Minggu, 16 Januari 2011

Taijin Kyofusho, Sindrom Aneh Orang Jepang

Minggu, Januari 16, 2011 1 Comment Stored
Ilmu psikiatri mengenal jenis sindrom atau gejala khas yang berhubungan dengan budaya, salah satunya bisa ditemukan di Jepang. Sedikitnya, orang Jepang punya 4 gangguan perilaku aneh yang jarang terjadi pada individu yang berasal dari kebudayaan lain.

Sindrom yang berhubungan dengan budaya tertentu disebut culture specific syndrome. Sebagian besar merupakan gangguan mental dan perilaku, meski ada juga yang berupa penyakit fisik misalnya sindrom Nakalanga di Uganda yang menyebabkan penderitanya muntah terus menerus.

Meski masih kontroversial karena belum banyak diteliti, culture specific syndrome diakui sebagai kategori tersendiri dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental DisordersAmerican Psychiatric Association. Di dalamnya terdapat sejumlah sindrom unik dari berbagai kebudayaan.




Salah satunya adalah sindrom unik dari Jepang yakni Taijin Kyofusho yang kurang lebihnya bisa diartikan sebagai gangguan (sho) rasa takut (kyofu) terhadap hubungan interpersonal (taijin). Dalam bahasa Inggris, sindrom ini disebut dengan istilah Social Anxiety Disorder.

Meski demikian, gejala yang muncul dalam Taijin Kyofusho sangat khas dan tidak sama seperti social anxiety disorder pada orang barat. Gejalanya hanya dialami oleh orang yang hidup dengan kebudayaan Jepang atau beberapa kebudayaan lain di Asia Timur.

Dikutip dari Informahealthcare, keempat gejala yang termasuk sindrom Taijin Kyofusho adalah sebagai berikut. (DSM) yang disusun oleh :

  1. Sekimen-kyofu, yakni takut melihat wajah yang bersemu kemerahan (ereuthophobia).
  2. Shubo-kyofu, yakni takut pada cacat tubuh atau (body dysmorphic disorder).
  3. Jikoshisen-kyofu, yakni takut untuk menatap lawan bicara.
  4. Jikoshu-kyofu, yakni takut pada bau badan sendiri (osmophobia).


Dr Katsuaki Suzuki dari Hamamatsu University membuktikan dalam sebuah penelitian terbaru, sindrom ini memang banyak dialami oleh penduduk Asia khususnya Jepang. Beberapa di antaranya bahkan tidak dapat ditemukan di masyarakat yang hidup dengan kebudayaan barat.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Psychiatry tersebut mengungkap, orang Jepang lebih rentan dibanding orang Barat untuk mengalami sindrom tersebut karena adanya konsep tentang rasa malu. Orang Jepang umumnya tak cuma takut merasa malu tapi juga tak ingin mempermalukan lawan bicara.


Sumber : Whooila

Kamis, 13 Januari 2011

Bukti Kejujuran Orang Jepang yang Sulit Ditiru Bangsa Indonesia

Kamis, Januari 13, 2011 4 Comments Stored


Sebenarnya sih ini bukan pasar yah karena penjual disana adalah para petani yang membuka lapak sendiri-sendiri untuk menjual hasil kebunnya yang tersisa (kebanyakan).

Dan kalau dilihat, tidak ada bedanya dengan pasar yang ada di Indonesia, kecuali satu perbedaannya yaitu tidak ada orang yang menjaga untuk lapaknya tersebut.




Jadi bagaimana transaksinya? Mudah kok, mereka (si penjual) telah mencantumkan harga di setiap barang dagangannya dan apabila ada pembeli yang datang untuk membelinya, si pembeli cukup masukkan uang seharga barang yang dibeli ke tempat yang telah disediakan.

Dan percaya atau tidak, boleh dibilang hampir tidak ada satupun petani yang rugi karena berdagang dengan cara sepeti ini. Atau dengan kata lain, semua pembeli selalu membayar apa yang mereka ambil.



Nah, ini dia sebenarnya yang ingin kami bahas, yaitu KEJUJURAN yang menurut kami saat ini semakin langka di dunia, terutama di Indonesia.

Kami sempat membaca berita bahwa ada sekolah menengah di Indonesia yang mendirikan 'kantin kejujuran' dan hanya dalam waktu hitungan minggu, kantin tersebut bangkrut karena ternyata banyak siswa/ siswi yang tidak membayar sehabis makan.

Padahal di lain sisi, kantin itu berada di salah satu sekolah favorit di daerahnya yang berarti pasti sebagian besar siswa/ siswi disana dari golongan cukup mampu.




Mohon maaf kalau kami tidak sependapat dengan anggapan bahwa 'orang yang tidak jujur itu pasti identik dengan orang miskin' dan karena mereka tidak punya uang makanya mereka berbuat tidak jujur.

Menurut kami, KEJUJURAN bukanlah sesuatu yang bisa diukur dari banyaknya materi maupun tingkat pendidikan tetapi lebih ke moral dan rasa malu yang bisa ditanamkan oleh orang tua maupun lingkungan sekitar.

Dalam hal ini, kita tidak harus selalu mencontoh teknologi yang berasal dari Jepang saja tetapi tidak ada salahnya kita juga mencontoh moral dan rasa malu yang mereka miliki.

Benar, tidak semua orang Jepang disana jujur tetapi setidaknya kalau bicara persentase, tentu jauh lebih baik dari negara kita. Setuju kan dengan kita?


Sumber : Whooila

Selasa, 17 Agustus 2010

K-ON : Ho-kago Tea Time

Selasa, Agustus 17, 2010 1 Comment Stored


Hard yellow neon glow effect. BAD!!!

Jumat, 13 Agustus 2010

Voice of the Wishing Stairs

Jumat, Agustus 13, 2010 2 Comments Stored


Most favorit pairing along of all Whispering Corridors series *A*

Jumat, 16 Juli 2010

nieA_7 Banner

Jumat, Juli 16, 2010 2 Comments Stored


Mai-HiME Banner

Jumat, Juli 16, 2010 0 Comments Stored


Sabtu, 10 Juli 2010

Super One Piece, Battle Fruits Nine

Sabtu, Juli 10, 2010 6 Comments Stored


Saya lupa bikin versi PNG na =="

Kamis, 10 Juni 2010

Farewell, Merry... (One Piece)

Kamis, Juni 10, 2010 3 Comments Stored
"Hei, teman-teman! Lihat itu, ada pulau!"
Lalu kehebohan pun terjadi gara-gara seruan si kapten ribut ini.

"Zoro, jangan tidur disitu! Ini kan tempatku! Kau tidur di tempat lain saja!"
Dan perselisihan kecil pun tidak bisa dielakkan.

"Aduh, Usopp, kau ini bagaimana! Kayu yang ini belum diperbaiki! Nanti kalau bocornya tambah besar bagaimana?!"
Yah, aku suka mendengar celotehan nona navigator itu.

Tapi sekarang, semua itu hanya tinggal kenangan.
Aku tidak bisa, tidak bisa lagi untuk berlari.
Padahal sebenarnya, aku ingin terus bersama kalian.
Selamanya..

Aku masih ingat saat pertama kali bertemu dengan kalian di desa Syrup.
Dan aku bisa merasakan betapa bahagianya kalian ketika mempunyai kapal baru.
Karena aku juga merasakan hal yang sama..

Aku tidak keberatan sedikitpun saat badanku dimodifikasi untuk pergi ke pulau langit.
Yah, walaupun saat itu tampilanku jadi mirip seperti ayam jantan^^'
Sungguh pengalaman yang sangat mendebarkan!
Untuk pertama kalinya aku berlayan di atas angin, bukan di atas lautan seperti biasanya.
Mungkin hanya sedikit kapal yang merasakan pengalaman yang sama..
Aku kapal yang beruntung..

Kuakui, setelah petualangan yang mendebarkan sekaligus melelahkan di pulau langit, tubuhku jadi semakin lemah.
Akupun sadar, kerusakanku sudah sangat parah sampai tidak mungkin bisa diperbaiki.
Tapi Usopp tetap bersikeras mengajakku ikut bersama dan terus berpetualang.
Ah, andai aku bisa. Andai aku bisa, Usopp, aku pasti dengan senang hati akan mengantar kemanapun kalian pergi.

Luffy benar, dia tidak mungkin terus membawaku.
Dan jangan khawatir, kapten. Aku tahu alasan sebenarnya kau mengatakan hal itu.
Justru karena kau sayang padaku, kau tidak ingin aku lebih menderita dari ini.
Iya kan, calon raja bajak laut?
Aku tahu itu! Karena aku pun menyayangi kalian..

Bukankah kalian berdua adalah orang pertama yang menaiki ku?
Bukankah kalian berdua adalah orang yang sangat menyayangiku dibanding siapapun?
Lalu kenapa kalian harus bertarung demi aku, kapal tua yang sebentar lagi akan mati?
Luffy, Usopp, tidakkah kalian tahu aku menangis saat melihat kalian berpisah?
Justru aku ingin disaat-saat terakhirku ini, aku bisa berkumpul lagi bersama kalian.

Untung saja Iceburg yang baik hati mau menolong mewujudkan impianku yang terakhir.
Membawa kalian bersamaku sekali lagi.
Berlayar bersama kalian untuk yang terakhir kali..

Di hari yang bersalju itu, saat hari penguburan ala bangsa Viking yang kalian lakukan, akhirnya aku bisa menumpahkan semua isi hatiku.
Kau benar, Luffy. Lautan itu dalam dan sepi.
Tapi aku tidak takut, sama sekali tidak! Karena aku mempunyai Nakama yang hebat seperti kalian.
Tidak, jangan seperti itu! Hapus air mata kalian!
Apa artinya semua kenangan bahagia yang kita lalui bersama kalau itu semua malah membuat kalian menangis?
Hei teman, perpisahan ini bukan berarti kita tidak bisa berjumpa kembali!
Apa? Kalian tidak perlu melakukan hal bodoh dengan meminta maaf padaku seperti ini!
Menabrakkanku ke gunung es dan semacamnya, membuat layarku koyak, hal seperti ini bukanlah sesuatu yang patut dimintai maaf.
Untuk apa kalian minta maaf?
Aku yang seharusnya melakukan itu..

Maaf, aku hanya bisa mengantar kalian sampai disini.
Aku ingin membawa kalian lebih jauh lagi.
Aku ingin berpetualang lebih lama bersama kalian, selamanya.
Aku bahagia, benar-benar bahagia..

***

Merry..
Terima kasih...

[L]ain Disconnected © 2008 - | Powered by Blogger | Read Disclaimer