Sunday, May 8, 2011

Day 12 : Misi Baru

Sunday, May 08, 2011
DAY 12 - Murid Baru


"Oi bocah, disini kau rupanya. Mana bajumu?" FragiLe yang tampak repot membawa beberapa kantong belanjaan keluar dari dalam toko dan menghampiri majikannya yang sudah menunggu disebuah gang sempit tak jauh dari lokasi toko.

"Ah, tidak ada yang menarik!" dia bersandar pada kedua tangannya, dengan malas.

"Cih, sudah kuduga. Ambil ini", FragiLe melemparkan satu kantong belanjaan padanya.
"Itu bajumu. Lagipula, mungkin nanti kita memang harus berpura-pura menjadi keluarga. Dan aku tidak mau punya adik yang berpenampilan memalukan."

"Shit!" dia membungkukkan badan dan mengeluh.
"Pentingkah penampilan?"

"Tapi ingat! Si rambut merah sudah mengenali wajahmu. Jadi jangan menampakkan diri didepannya."

"Aku tahu, aku tahu. Aku tidak sebodoh itu", dia mengusap-usap kepalanya, dengan malas.
"Rambut merah, ya..."

Mereka pun melenggang meninggalkan tempat itu.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


"Abby? Darimana kau?"

"Yang jelas bukan berusaha kabur."

"Dan kenapa bajumu berantakan?"

"Bu-bukan urusanmu!" Abby segera merapikan bajunya dengan kaku.

"Santai, Gale! Aku hanya bertanya!" Keira tampak tersinggung.

"Sudahlah, cepat! Aku tak tahan berada disini!"

"Baiklah. Kostumnya sudah kudapat. Tolong bantu bawakan ini ke meja kasir", Keira menyerahkan beberapa potong baju kedalam pelukan Abby.

"Katakan MOHON, baru aku mau bantu."

"Setidaknya aku berkata TOLONG. Cepatlah, kau ingin segera pulang dan berlindung dibalik ekor kucingmu itu kan?"

"Iya. Dan kau ingin segera bersandar dalam pelukan hangat Luna. Manusia yuri munafik."

"Gale! Ada apa dengan kepalamu? Aku tahu pikiranmu memang sudah tak benar dari awal. Tapi kali ini sepertinya kau bertambah gila."

"Sudah kubilang bukan urusanmu!" Abby melangkah menuju meja kasir dengan gusar.
"....tak bisa kukatakan apa yang terjadi dalam fitting room....."


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Keesokan pagi...

Kelas 11-4 tampak sedikit ramai diributkan suara bisik-bisik para murid wanita. Sementara para murid laki-laki mulai berbicara dengan diri mereka masing-masing mengenai seseorang yang kini berdiri didepan kelas.

"Hei, lihat. Dia tampan ya..." seorang murid wanita berbisik-bisik dengan teman sebangkunya.
"Lihat, lihat, tubuhnya juga berotot", jawab temannya.
"Iya-iya, dia juga tinggi", teman dibelakangnya ikut berbisik.

"Cih! Aku juga tidak kalah dari dia", seorang murid pria membuang muka dengan kesal.

Sementara yang lain ribut, Abby menerawang memandang keluar melalui kaca jendela. Tak perlu kujelaskan, jika kau sering membaca ABSURD pasti tahu mengapa. Luna sendiri tak berani bertanya. Tadi malam -sekitar pukul 12- dia menelepon Abby dan mengingatkan besok untuk membawa baju-baju yang dia titipkan. Aneh jika Abby belum tidur pada jam itu, sangat melebihi jam tidurnya di hari-hari biasa. Ketika Keira tanya sudah mengantukkan Abby, dia menjawab tak bisa tidur. Jawaban yang cukup membuat Keira yakin pasti ada sesuatu yang tak beres pada kepala Abby. Kalau kau mengenal baik sahabatmu dan hapal semua kebiasaannya, sangatlah aneh jika tiba-tiba sahabatmu itu bertindak diluar kebiasaannya meski sifatnya hanya berbeda sedikit. Membuatmu tak enak hati dan segan untuk sekedar menyapanya. Tanpa sadar kau dibuat bertanya pada diri sendiri, apakah aku telah mengatakan sesuatu yang salah?

"Ummm, Abby?" Keira menguatkan tekad dan mencoba menyapa.

"Hm? Ya?" Abby menjawab tanpa mengalihkan pandangan.

"Tadi malam kau tidur jam berapa?"

"Kau tidak percaya aku tidak tidur?"

"Kau tak mengantuk? Biasanya kau selalu tertidur dikursi ini sambil mengeluarkan air liur. Kau kan kerbau."

"Haha. Lucu, Kei", Abby tetap memandang keluar jendela dan menjawab tanpa ekspresi.

Keira hanya menatap nanar pada Abby yang hari itu sangat tidak bersemangat. Dia kemudian mengalihkan pandangan ke depan kelas. Pada seorang murid baru yang mulai hari itu akan menjadi teman sekelas yang tak pernah mereka duga.

"Perkenalkan..." dia mulai bicara dengan suara yang dalam dan berat.
"Namaku...." suara khas seorang pria dewasa yang gagah. Dia menyapu seisi kelas dengan senyuman ramah.
"FragiLe Carpenter!"


[ FIN ]


chapt ini pendek! D:



10 Comments Stored:

  1. hem ,,, misi baru apa murid baru? hahah ... no matter what u say, because we'are ur visitor :D

    ReplyDelete
  2. ada lanjutannya gga?

    fragile carpenter, ini tokoh-tokoh manga bukan?

    ReplyDelete
  3. huahahaha...
    akhirnya..
    terus bagaimana ya dengan abby kalo satu kelas ama fragile??
    pasti kacau..
    aku menunggu selanjutnya...

    ReplyDelete
  4. oalah kirain gw kisah sungguhan... huahahhaa

    ReplyDelete
  5. menunggu chapter berikutnya.. :D

    ReplyDelete
  6. Wah mantap cerpennya :D
    Dan harusnya gue baca dari chapter pertama nih :D

    ReplyDelete
  7. tunggu cerita selanjutnya ah...

    ReplyDelete
  8. rencana ampe hari keberapa..? :D

    oia udah ku folbek ya..(:

    ReplyDelete
  9. Bagus cerpennya...Menunggu cerpen-cerpen berikutnya

    ReplyDelete

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top
Iya, yang gua maksud emang Sherina yang itu. Yang mana? Sherina Munaf penyanyi ntuh lah, yang ultra menyilaukan itu. Siapa lagi. Lah emang doski blogger? Ada ceritanya, Jadi gini...
Di satu sisi nyali gua kepancing buat jabanin tantangan itu. Di sisi lain harga diri nggak ngijinin. Setelah pergumulan sengit, harga diri harus ikhlas derajatnya turun dikit dan ngerelain publikasi poto mengenaskan ini.
FYI masih ada aja beberapa blogger yang nggak tau gender gua cewe apa cowo. Nah poto masa kecil ini bakal memperjelas status kelamin gua di KTP. Gini ceritanya.
Gua update status di twitter kaya gini: "Orang yg baca blog saya biarpun sekejap bisa tau aslinya saya dibanding yg udh temenan lama di FB/Twit". Seorang Timeliner merespon "Saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, you are what you write".
Gua baru sadar ada satu topik yang hampir nggak pernah dibahas di blog ini. Cinta. Selain Dakota Fanning, bisa dipastiin di lapak gua kagak ada satupun yang berhubungan sama cinta.
Ini dia rapper Indie yang tenar gara-gara lagunya yang ngehina salah satu band Indonesia abis-abisan. Sebenernya dia tenar bukan gara-gara lagu itu doang, tapi karena skill rapnya emang nggak bisa dipandang sebelah mata. Dijamin kuping kalian bakal dimanjain sama lirik-liriknya yang nggak murahan.
Banyak banget yang pas pertama kenal, entah itu lewat blog, facebook, forum Nakama, atau cuma selewat liat photo, langsung nanya, "Cewe apa cowo sih?" Pertanyaan yang langsung bikin MALESSSS!!!