Thursday, May 21, 2009

Otaku

Thursday, May 21, 2009 14 Comments Stored
Siapa yang ngerasa otaku?
Atau saya harus ganti pertanyaannya jadi..siapa yang suka ngaku-ngaku otaku?
Baru tau Naruto dikit doang udah ngerasa otaku, baru suka cosplay doang udah ngaku otaku, baru kenal Laruku bentar dibilang otaku, mentang-mentang tau Suzumiya Haruhi No Yuutsu aja ngaku otaku.
What the hell...?!

Well, imej otaku dimata orang Jepang sekarang udah setara kaya Nerd buat orang Amrik. Beda sama Jepang yang mengecap otaku itu aneh bahkan cenderung hikkikomori, orang Amrik yang ngerasa dirinya otaku justru bangga, karena mereka ngerasa tau hal tentang anime / manga lebih banyak dari orang lain meskipun cuma sedikit. Maybe karena hal-hal begituan emang jarang buat culture mereka. Sama kaya orang Indonesia, kita justru bangga klo ada yang dibilang otaku. Kayanya otaku itu gelar tertinggi yang dikasih buat orang gila anime dan ada kebanggaan tersendiri jika menyandangnya. Entah deh ada yang terobsesi jadi Otaking atau nggak (yang nggak tau Otaking, tonton Otaku No Video).

Dan kadang suka sebel sendiri sama orang yang doyang ngomong, "Hei, gw otaku loh" atau "Yah, apa boleh buat, otaku kaya gw udah ga aneh sih jarang bergaul" dan "Gw lebih seneng temenan lewat internet, abis na gw yang otaku ini bleb..bleb..bleb.."

Nyeh! Sombong amat! Seberapa otaku na sih lu?! ~(-_-~)

Daripada otaku, saya lebih suka dibilang Anime Freak karena kesannya lebih netral aja, nggak lebay. Dan daripada otaku, saya lebih meneriman klo dipanggil Nerd

Why? Karena Rain aslinya memang Nerd


Sama lebaynya


O-oke, itu cuma opini pribadi. Sekarang kita ke pengertian otaku itu sendiri...

Source : Animonster #81 December 2005

Apa sih otaku? Sering dengar, tapi artinya kok tidak jelas. Kata Otaku sendiri berarti 'rumahmu' atau 'kamu' dan mempunyai konotasi formal. Jadi aneh jika menggunakan kata 'otaku' dalam pembicaraan sehari-hari dengan teman. Tapi sejak sekitar akhir tahun 70-an, arti dari otaku mulai bergeser. Konon awalnya adalah ketika kalangan penggemar anime/manga ketika bertemu mereka menyapa, "Bolehkan saya melihat koleksi kamu [=otaku]" dengan bahasa yang sopan. Menurut Toshio Okada [salah satu pendiri Gainax, yang kini mendalami budaya otaku], istilah otaku berasal dari kreator Macross [1982], Shoji Kawamori dan Haruhiko Mikimoto yang bekerja di Studio Nue. Keduanya belajar di Universitas Keio [yang dikenal sebagai institusi pendidikan terhormat], mereka menggunakan kata 'otaku' untuk saling menyapa. Kemudian staff Studio Nue juga turut menggunakan sapaan otaku, hingga menular ke kalangan fans Macross.

Tahun 1983, istilah 'otaku' untuk menyebut fans digunakan dalam artikel Otaku no Kenkyu dalam majalan Manga Burikko yang ditulis oleh jurnalis Akio Nakamori. Ia menyebut fans sebagai otaku-zoku [generasi otaku] dan menulis bahwa otaku itu anti sosial, tertutup dan aneh. Istilah otaku itu semakin negatif ketika kasus pembunuhan 4 orang anak perempuan oleh Tsutomu Miyazaki tahun 1989 membuka fakta bahwa Miyazaki adalah seorang 'otaku' yang tidak dapat memisahkan antara kenyataan dengan khayalan yang ia konsumsi melalui manga dan anime [yang kebanyakan mengandung unsur pornografi/hentai dan kekerasan].

Terlepas dari stereotyping dan kasus yang dikaitkan dengan definisi otaku, sebenarnya otaku tidak terbatas pada anime dan manga saja. Di Jepang label otaku bisa diberikan bagi orang yang tergila-gila pada artis, game, militia [hal-hal yang berbau militer], kaiju [monster seperti Godzilla, dll], cosplay, imperial [hal-hal yang berhubungan dengan kekaisaran Jepang sejak zaman kuno], dll. Bukankah itu sama saja dengan fandom apapun di seluruh dunia? Fans sepak bola, penyuka mobil balap, Harry Potter, dsb. Intinya, otaku adalah sebutan untuk orang yang sangat menggemari sesuatu. Tetapi, berbeda dengan fans pada umumnya, otaku mempunyai arti yang lebih spesifik [juga karena pergeseran budaya di sana]. Otaku adalah fans berat dan fanatik, yang sering kali [walau tidak semua] juga berperilaku tertutup dan tidak mudah bersosialisasi. Otaku lebih nyaman berhubungan dengan sesama otaku atau dengan objek yang disukainya [misalnya anime, manga, game]. Dengan segala kecanggihan tekhnologi di Jepang, otaku lebih sering berhubungan dengan sesama otaku melalui internet, tanpa kenal nama asli maupun sosok orang yang sebenarnya. Mereka bertukar informasi karena bagi otaku, informasi adalah segalanya. Sekecil dan sesepele apapun informasi itu, yang penting mereka tahu. Adalah kebanggaan bila tahu suatu informasi yang tidak/belum diketahui oleh orang lain atau sesama otaku. Jadi bagi otaku, nama anjing peliharaan mangaka favoritnya atau pekerjaan ayah artis idolanya itu sangat penting. Informasi juga menjadi ukuran seberapa hebat dirinya sebagai otaku. Karena itu para otaku sering disebut sebagai maniak karena kesukaan mereka pada sesuatu benar-benar total.

Sayangnya, karena sebagian otaku ini bersikap anti sosial, tertutup, dan nampak aneh bagi orang-orang yang non-otaku, jadilah anggapan umum bahwa otaku adalah buruk. Hal ini juga didukung oleh perilaku kriminal ataupun kelainan jiwa dari tidak sedikit otaku yang membuat definisi otaku semakin negatif. Label otaku sekelas dengan "nerd" di Amerika Serikat [USA] yang dinilai tidak dapat berlaku sewajarnya di lingkungannya. Namun di USA sendiri, label otaku justru disandang dengan penuh rasa bangga oleh penggemar anime/manga. Karena anime/manga masih menjadi hobi yang jarang, fans merasa diri mereka unik dan bangga menjadi 'otaku' yang tahu lebih banyak soal anime/manga daripada orang lain. Bagi fans di Indonesia, sedikit banyak sama dengan fans USA yang bangga menjadi otaku karena tidak tahu di Jepang istilah otaku mempunyai arti yang cenderung negatif.

Untuk istilah otaku, karena tahu pada walnya arti otaku tidak mengandung unsur negatif, rasanya sah-sah saja menyebut fans yang memang tahu banyak soal anime, manga, atau J-music sebagai otaku. Tapi itu hanya untuk membedakan antara fans yang kadarnya biasa-biasa saja dengan hardcore fans/fans berat. Apalagi kalau fans itu tidak melakukan sesuatu yang buruk.

Artikel ini memang terlalu pendek untuk menjabarkan apa arti otaku sesungguhnya dari berbagai aspek. Tetapi yang penting, otaku bukan sesuatu yang mati. Otaku bisa berkembang dan bergeser artinya dipengaruhi oleh perilaku orang yang menjadi subjeknya, yaitu kamu sendiri. Terserah kemana fans akan membawanya, apakah ke arah yang positif, atau justru membuatnya semakin negatif?

Disconnected

Thursday, May 21, 2009 0 Comments Stored
I want to talk to someone..
Who can I talk to?

Are the memories so disjointed?
And, when did I get this head wound?
I just..I mean..I feel so Disconnected..
I don't think there's anything keeping me grounded here.
If I'm not grounded, I'll just dissapear, right?
I'm not connected, I'm not connected to anybody..

So why do I exsist?
Why am I alive?
When I thought about this I could find no answer.
But as you live you need a reason, otherwise it's the same as being dead..

If there's no one left to replace me, then I willl take that regular daily life and uninstall.
I'm devoid of any feelings, excepted an impulse to destroy everythng and anything.
It came from beyond the extreme reaches of our reality.
It came to laugh at my naive existence.

I have no choice but to pretend that I'm a warrior who knows no fear.

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top