Friday, January 23, 2009

Whaddya think about, War???

Friday, January 23, 2009 2 Comments Stored
Saya nggak mau komen apa-apa.
Udah terlalu banyak yang komen ini itu =,=

Tapi klo mau jujur sih, saya setuju 404% *loh* sama postingan p-chan & postingan TenRyu.

Klo boleh, saya pengen bilang apa yang Cagalli bilang..
"Karena ada yang dibunuh maka kamu membunuh.
Karena kamu membunuh maka kamu dibunuh.
Apa dengan begini akhirnya akan tercipta sebuah perdamaian?"



Siggy salah satu member Nakama, Ussop





Wednesday, January 7, 2009

Band fave saya masih tetap SO7

Wednesday, January 07, 2009 6 Comments Stored
Saiaa benar-benar insane soal soundtrack anime. Alasan na pasti kalian tau sendiri kenapa. Tapi bukan berarti saiaa tergila-gila pada J-Music. Kenyataan na, saiaa nggak terlalu freak sama Laruku sepeti pecinta J-culture lain na. Bukan hanya Laruku, band seperti Diru, A9, Gazette, Nightmare, dan deretan band papan atas Jepun lain na juga nggak terlalu menarik perhatian saiaa.

The only time when I put some respect on them is, 'when they sing a song for anime soundtrack'.

Rain bukan tipe orang yang akan langsung membeli kaset bajakan ketika lagu baru keluar. Entah itu lagu Indonesia, Inggris, atau Jepang sekalipun. Rain is tipe orang yang butuh waktu lama untuk menyukai sesuatu, termasuk soal musik. Jadi jangan heran jika lagu-lagu favorit na saat ini adalah lagu yang sudah cukup jadul seperti A Thousand Miles (Vanessa Carlton) , Big World (Emilia), Aluminia (Death Note OST/ Nightmare), Devils Never Cry (DMC3 OST), Passion (KH OST / Utada Hikaru), Kannazuki No Miko OST (KOTOKO), bahkan sampai Knocking On Heaven's Door.

Well, tentu saja jika itu adalah lagu berbahasa Inggris, syarat 'when they sing a song for anime soundtrack' tidak akan berlaku. Saiaa sudah menyukai lagu berbahasa Inggris jauh sebelum kalian menyadari bahwa saiaa seorang yuri (?).

Tapi jujur saja, soal lagu karya negeri sendiri amat sangat tidak menarik menurut saiaa. Tapi setelah 1 setengah tahun lalu ketika masuk ke jurusan IPS di SMA, pemikiran 'tidak mencintai produk dalam negeri' itu perlahan menghilang. Bagaimana tidak, setiap hari saiaa dicekoki oleh pelajaran sosial yang menekankan tentang betapa penting na persatuan dan kesatuan bangsa. That's suck! Suck, but great. Apalagi setelah saiaa mendengar pusisi konyol plus ancur salah satu teman saiaa ketika pelajaran PKn, pada salah satu syair na terdapat kata-kata "Indonesia adalah tempatku lahir dan mati". Well, that's pretty DAMN cool, I guess. Orang sebodoh dia bisa mengatakan sesuatu yang pintar.

To be honest, sampai sekarang saiaa memang masih gengsi kalau harus mendengarkan, apalagi menyanyikan lagu berbahasa Indonesia di hadapan orang lain. Kesan na nggak elit, nggak berbobot, nggak berkualitas. Semua lagu Indonesia itu sama aja, pop cengeng yang menceritakan soal cinta. Tapi setelah insiden waktu itu, dimana karya cipta bangsa Indonesia malah diakui negara lain, pemikiran saiaa sekali lagi berubah.

"Ternyata sesuatu yang kita anggap nggak berkualitas malah dianggap sesuatu yang mengagumkan oleh orang lain sampai mereka mencuri na dari tangan kita."

Dan sekarang kuping saiaa sudah mulai mau diajak berkompromi. Sedikit banyak saiaa mulai mendengarkan lagu dalam negeri, meski tidak banyak dan itupun dilingkupi oleh rasa selektif yang tinggi. Saiaa mengakui, dibandingkan dengan lagu berbahasa Inggris dan Jepang, lagu berbahasa Indonesia memang masih kalah buat saiaa. Tapi bagaimanapun juga, saiaa tidak mau dicap sebagai anak yang tidak memiliki rasa patriotisme tinggi, yang lebih mengagung-agungkan budaya bangsa lain daripada budaya bangsa sendiri. Saiaa mau menjadi anak Indonesia yang bisa dengan ikhlas berjuang demi kemaslahatan negara *LOL*. Salah satu na dengan mendukung musik lokal.

Speaking about a kind of band I love the most, errr, sebener na nggak ada =,=. I mean, memang ada, tapi itupun nggak ng'fans amat. Band luar sudah jelas Evanescence is the best. Aura gothic mulai dari lirik, aransemen, sampai vokal khas Amy Lee yang terkesan mengandung kata 'loneliness' sangat teramat menghipnotis saiaa. Bahkan saiaa sempat terjerumus ke dalam genre rock, metal, dan punk. Untung saja Juan nggak melanjutkan 'serangan' mematikan na itu. Jadilah saiaa sempat ng'fans berat sama MCR, A7X, Saosin, Walls Of Jericho, dan Alesana hampir kena. Band lokal? Masih tetap Sheila On 7. Kalau band yang satu ini, saiaa suka karena musik na memang enak dan nggak melulu soal cinta, juga nggak terlalu cengeng (meski yang seperti itu kebanyakan mendominasi, sih =,=). Bahkan saiaa yang selama ini nggak pernah beli kaset musik ori, sempet punya niatan buat beli CD ori mereka hanya gara-gara kecanduan lagu Betapa dan Yang Terlewatkan!

Kalian tau Closehead? Ngg, wajar klo nggak tau, soal na itu band indie Bandung. Saiaa juga baru tau mereka pas awal kelas 3 SMA, gara-gara siswa laki-laki pada menyanyikan lagu mereka. Ketika pertama kali mendengar, saiaa langsung suka. Bukan gende pop yang mereka usung, tapi lebih ke arah easy rock (itupun klo saiaa nggak salah sebut =,=). Lagu na asik, tema na kebanyakan soal kehidupan sehari-hari, melodi na keren, pokok na band Indie yang paling saiaa agungkan. Jika ingin mencoba, just try to listen Berdiri Teman, Mati Rasa, Menjelang Hilang dan Hip of Life (Percayalah).

Thursday, January 1, 2009

Reborn

Thursday, January 01, 2009 4 Comments Stored
Hei..hei..
Kemana blog yang dulu?
kok ilang?
well, saya sendiri sudah cape hate ngurusin [L]ain Disconnected yang dulu, yang nggak bisa dikasih komen..
Maka na, delete aja!!!

And, this is the new face of [L]ain Disconnected
Reborn!!!


Unn..
Isi na mah sama aja sih, tentang hal-hal gajeb yang nggak guna..
Please don't be enjoy (?)

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top