu pegang keyboard, semua ide yang melintas di otak langsung diketik. That's it. Biasana sekali ngerjain bisa antara 2-5 jam per chapter.

Klo ditanya inspirasi nulis Absurd dari mana, jelas dari novel Narnia karya C.S. Lewis. Awal kenal Narnia itu waktu film na yang pertama: The Lion, The Witch, and The Wardrobe keluar. Saya langsung kagum berat sama efek CG na yang super HQ. Bahkan kalau nggak salah di tahun film itu keluar, 2005, Narnia disebut sebagai film kolosal yang memamerkan makhluk-makhluk unik terbanyak. Pesta makhluk aneh terbesar sejagat raya. Saat itu juga disinggung kalau Narnia sudah mampu disejajarkan dengan Lord of the Rings dan Harry Potter dalam hal efek dan CG. Maklum, para pembuat latex Narnia ternyata veteran LotR. Dan memang pantas disejajarkan. Salah satu projek ambisius.

Oke, kembali ke masalah novel. Saat itu juga setelah selesai nonton Narnia, saya langsung sesumbar pamer sama temen-temen soal betapa keren Narnia, betapa edan grafik Narnia, dll. Satu hal yang tak terduga, saat ulang tahun kala itu, sahabat saya Nira memberi kado 3 buah novel Narnia sekaligus. Ga bisa digambarkan deh senengna saya waktu itu. In fact, awalna saya sendiri nggak tau klo Narnia itu asalna dari novel. Thx to Nira yang secara nggak langsung ngasih tau betapa indah tutur kata dunia novel Narnia. Selalu dari tahun 2005, jika sedang tidak malas saya pasti baca ulang semua novel Narnia. Nah, waktu bulan Agustus 2009 itu salah satu saat dimana saya baca ulang. Waktu itu saya mikir, "Bisa nggak ya bikin novel sebagus ini?". Kemudian saya nyoba bayangin sebuah dunia yang penuh dengan hewan-hewan ajaib ala Narnia. Tapi saya mikir lagi, nggak mungkin saya plek-plekan ikutin semua. At last saya bayangin dunia yang cukup dihuni hewan "normal" seperti kucing, anjing, elang, dll. Bukan hewan ajaib seperti faun, centaur, dll. Tambah imajinasi dari anime / manga Jepang. Semua binatang itu adalah petarung yang mempunyai master. Dan mereka imut (?) juga manis (?!). Tipe bishoujo dan bishounen.
Intina, soal gaya bahasa banyak terpengaruh dari Narnia. Plot dan chara terinspirasi dari anime / manga.

Apa lagi ya. Sepertina gitu aja cukup.
Yang minat baca cari aja di kategori Absurd, nanti muncul semua chapter.
Yang paling penting komen! I need it =,=

Thursday, June 3, 2010

Whispering Corridors (Yeogo Goedam)

Thursday, June 03, 2010 10 Comments Stored


Pernah denger film Korea yang judul na Whispering Corridors atau yang dalam bahasa asli na berjudul Yeogo Goedam? Ini satu-satu na film Korea yang aku suka......buat sekarang. Bahkan gara-gara film ini, aku yang dulu na anti Korea malah berbalik jadi suka. Errrr....ga suka-suka amat sih

Buat yang belum nonton, silakan cari review na sendiri. Malas bikin. Klo perlu tonton langsung. Donlot. Lagian yakin klo dibikinin review juga nggak ada yang mau baca! D:
Share kesan-kesan abis nonton film ini aja yuk (_ _ )">

Dari 5 seri WP (/me lebih suka singkat film ini WP) yang keluar sampe taun 2009, mana yang paling kalian suka? Aku jelas suka yang ke 3 (Wishing Stairs) n ke 4 (Voice). Yuri na soft, n indah xD
Tunggu. YURI???
Errr....emang ada unsur yuri. Bisa dibilang yang paling bikin aku suka sama film ini ya yuri na xD
Soal na klo masalah plot sendiri, buat ukuran film horor, alur na rada nggak jelas. Unsur seram na jelek klo boleh dibilang. Gatau dah, tapi banyak juga ternyata suka film ini. Mungkin gara-gara aku terlalu fokus sama yuri na jadi horor na ga terlalu diperhatikan xD

Yang mengagetkan, banyak juga orang bukan Yuricon yang suka sama WP tanpa curiga unsur-unsur romance yang diselipin di sebagian besar cerita na. Maybe mereka nganggep, "persahabatan orang Korea emang gitu kali, beda sama kita". Ya baguslah tapi XD XD XD

BTT. Klo diperinci, yang paling cocok dibilang yuri itu cuma WP ke 2 (Memento Mori) sebener na. Ebuse belum apa-apa udah disuguhi adegan kisu. Edan. Lebih klop dibilang love drama daripada horor. IMO sih =3
But I like that xD

Klo WP ke 1, 3, 4, n ke 5 (A Blood Pledge / Suicide Pact) dibilang shoujo-ai aja udah cukup. Ga terlalu berat n edan kaya WP 2. Tapi biar nggak rancu, bilang yuri aja ya :D

Nah, WP 3 n 4 are my fave. Kenapa? Itu tadi, yuri na soft n indah ~(-_-~)

Apalagi yang ke 4. Ngeliat dari awal gimana relation Sun-min and Young-eon. Super sofffttt!!! Berasa nonton Marimite scene Sachiko-sama & Yumi xD. Adegan fave itu.......SEMUA adegan dimana Sun-min lagi berduaan sama Young-eon dah pokok na xD. Very romantic. Adegan flashback dimana Sun-min sering poto bareng sama Young-eon, becanda bareng, sampe ujung na Sun-min nangis nyesel gamau kehilangan Young-eon. Touching.
Ah.....Sun-min.....my prince *blush*




WP 3. Another fave. To be honest, aku nonton WP itu ga berurutan. Dimulai dari WP 3 dulu, terus 4, terus 1, 2, terakhir 5. Awal liat WP 3 langsung suka gara2 ada yuri na =,=
Awal liat So-hee langsung terpikat! What a beautiful, what a pretty, what a cute ojou-sama *nosebleed*
White porcelain skins, red cherry lips....kyaaaa!!!


Sempet bilang ngehe juga sama Jin-sun waktu dia reject So-hee.
"Kim So-hee. I'm sick of you. You make me miserable."
Ano, yang itu, dialog sebelum So-hee nggak sengaja kedorong jatuh dari tangga. It doesn't matter sih tapi. Banyak scene fave juga xD
Bahkan mereka jauh lebih mesra dari Sun-min x Young-eon. Jelas. Beda na, ini one-sided. Seperti kata So-hee, "Jin-sung, you don't seem to like me as much as I like you".
Ah, waktu di wishing stairs, Jin-sung nanya ke So-hee, "What do you want? Be a famous ballerina?"
So-hee jawab, "All I want is you". Ahhhh.....my fave quote! Uguuu~ >_<
So-hee peluk Jin-sung dari belakang sebelum ga sengaja kedorong. Ahh....hug me too!!!!
So-hee nginep di asrama Jin-sung. Ah.....I want it to!!!
So-hee "menghancurkan" rambut Jin-sung sampe keriting.


I love the way So-hee calls Jin-sung with Jinny.
Scene sebelum ending, hantu So-hee datang terus peluk Jin-sung *plus membunuh*
Fave banget sama adegan itu. Dialog na juga xD


So-hee:
Jin-sung, don't go
why do you avoiding me?
I've been waiting here for you
Jin-sung
You're all I have, Jin-Sun
I guess we can never go back?
I'm scared to leave you here and go alone

Jin-sung:
I'm sorry
I didn't hate you
I just...I just wanted to win once

So-hee:
It's okay
We're friends

Jin-sung:
Will you forgive me?

So-hee:
Of course...
How could I ever hate you?
Jin-sung...
You don't seem to like me as much as I like you
From now on
Don't make me wait a long time for you
I wanna be with you forever

Inti na, this movie made me wanna watch it over and over. Again and again. Very recommended buat yang suka yuri :}
Buat yang mau rekomendasiin WP ke orang yang ga suka yuri, sodorkan WP ke-3 n 4 dulu, terus 1. Terus 5. Terakhir keluarkan jurus andalah, WP-2. Fufufu....

Gimana yah klo ada WP alter world dimana main chara na So-hee sama Sun-min (perfect couple versi saya) yang bikin diary bareng. Trus ga sengaja diary na kepungut sama Min-ah yang ujung na jadi stalker mereka berdua. Ada juga Cho-ah sebagai penasihat spiritual. Tambahkan villain, si cewe Dekochin jidat lebar dari WP 2 itu yang entah siap nama na I dun care. Buat "love sign" Sun-min n So-hee, pake lonceng yang kaya di WP 1 itu. Terakhir disaat mereka sadar cinta tak bisa disatukan, bunuh diri bareng mirip WP 5. Damn, sini saya yang jadi sutradara....


[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top