Kamis, 10 Februari 2011

Profil Curarpikt (Kurapika)

Kamis, Februari 10, 2011 1 Comment Stored
Nama : Curarpikt
Lahir : 4 April
Tempat Lahir : Desa Kuruta
Umur : 17
Nomor Ujian Hunter : 404
Nen : Gugenka (Materialisasi / Materialization)
Seiyuu : Kaida Yuki

Penampilan : Orang lebih mengenal spelling namanya Kurapika, tapi penulisan yang benar adalah Curarpikt. Pria atau wanita? Yah, sebenarnya dia ini pria. Banyak yang menduga dia feminim karena kesensitivannya dan rambut pirangnya. Hal lain yang membuat penonton bingung tentang gendernya adalah dandanannya yang semuanya-seharusnya-dipakai-wanita. Makanya tidak heran pada awal-awal kemunculan, dia dikategorikan sebagai chara yang genderless.

Kepribadian : Sepintas, Curarpikt terlihat sangat keras kepala. Tapi sebenarnya dia baik hati dan menjunjung tinggi harga dirinya. Apabila sudah menetapkan sesuatu, Curarpikt tidak akan goyah, apapun yang harus ia tempuh. Pintar, berwawasa luas, dan dijuluki "ensiklopedi berjalan" oleh Leorio. Seperti juga Gon, dia menghargai pesahabatan, terlebih setelah merasakan ditinggal seluruh keluarganya di Kuruta. Maka ia tidak membunuh Kuroro, sebab Ryodan menyandera Gon dan Killua. Sebagai balasan, dia menancapkan rantai pernanjian pada jantung Kuroro, yang akan membunuh Kuroro jika ia mengeluarkan nennya.

Tujuan : Curarpikt adalah satu-satunya orang yang selamat dari pembantaian klan Kuruta - klan yang matanya akan berubah merah letika sedang marah atau terdesak - yang keberadaannya telah dilenyapkan dari peta 5 tahun lalu oleh Genei Ryodan. Dia bersumpah pada dirinya sendiri suatu hari nanti akan membalaskan dendam klannya, maka dia memutuskan untuk mengikuti ujian hunter agar bisa mengumpulkan informasi.

Pada bagian kedua dalam serial ini, Curarpikt muncul sebagai pengguna nen terkuat dari semuanya. Dia bekerja sebagai anggota tim bodyguard Neon Nostrad, puteri bos mafia Light Nostrad di York Shin City yang gemar mengumpulkan barang-barang antik, termasuk diantaranya organ tubuh langka. Cara ini terbukti ampun dan berhasil mengantarkan Curarpikt pada Ryodan. Obsesinya terhadap Ryodan seringkali membuatnya lepas kendali bahkan hanya ketika melihat seekor laba-laba biasa saja.

Senjata : Dalam ujian hunter, senjatanya adalah pedang kembar yang terhubung oleh rantai. Tapi itu telah hancur oleh Hysoka. Ketika dia mempelajari tentang nen, senjatanya adalah rantai.

Nen : Bertipe Gugenka (Materialisasi / Materialization). Curarpikt belajar nen dalam waktu yang relatif singkat karena keinginannya untuk cepat balas dendam tak terbendung. Dia mengubah auranya menjadi rantai pada masing-masing jari di tangan kanannya. Setiap rantai mempunyai kekuatan yang berbeda

• Jari Kelingking : Judgment Chain
Bentuknya seperti pedang kecil dan digunakan untuk menancap jantung seseorang dibawah beberapa perjanjian. Jika perjanjiannya dilanggar, orang tersebut akan mati. Curarpikt juga menancapkan dirinya sendiri dengan perjanjian, "Aku hanya akan menggunakan kekuatan nenku pada Genei Ryodan". Rantai ini telah digunakan pada Pakunoda dengan perjanjian dia tidak boleh membeberkan identitas Curarpikt kepada member Ryodan lainnya. Hal yang sama dilakukan pada Kuroro Lucifer, pimpinan Ryodan, dengan perjanjian dia akan mati jika mengeluarkan kekuatan nennya.

• Jari Manis : Dowsing Chain
Bola metal kecil. Dapat memetakan lokasi seseorang secara spesifik (mengintai) dan mencari jejak seseorang. Curarpkt menggunakan rantai ini dalam pertarungannya dengan Ryodan.

• Jari Tengah : Binding Chain / Jail Chain
Rantai dengan pengait. Digunakna untuk mengikat Ryodan, membuat mereka tidak dapat mengeluarkan Zetsu (kemampuan untuk menahan aura yang keluar dari tubuh). Dengan demikian, orang yang terikat dengan rantai ini pertahanannya akan melemah.

• Ibu Jari : Holy Chain
Berbentuk seperti salib. Dapat menyembuhkan tulang yang retak / patah. Curarpikt menggunakannya untuk mengobati tangan kirinya ketika bertarung dengan Ubogin.

• Jari Telunjuk: Unknown
Bentuk dan penggunaanya belum dietahui. Harap berikan informasi jika kalian tahu mengenai ini.

Keistimewaan : Sejak lahir setiap orang ditakdirkan hanya mempunyai satu jenis nen. Tapi dalam kasus Curarpikt tidak seperti itu. Mata merah yang merupakan warisak suku Kuruta ternyata memberikan kekuatan lebih pada kemampuan nennya. Pada saat matanya berubah menjadi merah, kekuatan nen Curarpikt mengalami perubahan dan ia berubah ke golongan Tokushitsu ( Spesialisasi / Specialisation). Dia dapat mengubah kekuatan nennya menjadi keenam kategori dan bisa menghasilkan energi (sesuai dengan kategori yang ia pilih) hingga 100%. Semuanya sesuai dengan keinginannya.

Sabtu, 05 Februari 2011

Parah, Anggota Parlemen Jepang Meraba Dada Anggota Parlemen Wanita

Sabtu, Februari 05, 2011 1 Comment Stored
Anggota parlemen merupakan wakil rakyat yang seharusnya menjadi contoh yang baik, tapi apa jadinya jika mereka mengambil kesempatan di tengah keributan sidang parlemen. Gambar di bawah menunjukkan sikap mereka.






Biarpun kelakuan wakil rakyat kita banyak yang nggak bener, tapi kayanya nggak se-nggak-senonoh ini deh...


Source : Whooila

Sabtu, 22 Januari 2011

Seni Petani Jepang Dalam Menggarap Sawah

Sabtu, Januari 22, 2011 3 Comments Stored
Seni melukis sawah dengan padi terdapat di Jepang. Setiap tahun, orang-orang membuat gambar-gambar baru di sawah mereka degan menggunakan padi yang ditanam sesuai pola-pola yang sudah dibuat sebelumnya. Untuk pewarnaanya dengan menggunakan jenis-jenis padi yang berbeda.























Sayangnya itu hanya terlihat sampai padi dipanen pada bulan September.


Sumber : Berita Unik & Whooila

Rabu, 19 Januari 2011

Tashiro, Pulau Di Jepang Yang Penduduknya Kebanyakan Kucing

Rabu, Januari 19, 2011 5 Comments Stored

DESA Tashiro dikenal di Jepang sebagai 'Pulau Kucing'. Namun kini warganya yang kebanyakan sudah lanjut usia mengharapkan hal lain yakni kedatangan warga baru. Dihuni 100 warga, rata-rata di atas 70 tahun, komunitas Tashiro mengharap para kucing bisa menjadi magnet dalam kampanye menarik wisatawan dan pada akhirnya menambah jumlah penghuni desa.

"Kalau dilihat desa ini seolah begitu damai. Tapi kalau misalnya ada kebakaran, tidak ada yang bisa menolong kami. Saya berharap banyak anak muda pindah ke sini. Di Tashiro banyak warga yang mau mengajari mereka cara menangkap ikan," ungkap Yutaka Hama, 49, sebagai pimpinan badan promosi wisata Tashiro.

Hama pindah ke Tashiro beberapa tahun lalu dan kini juga mencari nafkah sebagai pengelola penginapan dan nelayan. Istrinya, Aiko, sejauh ini merupakan perempuan termuda di desanya pada usia 37 tahun. Selain Aiko, kebanyakan perempuan Tashiro sudah berusia di atas 60 tahun.

Tashiro tidak dihuni seekor anjing pun. Selain itu, pemandangan yang biasa terlihat di kota-kota modern di Jepang juga absen. Sebut saja misalnya toko serba ada, lampu lalulintas sampai anak-anak. Populasi manusia di situ telah menurun sepuluh kali lipat sejak 1960, karena banyak warga pindah ke kota lain.


Namun beberapa tahun lalu, Tashiro mulai terkenal sebagai 'Pulau Kucing'. Waktu itu sebuah stasiun televisi membuat acara tentang Jack the Lop Ear, seekor kucing jantan belang hitam-putih. Sekarang Jack adalah atraksi utama di kotanya. Gerak-geriknya yang lamban dibanding kucing lain malah membuat popularitasnya meroket.

"Saya begitu senang bisa melihat Jack. Setelah pensiun, saya mau tinggal di sini saja," tutur Shiho Amano, 18, yang menyukai kucing. Amano khusus datang dari Nagoya ke Tashiro untuk menyaksikan pameran foto yang digelar badan promosi wisata. Telepon genggamnya sudah penuh oleh foto-foto kucing terkenal itu.

Jack bukan kucing pertama yang menjadi idola nasional di Jepang. Bukan juga yang pertama mampu membawa keberuntungan untuk sebuah wilayah. Tahun lalu seekor kucing bernama Tama diangkat sebagai "pimpinan" stasiun kereta api Kinokawa di prefektur Wakayama.

Sebuah topi kepala stasiun pun diberikan kepadanya. Kehadiran Tama menggiring turis ikut datang ke kota kecil tersebut.

Para nelayan Tashiro sering memberi ikan kepada para kucing, Kehadiran kucing jadi gampang terdeteksi di pulau seluas 3,14 kilometer persegi dan terletak 20 kilometer dari pelabuhan Ishinomaki di utara Jepang itu.


Kapal feri penghubung ke pulau ini biasanya hanya mengangkut 10-20 penumpang per hari setelah musim panas. Namun sejak September lalu, jumlah itu meningkat dua kali lipat di hari biasa dan lebih dari tiga kali lipat pada akhir pekan.

"Kami lihat makin banyak yang datang membawa kamera dan makanan, bukannya alat pancing," ujar seorang pegawai kapal feri Ajishima. Ditambahkannya, para turis tetap datang meski sudah dekat musim dingin.


Source : Jelajah Unik

Minggu, 16 Januari 2011

Taijin Kyofusho, Sindrom Aneh Orang Jepang

Minggu, Januari 16, 2011 1 Comment Stored
Ilmu psikiatri mengenal jenis sindrom atau gejala khas yang berhubungan dengan budaya, salah satunya bisa ditemukan di Jepang. Sedikitnya, orang Jepang punya 4 gangguan perilaku aneh yang jarang terjadi pada individu yang berasal dari kebudayaan lain.

Sindrom yang berhubungan dengan budaya tertentu disebut culture specific syndrome. Sebagian besar merupakan gangguan mental dan perilaku, meski ada juga yang berupa penyakit fisik misalnya sindrom Nakalanga di Uganda yang menyebabkan penderitanya muntah terus menerus.

Meski masih kontroversial karena belum banyak diteliti, culture specific syndrome diakui sebagai kategori tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental DisordersAmerican Psychiatric Association. Di dalamnya terdapat sejumlah sindrom unik dari berbagai kebudayaan.




Salah satunya adalah sindrom unik dari Jepang yakni Taijin Kyofusho yang kurang lebihnya bisa diartikan sebagai gangguan (sho) rasa takut (kyofu) terhadap hubungan interpersonal (taijin). Dalam bahasa Inggris, sindrom ini disebut dengan istilah Social Anxiety Disorder.

Meski demikian, gejala yang muncul dalam Taijin Kyofusho sangat khas dan tidak sama seperti social anxiety disorder pada orang barat. Gejalanya hanya dialami oleh orang yang hidup dengan kebudayaan Jepang atau beberapa kebudayaan lain di Asia Timur.

Dikutip dari Informahealthcare, keempat gejala yang termasuk sindrom Taijin Kyofusho adalah sebagai berikut. (DSM) yang disusun oleh :

  1. Sekimen-kyofu, yakni takut melihat wajah yang bersemu kemerahan (ereuthophobia).
  2. Shubo-kyofu, yakni takut pada cacat tubuh atau (body dysmorphic disorder).
  3. Jikoshisen-kyofu, yakni takut untuk menatap lawan bicara.
  4. Jikoshu-kyofu, yakni takut pada bau badan sendiri (osmophobia).


Dr Katsuaki Suzuki dari Hamamatsu University membuktikan dalam sebuah penelitian terbaru, sindrom ini memang banyak dialami oleh penduduk Asia khususnya Jepang. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat ditemukan di masyarakat yang hidup dengan kebudayaan barat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry tersebut mengungkap, orang Jepang lebih rentan dibanding orang Barat untuk mengalami sindrom tersebut karena adanya konsep tentang rasa malu. Orang Jepang umumnya tak cuma takut merasa malu tapi juga tak ingin mempermalukan lawan bicara.


Sumber : Whooila

Kamis, 13 Januari 2011

Bukti Kejujuran Orang Jepang yang Sulit Ditiru Bangsa Indonesia

Kamis, Januari 13, 2011 4 Comments Stored


Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.




Jadi bagaimana transaksinya? Mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.



Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.

Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan 'kantin kejujuran' dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan.

Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.




Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa 'orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin' dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.

Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.

Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kita?


Sumber : Whooila

Selasa, 17 Agustus 2010

K-ON : Ho-kago Tea Time

Selasa, Agustus 17, 2010 1 Comment Stored


Hard yellow neon glow effect. BAD!!!

Jumat, 13 Agustus 2010

Voice of the Wishing Stairs

Jumat, Agustus 13, 2010 2 Comments Stored


Most favorit pairing along of all Whispering Corridors series *A*

[L]ain Disconnected © 2008 - | Powered by Blogger | Read Disclaimer