Dua hari lalu gua update status di twitter kaya gini: "Orang yg baca blog saya biarpun sekejap bisa tau aslinya saya dibanding yg udh temenan lama di FB/Twit. Ahiws ;___;"

Beberapa saat kemudian seorang Timeliner (apaan tuh? Istilah baru gua buat nyebut para penghuni Timeline di Twitter ==" ) bernama @Aya_zahir merespon status tersebut. Kebetulan dia ini blogger juga, yang katanya langganan baca blog ini. Pembaca setia rupanya. *nangis bombay*
She wrote: saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, "you are what you write"

Dari situ gua bisa bilang bahwa tulisan dapat menggambarkan kepribadian seseoang yang sesungguhnya. Gini deh, seseorang yang di kehidupan sehari-harinya pemalu, pendiem, introvert, bisa berubah jadi brutal dalam sekejap ketika berada di dunia tulis-menulis. Kenapa? Mungkin aja di real life-nya dia terlalu minder dan inferior terhadap orang lain (baca tulisan Inferiority Complex klo masih asing sama istilah ini) sehingga dia nggak begitu pinter menggunakan media verbal alias ngomong untuk berkomunikasi. Solusi agar bisa memuntahkan unek-unek ya menggunakan media lain, salah satunya menulis.
Seperti kasus gua. Di Facebook maupun Twitter gua sekedar update status pendek dan nggak meaning bahkan cenderung nyampah. Oke sometimes keceplosan curhat. Dua media tersebut lebih cenderung pada kegiatan ngobrol santai, share info pada orang yang sehobi dan spesifiknya menjaga komunikasi dengan orang yang dikenal. That's it. Oya satu lagi, marah-marah plus maki-maki.
Beda sama blog. Disini gua menemukan satu wadah yang bisa nampung tumpahan ideyang sebenernya abal. Gua bebas nulis, ngomong apa aja yang ada di otak, cerita kejadian yang udah gua alamin, dan sejenisnya. Yang terpenting, ga banyak orang alay yang suka bikin rusuh di komenan.
You are what you write.
Anda adalah apa yang anda tulis.
Dari sekedar tulisan, orang lain bisa langsung menilai kepribadian lu seperti apa. Gua garis bawahi ya, menilai, bukan men-judge. Contohnya, yang suka masang potonya sendiri di setiap postingan pasti orangnya narsis. Yang curhat tentang cinta-cintaan pasti orangnya selalu galau. Kebanyakan pasti-pastinya ya, sok banget gua.
Nggak heran banyak orang yang jatuh cinta sama dunia tulis-menulis. Seperti you all guys para blogger. Klo nggak cinta nulis nggak mungkin bikin postingan kan.
Emangnya di Facebook atau Twitter nggak bisa nulis? Bisa juga kali
Ya, bisa. Tapi gua nggak bebas ngomong disana. Ga tau kenapa, nggak bebas aja. Entah dengan kalian, mungkin malah jadi seleb di kedua social network tersebut. Tapi yang jelas, dengan menulis dan ngeblog gua bisa menyalurkan hasrat yang membuncah dan menggelinjang dengan bebas.

Beberapa saat kemudian seorang Timeliner (apaan tuh? Istilah baru gua buat nyebut para penghuni Timeline di Twitter ==" ) bernama @Aya_zahir merespon status tersebut. Kebetulan dia ini blogger juga, yang katanya langganan baca blog ini. Pembaca setia rupanya. *nangis bombay*
She wrote: saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, "you are what you write"

Dari situ gua bisa bilang bahwa tulisan dapat menggambarkan kepribadian seseoang yang sesungguhnya. Gini deh, seseorang yang di kehidupan sehari-harinya pemalu, pendiem, introvert, bisa berubah jadi brutal dalam sekejap ketika berada di dunia tulis-menulis. Kenapa? Mungkin aja di real life-nya dia terlalu minder dan inferior terhadap orang lain (baca tulisan Inferiority Complex klo masih asing sama istilah ini) sehingga dia nggak begitu pinter menggunakan media verbal alias ngomong untuk berkomunikasi. Solusi agar bisa memuntahkan unek-unek ya menggunakan media lain, salah satunya menulis.
Seperti kasus gua. Di Facebook maupun Twitter gua sekedar update status pendek dan nggak meaning bahkan cenderung nyampah. Oke sometimes keceplosan curhat. Dua media tersebut lebih cenderung pada kegiatan ngobrol santai, share info pada orang yang sehobi dan spesifiknya menjaga komunikasi dengan orang yang dikenal. That's it. Oya satu lagi, marah-marah plus maki-maki.
Beda sama blog. Disini gua menemukan satu wadah yang bisa nampung tumpahan ide
You are what you write.
Anda adalah apa yang anda tulis.
Dari sekedar tulisan, orang lain bisa langsung menilai kepribadian lu seperti apa. Gua garis bawahi ya, menilai, bukan men-judge. Contohnya, yang suka masang potonya sendiri di setiap postingan pasti orangnya narsis. Yang curhat tentang cinta-cintaan pasti orangnya selalu galau. Kebanyakan pasti-pastinya ya, sok banget gua.
Nggak heran banyak orang yang jatuh cinta sama dunia tulis-menulis. Seperti you all guys para blogger. Klo nggak cinta nulis nggak mungkin bikin postingan kan.
Emangnya di Facebook atau Twitter nggak bisa nulis? Bisa juga kali
Ya, bisa. Tapi gua nggak bebas ngomong disana. Ga tau kenapa, nggak bebas aja. Entah dengan kalian, mungkin malah jadi seleb di kedua social network tersebut. Tapi yang jelas, dengan menulis dan ngeblog gua bisa menyalurkan hasrat yang membuncah dan menggelinjang dengan bebas.










