Tampilkan postingan dengan label Anime Manga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anime Manga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 08 September 2011

Weaboo dan Wapanese

Kamis, September 08, 2011 65 Comments Stored
Sering dengar kedua istilah diatas tapi belum tahu artinya? Atau masih asing di telinga kalian dan baru pertama kali ini mendengar? Postingan berikut akan menjelaskan apa sebenarnya Weaboo dan Wapanese itu. Isi artikel MURNI hasil salin tempel dari sumber yang gua sebut dibawah, it means gua TIDAK MEMILIKI tulisan ini. Okeh mamen >:3

Sumber: Kaskus

Artikel di atas ditulis secara apa adanya. Sebaiknya dibaca baik-baik hingga selesai untuk menghindari trolled. Penulis mohon maaf apabila ada kekurangan atau kata-kata yang menyinggung perasaan.

Originally written by Haekel Needs a Girl!
January 19, 2010


Weaboo adalah seseorang yang terobsesi dengan budaya Jepang, dan mereka cenderung untuk bertingkah laku seperti orang Jepang, padahal mereka bukanlah orang Jepang, bukan lahir di Jepang dan bukan warga negara Jepang.

Sementara pengertian Wapanese adalah seseorang yang cenderung bertingkah laku seakan-akan mereka tinggal di Jepang, meskipun mereka bukan warga negara Jepang dan tidak tinggal di Jepang, mereka berharap mereka terlahir dan hidup di Jepang.

Ungkapan Weaboo atau Wapanese memiliki suatu kesamaan dimana ungkapan ini ditujukan kepada mereka yang terobsesi dengan budaya Jepang, tidak hanya terbatas pada anime, manga, atau game, tetapi lebih ke budayanya atau yang mereka anggap 'sangat Jepang' atau sesuatu yang membuat mereka seakan-akan mereka berada di Jepang, sekalipun kenyataannya mereka BUKANLAH di Jepang.

Weaboo atau Wapanese dianggap 'retarded' atau terbelakang karena mereka dianggap kurang menghargai budaya bangsa dan negaranya sendiri (untuk yang sudah tingkat parah).

Berikut ini adalah ciri-ciri weaboo atau wapanese yang sering ditemukan di Indonesia:

  1. Cenderung mengubah namanya (baik nama panggilan maupun nama di situs-situs social networking, forum, dan sebagainya) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang (biasanya nama dari tokoh favoritnya), atau kalau perlu lengkap dengan kanji/hiragana/katakananya. Pengubahan nama ini pun tidak hanya secara parsial namun secara keseluruhan.

    Contohnya misalkan nama aslinya sesuai KTP adalah Dwi Ayu Anggraini, biasa dipanggil Ayu, ia terobsesi dengan anime/manga Shuugo Chara, lalu ia mengubah namanya menjadi Hoshino Hinamori, kecuali kalau namanya Ayu Hinamori, atau Ayu 'Hinamori' Anggraini, setidaknya dia masih mencantumkan nama pemberian orang tuanya.

    Perubahan nama mereka ini cenderung cukup mengganggu (terutama dalam social networking seperti Facebook) karena cenderung menyulitkan orang lain untuk mencarinya kecuali teman-teman satu minat yang sering bersamanya, apalagi jika namanya sering berubah-ubah.

    Penggunaan partikel -chan, -kun, -san, dan sebagainya masih bisa ditoleransi.

  2. Profile photo, terutama dalam social networking seperti Facebook biasanya menggunakan tokoh anime/manga, aktor/aktris Jepang, atau orang Jepang yang lagi cosplay, nyaris tidak ada foto asli.

    Kalaupun menggunakan foto asli, biasanya diedit biar terasa nuansa Jepangnya misalnya dihias dengan tulisan Jepang atau bagian jerawatnya ditutupi dengan bunga sakura, misalnya.

  3. Suka atau sering mengikuti acara cosplay (costume playing), dan biasanya kostum yang dipakai adalah yang berkaitan dengan budaya Jepang, misalnya yang cewe menggunakan yukata, kimono, gothic lolita, seifuku (seragam sekolah untuk cewe), dan sebagainya. Untuk yang cowo biasanya cosplay menggunakan pakaian seperti yang dipakai oleh personil band-band Jepang (J-pop atau J-rock) seperti L'arc~en~Ciel, Gazette, Morning Musume, Dir en Grey, dan sebagainya.

    Umumnya rambut mereka pun ikut diwarnai, padahal banyak juga tokoh anime, manga, game, atau aktris/aktor Jepang yang berambut hitam, sama seperti warna rambut orang Indonesia pada umumnya dan tidak perlu diwarnai.

  4. Menyukai lagu-lagu Jepang (J-pop dan J-rock), diatas 90% bahkan cenderung tidak menyukai atau membenci lagu dari negeri sendiri kecuali dari band negeri sendiri yang bernuansa J-pop atau J-rock seperti J-rocks. Lagu western pun kurang disukai. Playlist lagu mereka dipenuhi dengan lagu-lagu Jepang, kalau video dipenuhi oleh video klip lagu-lagu Jepang dan video live band/musisi Jepang favorit mereka.
    Padahal lagu-lagu dari negeri sendiri banyak yang bagus bahkan menurut saya pribadi, ada beberapa lagu pop Jepang (J-pop) yang kedengarannya tidak jauh seperti tipikal lagu pop Indonesia, misalnya lagu-lagunya Yui. Musik Indonesia tidak hanya sebatas di Inbox, Dahsyat, atau Mantap dan tidak hanya sebatas pop melayu yang sekarang jadi mainstream. Masih ada Maliq & D'Essentials, Andra & the Backbone, dan sebagainya. Atau yang indie seperti White Shoes & The Couple Company, Efek Rumah Kaca, dan sebagainya.

  5. Terobsesi ingin belajar bahasa Jepang, berharap mereka bisa tinggal di Jepang dan lancar berbahasa Jepang dengan orang sana. Perlu diketahui bahwa belajar bahasa Jepang itu tidak semudah yang dibayangkan, bahkan orang Jepang sendiri masih ada yang ambigu (karena ada beberapa kosakata Jepang yang sama pengucapannya tetapi beda huruf kanji dan maknanya), dan masih banyak orang Jepang yang kurang bisa membaca kanji. Apalagi Weaboo/Wapanese?

    Kadang bangga dengan Engrisu (Englishnya orang Jepang).

  6. Untuk mereka yang membuat manga atau illust dengan nuansa anime, chara (tokohnya) dinamai dengan nama-nama Jepang. Latarnya pun dibuar se-Jepang mungkin, misalkan dengan bunga sakura, memakai kimono/yukata, atau rumahnya seperti rumah orang Jepang. Jarang sekali kita lihat chara yang anime-ish dengan menggunakan batik, memakai nama orang Indonesia, atau dengan latar yang menggambarkan kehidupan di Indonesia sebenarnya.

    Kalaupun membuat manga dan ingin dipublish, pengarangnya menggunakan pseudonym (nama samaran) dengan nama-nama yang bernuansa Jepang dan tidak menggunakan nama asli. Kalaupun menggunakan pseudonym bukan nama yang bernuansa Indonesia.

  7. Dalam berbicara atau chatting, termasuk wall to wall di Facebook, cenderung menyelipkan bahasa-bahasa Jepang, seperti baka, arigatou, gomennasai, konnichiwa, sayonara, desu, dan sebagainya. Karena tidak semua orang mengerti bahasa-bahasa seperti itu kecuali kalau dengan temannya yang sehobi atau satu minat.

  8. Weaboo atau Wapanese seringkali diidentikkan dengan anime, manga, atau game, tetapi sebenarnya pernyataan itu kurang begitu benar, mengingat intensitas menonton anime, membaca manga, dan bermain game (game dari Jepang seperti Final Fantasy series atau Persona series) mereka yang saya tahu kurang begitu tinggi dan tidak setinggi otaku/nijikon/hikkikomori. Mereka lebih identik dengan budaya Jepang, baik budaya secara tradisional maupun kontemporernya.

    Mereka yang identik dengan anime, manga, atau game cenderung lebih tepat disebut otaku, hikkikomori (untuk yang jarang keluar rumah), bahkan nijikon (untuk yang terobsesi dengan cewe/cowo anime/manga/game). Sementara Weaboo/Wapanese umumnya lebih identik dengan J-music, dorama, tokusatsu, film action Jepang, dan budaya Jepang secara umum seperti bunkasai, bon odori, matsuri, dan sebagainya.

    Penjelasan lebih jauh tentang otaku: Pengertian Otaku

  9. Cenderung bangga dengan barang-barang asli dari Jepang. Kalaupun ada toko yang menjual barang-barang asli dari Jepang, mereka cenderung berbelanja di situ. Baik berupa makanan, figure, peralatan rumah, perabotan dapur, pakaian, dan sebagainya.
    Untuk beberapa benda yang khusus dijual di Jepang, seperti CD music, figure, book, hingga barang-barang limited edition pun mereka sampai membelinya dengan pre-order internet atau menitip kenalan yang pergi ke Jepang atau orang Jepang sendiri tidak peduli semahal apapun harganya atau serumit apapun bahasa yang digunakan 'bahasa planet'.

  10. Untuk makanan dan minuman, mereka cenderung membeli makanan/minuman khas Jepang, seperti sushi, donburi, ramen, ocha, takoyaki, okonomiyaki, dan sebagainya, termasuk makanan ringan seperti Pocky, senbei, atau minumannya Pocari Sweat.

  11. Weaboo atau Wapanese biasanya merupakan anggota yang fanatik atau yang paling niat dalam grup-grup tertentu, grup yang berkaitan dengan japan lovers atau cosplay khususnya. Grup semacam ini memang belakangan menjamur, baik di sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah orang yang minat dengan hal-hal yang berbau Jepang.

  12. Cowo Weaboo/Wapanese cenderung terobsesi menjadi bishonen, dimana rambut gondrong model harajuku dan full make-up khas personil band-band J-pop atau J-rock seperti Hyde atau Gackt.

  13. Untuk mereka yang hobi bermusik atau ngeband, biasanya membawakan lagu-lagu Jepang, jarang sekali terlihat membawakan lagu-lagu Indonesia atau Western. Nama band, grup, atau stage name mereka menggunakan nama-nama yang bernuansa Jepang, bahkan tidak jarang yang cenderung meniru bahkan plagiat grup/musisi Jepang tertentu.

  14. Menganggap bahwa Jepang adalah negara terbaik sedunia dan mereka berharap terlahir dan tinggal di sana karena mereka menganggap bahwa di Jepang itu serba ada dan serba enak, minimal melanjutkan sekolah di sana, dimana mereka yang pernah ke Jepang cenderung dikagumi oleh teman-teman satu minatnya.

    Padahal kalau kita sering menjelajah internet atau forum, atau sering membaca artikel tertentu tentang pengalaman hidup di Jepang, hidup di sana tidak seindah dan tidak semudah yang dibayangkan. Gaji di sana boleh relatif lebih besar dan dianggap lebih 'layak' daripada di Indonesia, tetapi hal itu seimbang dengan biaya hidup mereka di sana yang relatif besar. Belum juga termasuk perilaku masyarakat Jepang yang katanya relatif sibuk dan unfriendly, terlepas dari obsesi-obsesi mereka yang gila tetapi unik dalam teknologi dan inovasinya.

  15. Berharap dapat berpasangan dengan Cowo/Cewe Jepang (atau yang penampilannya tipikal oriental, tidak harus terbatas Jepang saja tetapi Korea, China, dan Taiwan juga bisa) yang menurut mereka tampan, keren, dan stylish. Kalaupun dari dalam negeri menginginkan sosok Cowo/Cewe yang penampilannya seperti itu atau sesama 'Japan lover'.

  16. Kamar mereka penuh dengan benda-benda yang berbau Jepang, misalkan ornamen-ornamen yang berkaitan dengan budaya Jepang, poster artis/aktor/band/penyanyi Jepang, action figure (anime/manga/game/tokusatsu), pakaian cosplay, boneka Jepang, dan sebagainya.


Ungkapan Weaboo atau Wapanese sendiri merupakan ungkapan negatif, dimana mereka dianggap retarded, faggot, dan sebagainya. Namun walaupun begitu setiap orang memang mempunyai hak untuk menyukai sesuatu serta bebas berekspresi. Oleh karena itu ungkapan Weaboo atau Wapanese mempunyai batasan tertentu, jadi bukan berarti mereka yang menyukai anime/manga/game, suka cosplay, suka budaya Jepang, dan sebagainya itu dapat dengan mudahnya disebut weaboo/wapanese.

Batasan seseorang disebut Weaboo/Wapanese antara lain:

  1. Kurang menghargai budaya dan negara sendiri. Misalnya menganggap budaya Indonesia itu sampah, tidak ada yang bagus serta berharap terlahir dan tinggal di Jepang. Atau sama sekali tidak menyukai lagu Indonesia karena generalisasi terhadap budaya Indonesia secara asal-asalan.

  2. Kurang menghargai nama, identitas asli, dan penampilan sendiri. Misalnya membenci nama sendiri dan berharap orang tuanya memberinya nama-nama Jepang.

  3. 'Memalsukan' profile di Facebook atau social networking lainnya, dibuat se-Jepang mungkin dan seakan-akan dia adalah orang Jepang, padahal kenyataannya tidak seperti itu. Padahal orang Jepang sendiri jarang yang menggunakan Facebook dan ber-social networking.

  4. Mengabaikan kewajibannya sebagai pelajar atau mahasiswa untuk proyek yang berkaitan dengan obsesinya. Misalnya rela bolos sekolah untuk membuat kostum untuk cosplay atau rela mengabaikan kuliahnya untuk sibuk dengan band j-pop atau j-rocknya.

  5. 'Ngambek' kalau tidak mempunyai barang-barang yang berkaitan dengan Jepang, termasuk mereka yang tidak mau makan kalau makanannnya bukan masakan Jepang. Misalnya sampai mengurung diri di kamar karena tidak punya yukata atau rela tidak makan seharian karena makanannya bukan masakan Jepang seperti sushi, okonomiyaki, dan sebagainya.

  6. Berharap terlahir di Jepang dan menjadi orang Jepang, tinggal di Jepang, serta mempunyai pasangan orang Jepang.

  7. Cowo yang terobsesi ingin menjadi bishonen (Cowo cantik), bahkan mungkin ada yang sampai menjadi yaoi (baik hanya becanda maupun beneran)

  8. Memakai kostum cosplay bukan pada tempatnya, misalnya memakai jaket Persona 4 waktu acara perwalian atau cosplay di kampus sewaktu ada acara reuni angkatan senior (kalau ingin mengambil gambar kan ada acara cosplay atau gathering khusus)

  9. Tidak ada keinginan untuk memajukan bangsa sendiri.


Gambar: dari sini desu~



ZSRV5KCJHZ4M

Rabu, 25 Mei 2011

Komikoo - Pelopor Komik Indonesia Online Karya Anggota

Rabu, Mei 25, 2011 12 Comments Stored
Komikoo Website: http://komikoo.com
Twitter: @komikoo

Sesuai janji di postingan kemaren kali ini gua bakal ngangkat satu lagi publisher komik lokal yang namanya Komikoo. Dan kayanya udah banyak orang yang tau, secara mereka udah cukup lama berdiri. Gatau kapan tepatnya. Gua sendiri join baru-baru ini. Nama gua disana IgnieL

Sesuai tagline mereka, setelah terdaftar sebagai anggota maka otomatis lu bakal bisa masukin karya disana. Semacam Deviantart gitu lah. Tapi klo lu cuma pengen baca doang ga usah daftar juga udah bisa liat-liat komiknya, gratis.

Bedanya, di Komikoo ini nggak cuma komik aja yang bisa masuk. Yang suka nulis cerita juga punya space buat nunjukin hasil karyanya. Novel, cerpen, fic, anything lah. Gua juga ikut nyumbang satu, judulnya ABSURD. Cerita bersambung original karya gua *yang sebenernya dipublish juga di blog ini >> DISINI*

Kelebihan Komikoo adalah adanya fasilitas chat. Bisa langsung ngobrol sama member yang lagi online. Kekeluargaannya kerasa. Meski buat gua ga kerasa sama sekali *jarang OL*

Mungkin ada yang bakat gambar tapi kualitas plotnya nggak oke. Atau jago ngarang cerita tapi apalah daya nilai menggambarnya cuma 30. Siapa tau join di komunitas beginian bakal bantu lu nemuin partner buat melengkapi kekurangan masing-masing. Kaya di manga Bakuman, cerita tentang kolaborasi dua mangaka. Yang satu nanganin bagian art, yang satu nanganin cerita. Kolaborasi kaya gini udah umum di Jepang. Contolah manga populer Death Note, yang ceritanya ditangani Tsugumi Ohba-sensei dan digambar oleh Takeshi Obata-sensei.

Bakuman juga dikerjain sama dua mangaka dewa ini. Apa jangan-jangan Bakuman terinspirasi dari kisah mereka berdua ya? Tentang kolaborasi pengarang dan ilustrator.

Whatever the hell. Buruan deh cek TKP.

Selasa, 24 Mei 2011

MAKKO - Publisher Online Komik Lokal Indonesia

Selasa, Mei 24, 2011 10 Comments Stored
Website: http://makko.co
Twitter: @MAKKO

Kabar bagus nih buat kalian yang suka gambar tapi belum nemu media yang pas buat tempat publikasi. Sekarang udah ada Makko, publisher komik online yang khusus menerbitkan karya-karya asli anak Indonesia. Asli keren.

Makko ini baru launching 9 Mei 2011 lalu, jadi masih fresh. Biarpun begitu, karya-karya yang dipajang disana keren semua lho. Ini membuktikan klo sebenernya Indonesia punya bakat buat bikin komik yang bermutu dan layak jual. Tinggal usaha publikasinya aja yang dikencengin.

Terus klo mau submit karya disana gimana?
Kalian kunjungi Submission Page dan baca keterangan disana. Atau nih dikasih linknya langsung biar gampang:

Submission Page

Agak ribet yah?
Beda sama tempat lain yang sekalinya bikin akun disana, langsung bisa submit karya. Tapi ini demi kualitas lho. Udah jadi komitmen mereka selalu mempublikasi karya yang benar-benar terbaik dari Indonesia.

Oia, jangan lupa follow twitternya di @MAKKO. Mereka selalu buka diskusi seputar dunia komik. Asik banget. Bisa sekalian menambah dan menguji wawasan. Gua kadang ikutan klo emang otaknya nyampe. Klo nemu nama @igniel nah itulah gua. Mesti follow yah *promo maksa*

Komikers Indonesia, mulai sekarang jangan selalu nyimpen komik kalian didalem lemari sampe membusuk plus lecek. Kirim ke Makko, klo karya kalian bagus pasti mereka bantu publikasi.

Gua sendiri ga bisa gambar, jadi cuma sebagai penikmat aja ~(T_T~)
Next post gua bakal angkat satu lagi publisher online komik lokal yang namanya Komikoo. Mungkin udah ada beberapa pembaca yang tau. Yah, kita liat aja nanti...

Sabtu, 26 Maret 2011

Klo Char Eyeshield 21 Beneran Ada, Inilah Mereka

Sabtu, Maret 26, 2011 19 Comments Stored
Jangan males duluan sebelum nonton.
Karena video yang ini beneran sangat awesome
Honest.



  1. Diawal kita disuguhkan dengan kekuatan tangan dari Trident Tackle-nya Shin yang mampu menembus dinding baja, eh triplek itu. Kekuatan yang awesome.

  2. Next. Dua bola yang dilepar bersamaan terbelah menjadi dua jalur di udara. Lemparan ajaib kaya gini emang cuma bisa dilakukan sama si setan Hiruma yang banyak akal.

  3. Catcher nih. Pantesnya dia jadi Tetsuma. Bola terakhir itu lho, cepet banget. Dia dengan entengnya nangkep itu bola. Udah kaya Tetsuma si manusia lokomotif itu klo lagi catch tembakan super cepat dari Kid.

  4. Quarterback latihan pass. Hm....siapa ya orang ini? Kayanya satu-satunya player bishoujo Karin Koizumi pas deh. Kemampuan lemparan yang super akurat dan mudah ditangkap itu membuat dia jadi 1st String di Teikoku Gakuen Alexanders. Anggep aja ini versi cowonya ._.

  5. Catcher lagi nih. Kayanya yang ini cocok jadi Monta, rada pecicilan gitu sih orangnya. Besides, dia juga catch bola yang datang dari belakang tanpa melihat. Jurus Monta, Devil Backfire cocok nih sama itu orang. *demi apa Monta badannya bisa jadi gede gitu!*

  6. Kicker mantep kaya gini siapa lagi klo bukan Musashi. Meski aslinya kick Musashi rada nggak beraturan, toh ujungnya kick itu selalu tampak awesome dan tepat sasaran. Noh menara lonceng nun jauh disana bisa kena bola dengan pasnya. Sesuai sama julukannya The 60-yard Magnum.

  7. Gaya orang ini ngingetin pose mau lompat ke kolam renang. Kaya Mizumachi yang suka bugil sembarangan itu, yang emang Neptunus-nya Kyoshin Poseidon *eh?*

Minggu, 20 Februari 2011

Tentang Hunter X Hunter

Minggu, Februari 20, 2011 0 Comments Stored

Ketika Gon masih kecil, ayahnya menitipkannya pada Mitoo, bibinya, di Kujiratou (Pulau Ikan Paus). Ibunya sendiri sudah meninggal. Dia tumbuh tanpa tahu bahwa dia masih mempunyai ayah - ayah yang seorang hunter legendaris. Ketika berusia 12 tahun, dia pergi ke hutan dan hampir terbunuh oleh beruang. Dia terselamatkan oleh seorang hunter bernama Kaitou. Kaitou kaget ketika Gon memberitahu nama ayahnya adalah Ging Freecss dan dia sudah meninggal. Kaitou mengatakan bahwa Ging adalah gurunya dan merupakan seorang hunter termasyur. Kaitou sendiri sekarang ini sedang mencari Ging yang dikira mati oleh Gon padahal masih hidup.

Gon menanyakan apa yang sebenarnya terjadi pada Mitoo dan Mitoo tidak punya pilihan lain selain mengatakannya, toh setelah bertahun-tahun akhirnya anak itu tahu juga. Setelah mendengar ceritanya, Gon memutuskan untuk masuk ujian hunter dan menjadi hunter atas keinginannya sendiri. Dengan begitu, mungkin bisa mencari cara agar menemukan orangtuanya yang 'tidak berperasaan'. Mitoo menentang rencananya, dan hanya akan memberi ijin jika Gon berhasil menangkap ikan terbesar di pulau itu. Dengan bantuan dari pancingan milik ayahnya, Gon berhasil melakukannya dengan mudah. Kemudian dia meninggalkan pulau itu untuk melakukan petualangan baru.

Senin, 14 Februari 2011

Despera

Senin, Februari 14, 2011 0 Comments Stored
Title: Despera
Airing: Unknown
Animations by: Madhouse OR Production I.G.
Adaptation?: Novel; Animage’s Despera section
Director: Ryuutarou Nakamura (Serial Experiments Lain; Kino no Tabi director; Ghost in the Shell: Stand Alone Complex - participation)
Screenplay: Chiaki J. Konaka
Character Draft: Yoshitoshi ABe (Serial Experiments Lain)
Character Design: Yoshitoshi ABe
Prop Design: Unknown
Mechanic Design: Unknown
Music Composer: Unknown


Despera (ですぺら Desupera?) is an upcoming anime series, directed by Ryutaro Nakamura, written by Chiaki J. Konaka and featuring character designs by Yoshitoshi ABe. This is the second time all the three main creators of psychological thriller anime Serial Experiments Lain will be collaborating once again for the new project, and is Nakamura and Konaka's third collaboration, after their work on Ghost Hound. The title Despera derives from a poem of the same title by Japanese Dadaist poet Jun Tsuji. Though the title of Tsuji's poem comes from the word "desperation" or "despair", the official blog states that it also implies the Spanish word desperado. A graphic novel serialization relating to the anime is being published in Japanese magazine Animage, beginning from its July 2009 issue.


About Despera

► The main male protagonist is never shown, apparently.
► Ain spends her time building all kinds of weird devices, including a number of cathode ray tube displays (in 1922, cathodes have only just became a commercial product).
► The unnamed man, who’s sort of a friend to Ain, claims to be able to see the future by looking into the cathode ray tubes.
► Einstein’s relativity theory is briefly discussed between the two


Characters in Despera

► Ain - A 14 year old girl who resides in her workshop inside the basement of the Ryōunkaku in Asakusa, Tokyo. A technical genius with no prior scientific knowledge, she is able to create electronic devices far beyond the capabilities of the current era. Some of the devices created include early versions of a modern computer, complete with typewriter keyboards and cathode ray tube display monitors.

► Unknown Man - A man in his 30s who is an associate of Ain's. In the prologue chapter of the novel, he claims to be able to see the future through the displays on Ain's computer monitors. His face and identity has yet to be revealed.

► Enoki - A military officer who works for the Japanese army's science institute. He holds the rank of 2nd lieutenant. Enoki is sent to Asakusa to investigate the unstable electrical discharge occurring in the vicinity of the Ryōunkaku.

► Fuenokoji Kimiyasu - A Japanese nobleman with the title of viscount. It is unknown what relationship Kimiyasu has with Ain, but he is interested in her unorthodox inventions. He has a primary residence in Sanbanchō of Chiyoda-ku, and a second residence at the Kanda-Surugadai district.

► Andrei Barbara - A Russian woman of aristocratic origins, Barbara is a refugee who escaped from Harbin during the disownment of the presence of Russians by the Chinese Republic. She lives in the Kanda-Surugadai residence owned by Kimiyasu who has taken her in. Ain is particularly uncomfortable of Barbara's presence as she is frightened of her pale white complexion, presumably having never seen a Russian before.


Story thus far

► The story introduces the main character, Ain, and an unnamed man residing in the basement of the Ryounkaku, a famous 12-story landmark in Asakusa district of Tokyo (this landmark is damaged during the 1923 Kanto earthquake and subsequently demolished soon after).
►The story centers around a 14 year old girl named Ain, who often builds devices despite the lack of scientific background for them. The sci-fi alternative period story is set in Tokyo during the Taisho era in 1922, one year before the 1923 Great Kanto earthquake. Expect a pseudo-steampunk historical drama novel/anime series.


Chapters

Chapters for the graphic novel is under serialization in Animage magazine.
00. "Prologue" (序章 "Joshō"?)
01. "The Girl Below the Twelve Storeys" (十二階下の少女 "Jūnikai shita no shōjo"?)
02. "The Russian Lady of the Mansion" (洋館の露西亜貴婦人 "Yōkan no roshia kifujin?)
03. "Asakusa Tales" (浅草異譚 "Asakusa itan"?)
04. "Electric Girl Versus Tank Corps" (電気娘対戦車隊 "Denki musume tai sensha tai"?)
05. "From Beyond the Screen" (銀幕の彼方より "Ginmaku no kanata yori"?)
06. "In the Corner of the Triangular Second Floor" (三角二階の片隅にて "Sankaku nikai no katasumi nite"?)
07. "The Black Cat of the Twelve-Floor Pagoda" (十二階天塔の黒猫 "Jūnikai tentō no kuro neko"?)
08. "Devil" (魔王 "Maō"?)
09. "Sky" (空 "Sora"?)


Quote

"Why did you decided to start the series with a novel serialization?"
► Of course at first we want to do this as an anime project, but while everyone has the image of the show in their own head, it’s quite hard to explain what’s good about it. Main protagonist—the “man”, for example, will never have his face shown or even have his name mentioned in the series, how we will do it as an anime is quite hard to imagine. That’s why we decided to start a novel serialization in Animage magazine, because we’re not risking as much, and by doing so, how the show will look like can be built up from the illustration in the serialization.

"The “man” is a main protagonist, but he won’t make any appearance in the series?"
► Basically the “man” is someone who stay behind in shade of history, but nobody knows who he is so he will never have his face shown. But because we have his character design done, we may make have him make his appearance when the series becomes an anime. Although you can say “Ain” is another protagonist, but because we won’t know what she’s thinking, so we decided to built up the series from the “man” viewpoint. That’s my understanding.


Source:
• http://www.gaiaonline.com/forum/anime-manga-comics/despera-think-serial-experiments-lain/t.54573757
• http://en.wikipedia.org/wiki/Despera

Selasa, 27 April 2010

Maid vs Meido, Between Reality and the Otaku's Dream Girl

Selasa, April 27, 2010 10 Comments Stored
Sekarang ini, banyak sekali anime dan manga yang menampilkan tokoh maid, atau setidaknya menggunakan kostum/seragam maid, misalnya Mahoromatic, Kore ga Watashi no Goshujin-sama, Hanaukyo Maid Tai, dll. Sekali lihat saja, penonton rasanya tidak akan mengalami kesulitan untuk mengenali para tokoh maid ini, terutama karena mencoloknya kostum yang mereka gunakan. Tetapi antara maid dalam anime dan manga, sebut saja Andou Mahoro, dan profesi maid sebenarnya tentu ada perbedaan. Artikel ini mengajak kalian untuk melihat dunia para maid dari sudut pandang budaya Jepang kontemporer, dan dari budaya barat jaman dulu dimana maid memainkan peran sentral.


The Maid / Meido Figure

Kata "maid" berasal dari bahasa Inggris dan dapat diartikan sebagai pelayan wanita yang dipekerjakan untuk menangani urusan rumah tangga (domestic service). Dengan kata lain, maid atau lebih tepatnya maidservant, adalah pembantu rumah tangga.

Maid biasanya bertugas untuk mengurusi pekerjaan-pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyetrika, mencuci, membersihkan rumah, berbelanja, mengurus anak, sampai mengajak anjing keluarga berjalan-jalan. Peran maid juga terkadang mengurusi para lansia, atau orang-orang yang menderita kecacatan dan tidak bisa melakukan aktivitas sehari-hari mereka. Di negara-negara Barat terutama era Victoria (di Eropa), seorang maid biasanya diharapkan untuk bekerja sampai 15 jam/hari dan seringkali diwajibkan untuk memakai seragam.


PAINTING: Seorang maid dilukiskan sedang membuat jamuan bagi majikannya

Di Jepang, kehadiran figure maid seperti di Amerika dan Eropa sangatlah jarang. Tentu saja ada rumah tangga besar yang memang bergaya Barat, atau hotel-hotel kelas atas yang mempekerjakan wanita dengan istilah maid. Tetapi di dunia hiburan, terutama seperti yang disebutkan diatas, yaitu dalam kultur otaku dan anime Jepang, maid adalah figur yang penampilannya cukup populer.

Selain dalam anime dan manga, karakter maid juga sering muncul dalam event-event cosplay dan pameran seputar industri anime dan manga. Maid juga sering menjadi tema utama dalam maid cafe, sejenis kafe/restoran yang didekorasi khusus untuk para otaku. Sesuai namanya, pelayan di sebuah maid cafe mengenakan seragam maid, atau setidaknya yang dianggap sebagai seragam maid Barat.


KOSTUM MAID DI JEPANG: Seragam maid versi Eropa cukup populer di kalangan cosplayer Jepang. Juga untuk SPG yang ingin menjangkau komunitas otaku


The Maid's Place

Dalam rumah tangga modern, jarang ditemukan lebih dari satu maid yang bekerja full time, kecuali di rumah-rumah ekstra besar, hotel berbintang, atau Buckingham Palace. Dan seperti pembantu rumah tangga pada umumnya, tugas maid adalah mengurusi pekerjaan rumah tangga seperti memasak, menyetrika, mencuci, dll.


EMMA: Manga yang menampilkan maid sesuai dengan kondisi sebenarnya pada era Victoria di Eropa

Sebaliknya, dalam era Victoria rumah tangga besar, terutama rumah tangga aristokrat, mempekerjakan setidaknya sepasukan pelayan. Dari butler dan footmen sampai koki dan tukang kebun, ada setidaknya puluhan pekerja dengan tugas masing-masing. Demikian pula terdapat sejumlah besar maid, masing-masing dengan tanggung jawab sendiri. Pada masa itu, pelayan dalam rumah tangga besar, selain memiliki tugas masing-masing, juga memiliki posisi unik dalam hirarki pelayan. Sebagai contoh, pasukan pelayan umumnya dikepalai seorang butler, sedangkan tukang kebun biasanya berada di jajaran paling bawah. Tentu saja jajaran maid juga disusun menurut hirarki yang ketat. Kelompok maid secara hirarkis dibagi sebagai berikut:
  • Head House Parlour maid (atau Head House maid, Head Parlour maid)
    Dalam rumah tangga tempatnya bekerja, Head House Parlour maid akan tampak lebih seperti manajer daripada pelayan, dengan tugas utamanya mengkoordinir pembagian kerja dan memastikan para maid yang dibawahnya mengerjakan tugas-tugasnya.

  • House Parlour maid / House maid (Under Head House Parlour maid jika hanya ada satu)
    Istilah ini biasanya mengacu pada maid secara umum, terutama yang tidak memiliki tugas atau daerah tanggung jawab yang spesifik.

  • Chamber maid
    Bertugas membersihkan dan merapikan ruang-ruang tidur.

  • Nursery maid
    Tugas utamanya adalah mengurus dan merapikan nursery atau ruang bermain anak-anak. Maid ini beranggung jawab kepada nanny dari rumah tangga yang bersangkutan.

  • Kitchen maid / Between maid / Hall Girl
    Seperti namanya, tugas kitchen maid adalah di dapur. Dalam hal ini, posisi seorang kitchen maid berada dibawah koki, tetapi diatas Scullery Maid (dijelaskan dibawah). Istilah Hall Girl (yang hampir eksklusif digunakan di Amerika Serikat) mengacu pada salah satu tugas utamanya, yaitu menjadi pelayan di ruang pelayan (Servant's Hall). Sedangkan istilah Between Maid berasal dari tugas-tugasnya yang berada dibawah tanggung jawab beberapa "petinggi" sekaligus.

  • Scullery maid
    Di dasar hirarki para maid, kita temukan para Scullery maid. Biasanya mereka mendapat tugas-tugas yang paling berat, seperti mencuci/membersihkan lantai, kompor, panci, piring, dll. Tetapi seorang scullery maid tidak akan pernah menyentuh peralatan makan dari bahan porselen mahal, kristal, atau bahan-bahan mahal lainnya. Selain pekerjaannya yang berat, scullery maid biasanya juga dipandang rendah oleh pelayan-pelayan lain, bahkan biasanya diacuhkan sama sekali oleh anggota rumah majikannya.

Diluar hirarki normal ini, masih ada satu tipe maid, yaitu Lady's maid. Seorang lady's maid adalah pelayan senior yang bertanggung jawab langsung kepada nyonya rumah. Tugas utama seorang lady's maid adalah mengurusi pakaian dan aksesoris nyonya rumah. Ia juga harus bisa menjahit dan manata rambut. Posisi lady's maid dalam rumah tangga cukup tinggi, dan membuatnya cukup disegani pelayan/pekerja lain di rumah tangga tadi.

Tentu saja hirarki seperti diatas sudah tidak dipraktikan lagi dan hampir tidak ada rumah tangga dengan jumlah pelayan cukup banyak yang memungkinkan hirarki seperti itu.


Back to Japan!

Dalam kebudayaan Jepang kontemporer, pelayan wanita dalam rumah tangga dipekerjakan sesuai kebutuhan. Memang ada keluarga denga rumah tangga bergaya Barat yang mempekerjakan maid yang dimodelkan pada maid tradisional Eropa (misalnya seperti yang digambarkan dalam anime Shingetsutan Tsukihime), tetapi pada umumnya posisi maid kontemporer serupa dengan pembantu rumah tangga pada umumnya.

Sebaliknya dalam kultur otaku, seperti dipaparkan sebelumnya, bukan fungsi maid yang menjadi fokus, melainkan figurnya. Karakter maid seringkali disebut gadis impian otaku, terutama seperti yang digambarkan di anime dan manga. Penampilan menarik, sabar, pintar masak, dan yang paling utama, penurut dan setia. Bagi mayoritas otaku di Jepang (yang notabene juga mayoritas pria) mencari pasangan hidup sangat sulit. Bahkan banyak pula yang menghindari hubungan romantis karena kompleksitas dan masalah-masalah yang mungkin dihadapi. Dalam figur maid, mereka menemukan figur yang sangat menarik dan loyal, tetapi tidak akan menimbulkan komplikasi.


MAID DALAM ANIME: Ciri khas maid versi anime...seragam imut, penampilan menarik, senyum manis, Kawaii >_<


Jadi bukan fungsi maid yang menjadikannya penting bagi kalangan otaku di Jepang, melainkan figurnya. Seperti kata banyak orang...
"The Otaku's Dream Wife"


Souce: Advance Magazine #03 (2006)

Selasa, 26 Januari 2010

Sejarah Bajak Laut

Selasa, Januari 26, 2010 9 Comments Stored
Dari anime, manga, game, sampai film, kostum Halloween dan buku cerita anak-anak, era klasik Bajak Laut yang penuh romansa dan petualangan tidak pernah habis menjadi sumber inspirasi.


• The Life of Pirates

Bajak Laut. Mendengar istilah ini, biasanya yang terbayang adalah kapal perang penuh meriam, dan gerombolan bajak laut dengan pedang dan pistol siap menyerbu kapal dagang yang terdekat. Per definisi, bajak laut atau pirate(s) adalah pelaku perampokan di perairan. Selain perampokan, mata pencaharian bajak laut juga meliputi penculikan atau penjarahan di daerah pesisir pantai.

Biasanya, bayangan kita tentang bajak laut adalah gerombolan kriminal yang ganas, hidup di luar kekangan masyarakat, tetapi juga lihai dancerdik, dan memiliki segunung harta karun. Dalam kenyataannya, hidup seorang bajak laut sangat susah. Seringkali mereka kekurangan makanan, atau kekurangan zat gizi yang menimbulkan penyakit, dan tak jarang mati muda. Hal ini diperparah lagi dengan konflik yang seringkali terjadi antara sesama awak kapal, dan bahaya ketika melakukan perampokan. Diantara mereka yang selamat, jarang ada yang bisa "pensiun" dengan kaya raya.

Meskipun kehidupan bajak laut terkesan brutal, dan memang demikian sebenarnya, mayoritas kelompok bajak laut bisa dibilang cukup demokratis. Ada hak untuk memilih dan mengganti pimpinan. Kapten kapal yang memegang tampuk pimpinan biasanya adalah petarung ulung yang dapat dipercaya oleh anak buahnya, dan bukan hanya sekedar figur yang dipilih oleh kalangan atas. Dan ada pembagian harta rampasan yang adil dan merata. Seluruh awak kapal, melalui sebuah sistem aturan yang rumit, akan mendapatkan bagian dari apapun jarahan yang didapatkan. Bahkan, biasanya ada sistem kompensasi untuk mereka yang terluka ketika menyerang kapal.

Umumnya kelompok bajak laut juga terbuka bagi kaum buangan dari masyarakat. Bahkan jika menyerang kapal yang mrngangkut budak, mereka biasanya membebaskan budak-budak tadi, dan menerima mereka sebagai bajak laut. Selain itu, kehidupan sebagai awak kapal perang di jaman imperialisme Eropa memang sangat tidak manusiawi. Dibawah tekanan kebrutalan kapten kapal (yang pada jaman itu praktis berkuasa absolut di kapalnya) dan bahaya kehidupan di laut, banak awak kapal, karena tak tahan dengan kondisi di kapalnya, kebencian terhadap negara yang dianggap telah meninggalkan mereka, dan bagaimanapun juga telah cukup mahir bekerja di kapal, malah mengubah haluan dan bergabung dengan bajak laut ketika kapal mereka diserang.


• Pirates Through the Ages...

Bajak laut pertama muncul di sekitar laut Aegea, sekitar abad ke 13 SM. Dilanjutkan dengan kemunculan bangsa Thyrrenia dan Thracia di pulau Lemnos pada abad ke 5 M yang penghidupannya sebagian besar didapatkan melalui pembajakan di laut sekitarnya. Satu lagi klan bajak laut ternama di masa itu adalah bangsa Illyria yang tinggal di bagian barat semenanjung Balkan dan beroperasi di laut Adriatik sampai akhirnya ditumpas oleh angkatan laut kekaisaran Romawi pada tahun 68 SM.

Bajak laut pada abad pertengahan diwakili oleh antara lain kelompok Narentine yang sejak pertengahan abad ke 7 menempati daerah Pagania di semenanjung Balkan. Mulai pada tahun 642 mereka mulai menyerang Italia Selatan, tentu saja ketika angkatan laut Venezia sedang sibuk dengan perang di luar negeri. Kelompok-kelompok bajak laut yang cukup dikenal antara lain bajak laut Irlandia, kelompok Ushkuinik dati Novgorod, dan tentu saja bangsa Viking dari daerah Skandinavia. Mulai abad ke 13, Asia juga mengenal kelompok bajak laut yang cukup tenar, yaitu Wako yang bermarkas di Jepang. Kelompok Wako bahkan beroperasi sampai ke daerah Cina dan Korea.


• And the Golden Age of Pirates...

Dan sampailah kita ke jaman keemasan bajak laut, sebuah era yang mendefinisikan apa yang kini menjadi bayangan kita ketika membicarakan bajak laut: era bajak laut di Karibia. Tepatnya, era bajak laut di kepulauan Karibia berlangsung dari sekitar tahun 1560-1730, dengan selang waktu antara 1640-1680 menjadi masa jaya bajak laut di perairan tersebut.

Berkembangnya bajak laut di kepulauan Karibia ditimbulkan oleh, dan bahkan kurang lebih menyerupai, konflik seputar perdagangan dan kolonisasi di antara negara-negara Eropa yang terlibat dalam kolonisasi dunia baru pada saat itu, yaitu Inggris, Belanda, Spanyol, dan Perancis. Selain itu, garis pantai kepulauan Karibia menyediakan banyak pantai terisolasi tempat bajak laut dapat berlabuh atau mendirikan markas sementara. Dua markas bajak laut yang paling terkenal pada era ini adalah Tortuga pada tahun 1640an (yang juga ditampilkan dalam film Pirates of the Caribbean : Curse of the Black Pearl dan Pirates of the Caribbean : Deadman's Chest) dan Port Royal sejak tahun 1655. Bahkan ada semacam perkumpulan bajak laut berpusat di Tortuga yang dinamakan Brethren of the Coast.

Seperti seringkali disinggung dalam kedua film diatas, ada semacam aturan yang disebut the Pirate's Code. Dalam kenyataannya, pada era bajak laut di kepulauan Karibia memang ada semacam kumpulan untuk bajak laut, antara lain untuk hal-hal seperti pembagian harta rampasan, disiplin di kapal, penyelesaian konflik antar sesama awak kapal, disiplin dan hukuman. Diantara sekian banyak versi aturan ini, yang paling populer (walaupun belum pernah dibuktikan) adalah yang ditetapkan oleh dua kapten bajak laut ternama Henry Morgan dan Bartholomew Roberts (Black Bart), dan dikenal sebagai pirate code of the Brethren.

P.S: Dua nama diatas jadi inspirasi untuk nama Kapten Morgan dan Bartholomew Kuma dalam One Piece


• Until Now...

Sampai saat ini, bajak laut masih menjadi masalah besar di perairan negara berkembang (terutama Indonesia, yang menduduki peringkat teratas jumlah insiden bajak laut di perairannya). Biasanya mereka beroperasi dalam tim kecil dan menggunakan perahu motor kecil yang mudah disamarkan untuk mengejar kapal barang yang melambat ketika memasuki perairan sempit (seperti Selat Malaka misalnya). Bajak laut modern juga cenderung mengincar uang dan barang-barang pribadi awak kapal, walaupun terkadang mereka memang mengambil alih kapal tadi, kemudian menjualnya setelah mengubah identitasnya (dicat ulang, dan dengan surat-surat keterangan palsu). Operasi mereka biasanya didukung oleh senjata dan peralatan modern. Tetapi faktor utama yang menyebabkan bajak laut menjamur adalah kurangnya patroli polisi dan angkatan laut.


• Some Trivia
  • Walking the plank adalah hukuman yang sering terlihat dalam film, komik atau buku cerita mengenai bajak laut. Si terhukum dipaksa berjalan di sepanjang sebuah papan sampai jatuh ke laut, biasanya dalam kondisi terikat atau lokasi dimana banyak terdapat ikan hiu. Walaupun dalam imajinasi modern hukuman ini praktis identik dengan bajak laut, dalam kenyataannya walking the plank sangat jarang digunakan.



  • Ada juga bajak laut yang dikenal dengan istilah privateer atau corsair. Bedanya dengan bajak laut "biasa" adalah bahwa mereka mempunyai "surat jalan" dari suatu negara untuk menyerang kapal milik musuh negara tadi. Kedengaran mirip Shichibukai-nya Eiichiro Oda di One Piece ya *yang memang terinspirasi dari privateer/coscair ini*

  • Davy Jones adalah istilah pelaut jaman dulu untuk laut selatan. Sedangkan Davy Jones' Locker adalah idiom untuk dasar laut, tempat peristirahatan terakhir pelaut yang tenggelam. Sampai saat ini, asal muasal istilah dan nama Davy Jones masih belum jelas. Istilah Davy Back Fight dalam One Piece terinspirasi dari sini.

  • Senjata "tradisional" bajak laut : pistol flintlock dan cutlass, sejenis pedang yang paling umum digunakan awak kapal. Cutlass bahkan masih menjadi senjata standar kelasi Angkatan Laut AS sampai tahun 1949.


Ahoy Matey!

Tanggal 19 September adalah "International Talk Like a Pirate Day", sebuah hari raya parodi yang bermula di Amerika Serikat pada tahun 1995. Pada hari ini, orang-orang diajak untuk berbicara menggunakan aksen dan istilah-istlah khas bajak laut, misalnya :

Ahoy! = Halo! (sapaan)
Arrrr! = eksklamasi, seruan
Aye! = ya (afirmasi)
Blimey! = seruan ketika terkejut
Jack Tar = kelasi kapal
Lad = sebutan untuk lelaki yang lebih muda
Lass = sebutan untuk wanita yang lebih muda
Landlubber = "orang darat", yang tak terbiasa berada di laut
Matey = sebutan ketika menyapa teman
Sail ho! = seruan ketika kapal lain terlihat
Shiver me timbers! = seruan ketika terkejut



Source : Advance #08 2006


• Inspired by Pirates
One Piece



Pirates of the Caribbean



Captain Hook (Peter Pan)



Water World




Kamis, 14 Januari 2010

Kagutsuchi, the Fire God

Kamis, Januari 14, 2010 3 Comments Stored
Dalam anime My-HiME, Mai memiliki child yang bernama Kagutsuchi. Kagutsuchi dalam anime ini digambarkan seperti seekor naga yang memiliki kekuatan yang sangat besar dan mampu mengeluarkan kekuatan api yang tidak bisa ditandingi oleh HiME yang lain. Tetapi tahukan kalian bahwa Kagutsuchi merupakan salah satu dari mitologi Jepang yang cukup terkenal?


Izanagi dan Izanami

Kagutsuchi adalah dewa api yang lahir dari pasangan dewa Izanagi dan Izanami. Mereka adalah dua dewa muda yang dipilih untuk menyelesaikan kekacauan di bumi dalam mitologi Jepang. Izanagi digambarkan sebagai sosok pria yang tinggi dan kuat, sedangkan Izanami adalah seorang wanita yang cantik dan memiliki kepribadian yang sempurna. Dewa memberikan sebuah tombak yang bernama Amanonuboko kepada Izanagi untuk membantunya menelesaikan tugas mereka.

Izanagi dan Izanami tutun ke bumi dan dengan menggunakan Amanonuboko, kekacauan yang terjadi di bumi dapat diselesaikan. Mereka berdua memutuskan untuk menjadikan bumi sebagai tempat tinggal mereka dan hidup di sebuah pulau bernama Onoroko. Setelah beberapa lama, Izanagi dan Izanami memutuskan untuk menciptakan beberapa pulau. Untuk itu, Izanagi dan Izanami harus menjadi sepasang suami istri dan melakukan ritual dengan mengelilngi bumi, dimana Izanagi harus mengelilingi dari arah kiri sedangkan Izanami dari arah kanan. Sehingga ketika mereka bertemu, maka mereka akan saling mengenal diri mereka dan saling mencintai. Mereka melakukannya dan ketika bertemu, Izanami memulai permbicaraan dengan berkata bahwa ia sangat senang karena bertemu dengan pemuda yang sangat gagah. Izanagi menjawabnya dengan berkata bahwa ia sangat senang bertemu dengan gadis yang sangat cantik. Tetapi Izanagi berbicara dengan nada yang menunjukkan kekecewaan. Akhirnya merekapun menjadi suami istri.


The Omen

Waktu berlalu dan Izanami akhirna melahirkan anak pertamanya, Hiruko. Tetapi anaknya lahir dengan tubuh sangat lemah dan tidak memiliki tulang. Izanagi mengatakan bahwa ini adalah pertanda dari dewa. Ia meminta Izanami untuk membuang bayi itu dengan meletakannya pada sebuah perahu dan menghanyutkannya ke laut. Setelah ini Izanagi menghadap dewa untuk meminta petunjuknya. Dewa tidak senang dengan pernikahan mereka berdua karena dalam ritual pernihakan mereka, Izanami berbicara lebih dulu, padahal seharusnya Izanagi dulu yang berbicara (hal ini yang kemudian menjadi kepercayaan bahwa pria memiliki kekuasaan lebih daripada wanita dalam kebudayaan Jepang). Dan untuk itu mereka berdua harus mengulang ritual pernikahan mereka. Lalu mereka mengulang ritual tersebut, tetapi kali ini Izanagi dulu yang berbicara dan mereka merasakan perasaan cinta yang baru. Mereka mulai menciptakan pulau-pulau baru dan melahirkan anak-anak untuk menghuni pulau-pulau itu. Setelah 14 pulau tercipta dan 35 anak yang dilahirkan oleh Izanami, Izanagi mengatakan bahwa mereka belum memiliki anak yang mewakili elemen api. Tetapi kali ini kelahiran dewa api Kagutsuchi membawa petaka bagi Izanami. Ia terbunuh oleh kekuatan api dari Kagutsuchi yang lahir dari tubuhnya.

Izanagi sangat terpukul karena kematian Izanami. Izanagi menguburkan Izanami di gunung Piba yang berada di Papaki. Setelah itu Izanagi kembali dan membunuh Kagutsuchi menggunakan pedang dengan cara memenggal kepalanya. Izanagi berniat untuk mengembalikan istrinya dan ia pergi ke Yomi, dunia kematian. Izanagi bertemu bayangan istrinya, Izanami memberi peringatan jika ia kembali ke dunia, Izanagi tidak boleh melihat dirinya yang sudah hangus terbakar. Namun keinginan Izanagi untuk melihat istrinya sangat besar, alhasil ia hanya menemukannya sudah menjadi mayat hangus. Izanami marah karena suaminya tak bisa mengabulkan permintaanya itu. Izanami menjadi setan dan mengirim antek-antek setan untuk mengejar Izanagi. Izanagi lolos dari kejaran dan menyegel gerbang Yomi. Segel itu ialah tanda mereka bercerai (Yomotsu Hirasaka).

Izanami bersumpah untuk membantai 1000 orang tiap hari di Jepang, tetapi Izanagi bersumpah untuk menciptakan 1500 orang tiap harinya.

Dari mata kirinya, Izanagi menciptakan dewa matahari, Amaterasu. Dewa bulan, Tsukiyomi dari mata kanannya. Dan Susan-no-O, dewa badai dari hidungnya.

Kematian Kagutsuchi mengakibatkan lahirnya beberapa dewa baru, diantaranya adalah :
  1. Ipa-saku, Ne-saku dan Ipa-tutu-no-wo (mewakili elemen batu)
  2. Pi-paya-pi dan Mika-paya-pi (mewakili elemen api)
  3. Kuro-okami dan Kura-mitu-pa (mewakili elemen air)

Dewa-dewa yang lahir dari darah Kagutsuchi ini kemudian menjadi elemen penting dalam ritual pembuatan pedang Jepang.


Source : Advance #08 2005 dan Kaskus *dengan perubahan seperlunya*


Senin, 14 Desember 2009

Serial Experiments Lain : The Nightmare of Fabrication

Senin, Desember 14, 2009 0 Comments Stored
The Nightmare of Fabrication Do you know one of the Serial Experiments Lain manga? It's called...
Serial Experiments Lain : The Nightmare of Fabrication.

The Nightmare of Fabrication is a beautifully drawn full-colour manga from Yoshitoshi ABe. The 18 pages short story can be found in the Lain Omnipresence in Wired artbook. It's a bonus story which apparently isn't related with neither the anime nor the PS game. It shows characters who were included in the PS game but not in the TV series (like the psychiatrist), but also determinant characters from the anime who didn't appear in the videogame (like Deus). [M-U]

For you all guys who hasn't read this yet, I'll share it. I have 2 versions. One is the original (RAW) with Japan language, and the other with English.
It's not me who scans or translates this manga. Credit goes to their respective editors.

Check the download links below...

Japan (RAW) Version : DOWNLOAD
English Version : DOWNLOAD

Enjoy...

Rabu, 25 November 2009

Yuki-Onna (Wanita Salju)

Rabu, November 25, 2009 9 Comments Stored
Kisah Yuki-Onna merupakan salah satu kisah hantu klasik dengan latar belakang kehidupan di Jepang yang sudah sering diangkat dalam bentuk opera, bahkan pernah dibuat dalam bentuk film klasik. Kisah hantu klasik tidak ditandai dengan adegan berdarah-darah, namun lebih merupakan cerita yang diisi tokoh manusia dan hantu yang melibatkan percintaan, kesedihan yang dalam dan tragedi.

Cerita dimulai dari dua orang penebang kayu bernama Mosaku dan Minokichi yang hidup di daerah propinsi Musashi [terletak diantara Tokyo dan Saitama]. Mosaku adalah seorang pria yang berada di usia senja, sementara muridnya, Minokichi, adalah seorang pemuda tagap berumur 18 tahun.

Setiap hari mereka berangkat pagi-pagi sekali ke sebuah hutan yang jaraknya 5 mil dari desa mereka. Diantara desa mereka dan hutan yang dituju ada sebuah sungai besar yang beraliran deras. Begitu derasnya arus sungai tersebut sehingga tidak ada jembatan yang kuat menahan arus [jembatan yang ada selalu rusak akibat terjangan arus deras].Siapapu yang ingin menyebrangi sunga harus mekewatinya dengan bantuan kapal penebrang kecil.

Suatu hari Mosaku dan Minokichi sedang dalam perjalanan pulang. Ketika itu cuaca begitu dingin dan mulai turun badai salju. Saat tiba di tepian sungai, mereka menemukan bahwa si pengayuh perahu yang menyebrangkan mereka telah pulang ke rumah dan meninggalkan perahunya karena cuaca buruk. Sadar bahwa mereka tidak mungkin menyebrangi sungai, mereka memutuskan untuk bermalam di pondok sementara si pengayuh perahu. Pondok itu benar-benar sederhana, hanya terdiri dari sebuah ruangan tanpa jendela yang berisi 2 buah tatami tanpa parabotan apapun. Mosaku dan Minokichi yang sudah lelah segera menutup pintu agar salju tidak masuk ke dalam pondok, kemudian beristirahat. Mereka merasa cukup hangat dan nyaman sehingga Mosaku yang lanjut usia tak lama berbaring langsung tertidur pulas. Sementara Minokichi yang lebih muda masih termenung, mendengar suara angin menderu yang disertai arus sungai yang main bertambah deras. Badai tidak mereda dan udara malah bertambah dingin, namun seleah bersusah payah akhirnya Minokichi tertidur juga. Entah telah berapa lama Minokichi tertidur, tiba-tiba ia terbangun karena merasakan butir-butir salju yang lembut di wajahnya. Ternyata pintu pondok yang mereka diami telah terbuka dengan paksa.

Minokichi melihat seorang wanita dalam pondok, wanita yang putih seperti salju dan memancarkan cahaya seperti salju [yuki-akari] sedang membungkuk diatas Mosaku. Ia tengah meniupkan nafasnya yang dingin dan menyerupai asap putih kepada Mosaku. Minokichi benar-benar terkejut dan ketakutan, ia ingin menjerit namun tidak ada sebuah suara pun yang keluar dari mulutnya. Saat itulah sang wanita misterius beradu pandang dengannya. Ia mendekatkan wajahnya pada Minokichi. Dalam ketakutan yang amat sangat, Minokichi merasakan bahwa wanita yang berada dihadapannya adalah seorang wanita yang amat cantik, walau sorot matanya membuat tubuhnya gemetar dalam ketakutan.

Wanita itu terus menatap Minokichi dan tiba-tiba tersenyum dan berkata, "Aku ingin memperlakukanmu sama seperti orang lain, tapi aku kasihan padamu. Kau masih muda, begitu tampan, Minokichi. Aku tidak akan menyakitimu tapi jika kau memberitahu siapapun termasuk ibumu tentang apa yang terjadi malam ini...maka aku akan membunuhmu! Ingat apa yang telah kukatakan ini."

Seusai wanita salju itu berkata, ia meninggalkan Minokichi sendirian. Mengira bahwa itu hanyalah mimpi, Minokichi segera bangun dan melihat keluar namun ia tidak melihat siapapun atau apapun. Setelah menutup pintu ia bertanya-tanya apakah bukan angin yang membuka pintu pondok tadi. Ia memanggil Mosaku namun tidak ada jawaban. Minokichi mengulurkan tangan untuk menyentuh wajah Mosaku, dan ternyata wajahnya telah membeku. Mosaku telah meninggal!

Ketika fajar tiba, badai pun berakhir dan si pengayuh perahu menemukan menemukan Minokichi yang tergeletak pingsan disamping Mosaku yang telah meninggal. Ia membawa keduanya menyebrang, lalu menguburkan jenazah Mosaku. Sementara Minokichi dibawa pulang ke rumahnya. Setelah sembuh, Minokichi tidak dapat langsung melupakan kejadian yang telah ia alami. Ia dihantui oleh kematian Mosaku, namun bersikeras menahan diri untuk tidak menceritakan kejadian itu pada siapapun, karena ia tidak ingin kehilangan nyawanya.

Lama berselang, Minokichi baru berani kembali pada pekerjaan sehari-harinya. Menebang kayu, membelahnya menjadi potongan-potongan kecil, lalu menjual kayu tersebut ke pasar dengan bantuan ibunya. Pada musim dingin tahun berikutnya, Minokichi sedang dalam perjalanan pulang melalui jalan setapak di hutan, saat ia berpapasan dengan seorang gadis yang amat cantik, berkulit putih indah, yang hendak melalui jalan yang sama. Minokichi pun menyapa gadsis itu dan tanpa disangka gadis itu menjawab dengan suara yang menurut Minokichi adalah suara paling merdu yang pernah didengarnya. Mereka pun mulai berjalan bersama dan bercakap-cakap.si gadis menceritakan bahwa ia bernama O-Yuki, telah kehilangan kedua orangtua, dan untuk menyambung hidupnya ia akan pergi ke Yedo [Tokyo] untuk mencari kerabatnya agar dapat membantu mencarikan pekerjaan sebagai pelayan.

Entah apa yang dirasakan Minokichi, namun rasanya gadis itu nampak makin cantik dimatanya. Minokichi pun mulai merasa suka pada gadis itu, sehingga ia memberanikan diri untuk bertanya apakah gadis itu sudah memiliki pasangan. Gadis itu tertawa sambil mengatakan bahwa ia belum memiliki pasangan atau kekasih. Ia pun balik bertanya apakah Minokichi telah memiliki pasangan, dan Minokichi menjawab bahwa ia pun belum memilikinya. Setelah pernyataan ini maka kedua muda-mudi ini tidak berbicara lagi sampai mereka tiba di desa tempat tinggal Minokichi. Namun dalam hati masing-masing telah tumbuh rasa saling menyukai. Maka Minokichi mengundang O-Yuki untuk singgah dan beristirahan di rumahnya. O-Yuki ternyata bukan hanya gadis cantik, namun juga berkelakuan baik. Ibu Minokichi pun tidak butuh waktu lama untuk menyukainya, sampai ia membujuk agar O-Yuki mau menunda perjalanannya ke Yedo. Pada akhirnya O-Yuki tidak pernah melanjutkan perjalanannya ke Yedo, melainkan menetap di desa itu dan tinggal bersama Minokichi dan ibunya, sebagai istri dan menantu.

Lima tahun kemudian, ibu Minokichi meninggal. O-Yuki tetap bersama-sama Minokichi, bahkan ia telah melahirkan 10 orang anak lelaki dan perempuan bagi Minokichi. Semuanya tampan dan cantik, serta memiliki kulit putih seindah ibunya. Banyak penduduk desan yang mengagumi O-Yuki. Kebanyakan petani wanita nampak tua setelah banyak melahirkan anak, namun O-Yuki yang telah menjadi ibu 10 anak tetap terlihat cantik. Secantik saat kedatangannya yang pertama di desa mereka.

Suatu malam setelah anak-anak tidur, O-Yuki menjahit dibantu dengan cahaya sebuah lampu kertas. Minokichi yang sedang menatapnya, tiba-tiba berkata, "Melihat kau menjahit dengan pantulan cahaya di wajahmu, aku teringat suatu hal aneh yang terjadi saat aku masih berusia 18 tahun. Kala itu aku melihat seorang wanita yang secantik dan seputih dirimu...dan ia memang mirip denganmu..."

Tanpa mengentikan pekerjaannya, O-Yuki bertanya, "Ceritakanlah padaku. Dimana kau bertemu dengannya?"

Lalu Monokichi mulai bercerita tentang Mosaku dan pengalamannya di pondok pengayuh perahu.
"Entah itu sebuah mimpi atau bukan, tapi itulah saat-saat dimana aku pernah melihat orang secantik engkau. Tentu saja ia pasti bukan manusia dan aku sangat takut padanya. Hingga sekarang pun aku tidak pernah yakin apakah yang aku lihat itu mimpi atau memang benar-benar seorang wanita salju."

O-Yuki langsung melemparkan jahitannya. Ia mendekati suaminya dan berseru, "Itu adalah aku! Bukankah aku telah mengatakan bahwa aku akan membunuhmu jika cerita itu pernah keluar dari mulutmu. Sekarang, demi anak-anak kita..."
O-Yuki tetap berteriak namun suaranya menjadi penuh kesedihan, "Jagalah anak-anak kita, karena jika kamu tidak melakukannya, maka aku akan melakukan hal yang pernah aku katakan padamu..."

Minokichi tidak sempat berkata apa-apa. O-Yuki mulai tidak terlihat dan kemudian menguap menjadi butir-butir salju yang halus, yang menghilang melalui cerobong asap. Sejak itu, dia tidak pernah terlihat lagi.

Source : Animonster #96 March 2007

Senin, 16 November 2009

Otome Road

Senin, November 16, 2009 6 Comments Stored
Bayangkan jika seluruh tempat pada sebuah jalan menyediakan segala hal yang bertema BL dan yaoi, dan ternyata tempat itu benar-benar ada di Jepang! Belakangan ini muncul sebuah kawasan khusus yang dinamakan Otome Road. Kawasan tersebut terletak pada sebuah jalan sepanjang 200 meter di Ikebukuro, Tokyo. Jejeran pertokoan dan restoran yang dipenuhi dengan gambar-gambar bishonen dan yaoi dari berbagai anime dan manga menghiasi kawasan yang menjadi surga bagi para penggemar anime dari seluruh daerah di Jepang.


Otome dalam bahasa Jepang berarti "Gadis". Sedangkan julukan Otome Road dikukuhkan dan berasal dari Majalah Puff yang diterbitkan pada bulan Mei 2004. Julukan tersebut diberikan kepada jejeran pertokoan dan restoran yang khusus melayani para otome yang ingin berbelanja dan menghabiskan uangnya demi memenuhi hobi dan mendapatkan apa yang menjadi obsesinya. Otome sendiri adalah sebutan bagi para otaku cewek mulai dari remaja pelajar SMU hingga ibu rumah tangga yang berusia 40 tahun. Jadi, otome bisa dikatakan sebagai bagian dari otaku yang menggemari segala sesuatu yang berhubungan dengan manga, anime, dan video game.

Bila sebelumnya pernah ada kawasan Akihabara yang menjadi tempat nongkrong para otaku, kini muncul kawasan baru yang diciptakan khusus untuk para otaku cewek. Hal ini dikarenakan para otaku cewek memiliki kebiasaan yang berbeda dengan para otaku cowok. Mulai dari cara mereka menghabiskan uang, cara berpakaian yang sulit dibedakan dari cewek biasanya, juga cara mengekspresikan diri mereka sendiri. Dengan kata lain, budaya otome lebih menggambarkan dunia dari sudut pandang cewek-cewek eksklusif yang feminin namun memiliki pola pikir yang kuat. Berbeda dengan otaku pada umumnya, apa yang dilakukan oleh seorang otome lebih tertuju pada hasil karya yang berhubungan dengan kegemarannya. Sebagian otaku mungkin memiliki banyak boneka figure dan poster dari karakter manga dan anime kegemarannya. Sedangkan untuk otome, membeli semua itu bukanlah sesuatu yang begitu penting. Bagi mereka kekuatan dan cerita pada sebuah manga atau film anime dan keterlibatan emosi mereka di dalamnya menjadi kepuasan tersendiri. Tak heran jika perusahaan-perusahaan besar mengalami kesulitan dalam menjangkau dan meraup keuntungan dari para otome. Menyadari akan hal itu, para pengusaha dan perusahaan besar yang ingin berkembang dengan pesat segera merekrut dan mempekerjakan mangaka serta seniman doujinshi terkenal dari kalangan cewek dengan harapan dapat menghasilkan keuntungan dari fenomena otome ini. Budaya otome dibuat dari segala hal yang disukai oleh cewek untuk cewek, dan sama sekali meniadakan keterlibatan cowok dalam seluruh prosesnya. Tidak adanya unsur cowok tersebut merupakan suatu hal yang penting dan menjadi keistimewaan tersendiri.

Jika Akihabara yang dahulu dikenal sebagai kawasan toko elektronik yang kini menjadi tempat istimewa bagi para otaku cowok, maka Otome Road adalah surga bagi para otome. Salah satu toko yang ada disana, yaitu Animate, telah dibuka kembali setelah mengubah bentuknya pada tahun 2000 dengan memberi tekanan pada penjualan produk-produk khusus untuk cewek. Tadinya Animate adalah perusahaan ternama yang memproduksi majalah dengan nama yang sama.

Pada tahun yang sama, salah satu toko di dekatnya, yaitu K-Books, mengubah produk-produk yang ditawarkannya menjadi lebih khusus pada doujinshi yang ditujukan untuk cewek. Ada juga pertokoan Mandarake yang selalu dikerumuni pengunjung yang antusias dan penuh rasa ingin tahu memadati lorong demi lorong pertokoan itu hanya untuk membeli berbagai jenis manga. Toko-toko buku berlantai enam hingga delapan yang berada di sepanjang Otome Road ini memiliki berbagai macam koleksi, mulai dari manga hingga novel yang memenuhi lantai dasar hingga lantai teratasnya. Bahkan di beberapa toko ada bagian khusus bacaan dewasa. Harga manga dan buku-buku yang dijual di kawasan tersebut berkisar 1000 yen untuk buku baru, sementara untuk buku bekas bisa dibeli seharga 200 yen. Selain itu, ada juga butler cafe, salah satunya cafe B:Lily-rose dimana seluruh pegawainya ber-crossdress seperti cowok. Mereka tidah hanya berpakaian seperti cowok pada umumnya, tapi lebih kepada cowok-cowok cantik yang mewakili karakter-karakter BL atau yaoi pada suatu manga atau anime.


















Source : Animonster #99 June 2007

Kamis, 05 November 2009

Death Note : Another Note Los Angeles BB Renzoku Satsujin Jiken (NOVEL)

Kamis, November 05, 2009 8 Comments Stored
Novel berjudul Death Note : Another Note Los Angeles BB Renzoku Satsujin Jiken (Los Angeles BB Serial Kiler Case) ditulis oleh Obata Takeshi dan Ooba Tsugumi bekerja sama dengan Nishio Ishin. Diterbikan oleh Shueisha pada 1 Agustus 2006, novel setebal 178 halaman ini mengambil time-line sebelum Death Note manga dimulai.

Novel diawali oleh narasi Mello. Menceritakan terjadinya serangkaian pembunuhan kejam di Los Angeles oleh Beyond Birthday. Di apartemennya, agen FBI Misora Naomi berpikir untuk keluar dari FBI karena kesalahannya dalam tugas sebulan sebelum kasus The Los Angeles BB Serial Killer Case dimulai. Naomi melihat ada e-mail masuk di laptopnya yang berasal dari pacarnya sesama agen FBI, Raye Penber. Setelah dibuka, ternyata e-mail itu berasal dari L yang meminta maaf menggunakan nama Raye untuk menghubunginya. L meminta bantuan Naomi menyelesaikan sebuah kasus, untuk itu ia mengajak wanita tersebut bertemu dengannya secara online melalui server khusus. Setelah meng-hack server tersebut, Naomi mulai chatting dengan L. Pada intinya, L meminta bantuan Naomi untuk menangani kasus The Los Angeles BB Serial Killer Case. Alasan ia memilih Naomi karena wanita itu adalah detektif terbaik. Naomi akhirnya mau menerima permintaan L.

Kembali terjadi pembunuhan. Naomi yang berada di lokasi diminta L menyelidiki tempat tersebut. Saat berada di kamar tempat kejadian, Naomi terkejut melihat ada sosok cowok yang merangkak keluar dari kolong tempat tidur. Sosok tersebut mengenalkan dirinya sebagai detektif Luxaky Luee (yang omong-omong saya pake buat nama di Facebook xD). Melihat penampilannnya, Naomi sulit untuk percaya pada cowok tersebut. Luxaky mengajak Naomi bekerjasama menyelidiki kasus tersebut yang langsung ditolak oleh Naomi.

Pada pembunuhan berikutnya, lagi-lagi Naomi bertemu dengan Luxaky. Mereka mulai bekerja sama menyelidiki pembunuhan sadis tersebut. Naomi menyadari adanya kesamaan antara semua korban, yaitu inisial nama dan posisi tubuh korban ketika tewas. Raye memberitahu Naomi bahwa tidak ada orang yang bernama Luxaky Luee, yang berarti Luxaky memberikan identitas palsu. Naomi melaporkan semua penemuannya pada L yang lalu memujinya berhasil menemukan semua petunjuk. Naomi sendiri sempat diserang Beyond Birthday. Ia berhasil menyelamatkan diri menggunakan keahlian capoeira. Setelah merangkai berbagai petunjuk, akhirnya Naomi tahu identitas Beyond Birthday sebenarnya...

Novel ini menyinggung sekilas masa lalu L dan anak-anak asuhan Quillsh Wammy (Watari) yang dididik supaya bisa menggantikan L suatu hari nanti.


Review diambil dari Animonster edisi 100

The bad news...ga punya link donlot na xD
Klo ada yang punhya share di comment box wokeh


Selasa, 29 September 2009

Derelogy (Tsundere, Dandere, Yandere, Kuudere)

Selasa, September 29, 2009 51 Comments Stored
Dalam anime atau manga, sering sekali digunakan istilah Tsundere, Dandere, Yandere, dan Kuudere untuk mengungkapkan kepribadian karakternya. Namun banyak yang belum mengerti benar apa arti dan perbedaannya. Postingan dibawah mencoba menjelaskan keempat istilah diatas. Tapi berhubung malas membuat review sendiri, jadi hanya copas dari berbagai tempat
Source : IDWS Forum
Ramen Boyz
My brain :3

• Tsundere
Tsundere adalah semacam istilah slank dalam bahasa Jepang yang merupakan akronim dari tsuntsun dan deredere.
Tsun-tsun secara harafiah bisa diterjemahkan sebagai "aloof, morose, pointed", sedangkan dere-dere adalah "exhausted, lovestruck." Gampangnya, karakter dengan tipe tsundere biasanya adalah seorang tokoh perempuan yang digambarkan berkarakter hot-blooded, dan berusaha menyangkal setengah mati perasaannya sendiri bila jatuh cinta dengan seseorang. Contoh yang terkenal adalah 2 tokoh cewek protagonis pada karangan Ken Akamatsu (yang entah mengapa kayaknya sering banget pakai karakter dengan tipe seperti ini), yakni Narusegawa Naru (Love Hina) dan Asuna Kagurazaka (Negima). Contoh-contoh lainnya adalah Chidori Kaname (Full Metal Panic) dan Urumi Kanzaki (GTO). Itu hanya contoh dari tsundere-1-arah (yang mendapat perlakuan seperti itu hanya 1 cowok, misalnya Sagara Sousuke atau Urashima Keitaro). Ada lagi tsundere-by-condition seperti Haruno Sakura dari Naruto, di mana hubungan like-hate ini hanya terjadi antara Naruto-Sakura, karena Sakura benar-benar bertingkah seperti "gadis manis" hanya bila berada di dekat Sasuke.
Oh iya, ada satu catatan bahwa entah kenapa dikatakan bahwa tipe Tsundere sangat cocok bila dipasangi "Pigtail" (seperti Kagami - Lucky Star; dan Asuna - Negima) atau "Drill" (seperti Touko - Marimite) dan tipe Yandere sangat cocok bila mempunyai sifat agak moe.

Tsundere dibagi menjadi beberapa bagian berdasarkan faktor penyebab manifestasi sifat tsundere.
  1. Natural Tsundere
    Sifat tsundere yang paling umum dan paling banyak dijumpai. Sifat tsuntsun pada mulanya muncul dari rasa nervous karakter yang bersangkutan, hal ini adalah reaksi spontan untuk lari dari perasaan nervous. Karena munculnya spontan bahkan dalam beberapa kasus karakter yang bersangkutan tidak menyadari perbuatannya sendiri. Tekanan yang dapat mengakibatkan kondisi mental nervous ada banyak macam, itu tergantung dari sensitivitas perasaan karakter. Tipe Tsundere yang satu ini sebetulnya relatif lebih mudah di tangani daripada tipe tsundere lainnya.

    Contoh : Narusegawa Naru



  2. Narcism Tsundere
    Sifat tsundere berikut muncul sebagai akibat dari sifat narcisis dari karakter yang bersangkutan. Prilaku tsun-tsun dan dere-dere nya memang murni karena sifat self centered. Karakter yang paling sulit menerima koreksi dan opini.

    Contoh : Shana, Suiseiseki



  3. Tsundere Ojou
    Sifat tsundere yang muncul sebagai akibat latar belakang kehidupan dari karakter bersangkutan yang menerapkan gaya hidup superior. Karakter ini akan melibatkan sifat gengsi dan jual mahal yang memicu prilaku tsun-tsun. Pada kasus ini karakter yang bersangkutan akan mengkondisikan dirinya sendiri untuk lebih sulit dijangkau... sekalipun sesungguhnya ia ingin didekati. Seringkali apa yang diutarakan atau diekspresikan berbeda dengan apa yang sebenarnya ada dalam peraasan karakter ini. Sekali seseorang menemukan titik mati bagi karakter ini, maka karakter ini tidak mempunyai alasan ataupun kekuatan lagi untuk menutupi perasaan yang sesungguhnya, dan dengan segera ia akan menunjukkan sifat dere-dere.

    Contoh : Eri Sawachika, Shinku



  4. Deviant Tsundere
    Jenis Tsundere yang paling berbahaya dari semuanya. Karena pada fase tsun-tsun nya harus dilewati dengan keadaan extraordinary yang kemungkinan besar mengancam kehidupan karakter lain. Biasanya terjadi di kalangan villain atau pada karakter karakter yang lebih menyukai darah daripada perasaan.

    Contoh : Levi

  5. Tsundere Pragmatic
    Klasifikasi Tsundere yang paling baru. Karakter yang cenderung bersikap pragmatis, menanggapi segala sesuatu dengan serius, terlalu berpaut pada peraturan, dan biasanya sebagai karakter Tsukomi yang memiliki selera humor yang rendah. Namun karena sikapnya yang selalu serius kemudian pada suatu waktu berubah menjadi lembut sama dengan aura moe tsundere lainnya, maka karakter ini secara official diklasifikasikan sebagai Tsundere.

    Contoh : Kagami Hiragi



  6. Extrovert Tsundere
    Tsundere ini muncul pada karakter yang ceria, ramai, banyak tingkah, expresif atau dengan kata lain extrovert. Ini merupakan manifestasi tsundere yang paling kekanakan dari yang lainnya. Pada tipe tsundere ini karakter yang bersangkutan akan melakukan hal apapun untuk dapat mendekati karakter lainnya, biasanya tingkah laku yang mischievous atau mengganggu karakter lain ... dan inilah fase tsutsun.

  7. Introvert Tsundere
    Kebalikan dari Extrovert Tsundere ... dan hanya berlaku pada karakter yang pendiam. Kecenderungannya untuk menyembunyikan perasaan sesungguhnya muncul karena sifat introvertnya sendiri. Atau singkat kata, pada dasarnya ini memang karakter yang tertutup. Reaksi tsun-tsun kemungkinan besar hanya terjadi secara verbal. - Tipe ini untuk selanjutnya disebut Dandere.


• Dandere
Salah satu moe-inspiring character trait dalam Anime.
Dan, kalau ada moe trait archetype yang dapat menandingi Tsundere, mungkin hanya tipe karakter ini, Dandere.
Dandere secara literal berasal dari kata "danmari" + "deredere".

Sebuah kata sifat untuk menggambarkan karakter yang pendiam, pemalu namun belakangan melakukan tindakan yang tidak terduga apabila kita perhatikan sifat awalnya yang pemalu. Fase dere-dere nya muncul ketika karakter ini berduaan dengan karakter yang disukainya. Atau bisa juga digunakan untuk menggambarkan sifat karakter yang meskipun pemalu namun betindak progressif bahkan melebihi karakter normal.

Dandere digunakan juga untuk mengekspresikan kondisi ketika seseorang yang berkarakter pendiam (danmari taipu) memasuki fase love struct (dere-dere). Dan gejalanya biasanya terlihat apabila karakter yang bersangkutan bertemu dengan karakter yang disukai.... reaksinya bisa macam macam, salah tingkah, bicara ngawur atau hanya sekedar blushing. Namun ekspresi apapun itu munculnya diluar dugaan kita. Misalnya karakter Primula, kita semua tahu bahwa karakter ini seperti robot yang jarang mengekspresikan emosi. Nah itulah sebabnya ketika Primula blushing itu merupakan sesuatu hal yang tidak terduga bisa terjadi pada karakter ini.... fase inilah yang disebut deredere, dan karakter ini disebut Dandere.

Contoh :

1. Yue Ayase - Negima
2. Setsuna Kioura - School Days
3. Nodoka - Magister Negima
4. Primula - Shuffle







• Yandere
Selain itu ada satu lagi istilah yang menggunakan "dere-dere" lagi yakni Yandere. Kebalikan dari tsundere, Yandere bisa bearti semacam fetish pada objeknya, rasa suka yang berubah menjadi "Pemujaan" murni. Contoh yang bagus dari seorang yanderenekko adalah Yukime (Jigoku Sensei Nube).



• Kuudere
Kuudere adalah tipe karakter "cool" (cool = dibaca kuu oleh orang Jepang). Pendiam, tapi tidak emotionless. Ada kalanya mereka menunjukkan sedikit emosi. Tipe ini banyak yang mendekati tsundere jadi akan sedikit susah membedakannya. Perbedaanya, kuudere lebih dewasa daripada tsundere dan bisa menjada imagenya dengan baik.
Contoh: Yin (Darker Than Black), CC (Code Geass), Saber (Fate/Stay Night), Aono Morimiya (Sola), Fumika (Shigofumi) Rima Mashiro (Shugo Chara).






[L]ain Disconnected © 2008 - | Powered by Blogger | Read Disclaimer