Wednesday, November 3, 2010

Otak Ga Connect Sama Hati

Wednesday, November 03, 2010
Allah ga semata-mata ngasih manusia hati, perasaan, dan naluri tanpa tujuan yang ga jelas. Dia tau manusia selalu ngerasa kesepian kalau ga ada orang lain disampingna. Disinilah fungsi perasaan, merasakan kesepian. Lalu naluri menuntun pada satu titik untuk memahami bahwa butuh orang lain agar kesepian itu hilang. Saat bertemu orang yang tepat, hati akan bereaksi dan menghasilkan berbagai macam ekspresi jiwa yang menggelitik namun menyenangkan.

Begitupun saya yang notabene manusia juga. Merasakan hal yang begitu sepertina wajar.

Tapi emang otak dan hati itu dua jalur yang beda. Ketika perasaan ga connect sama pikiran, dimana saat itu saya ga bisa berpikir secara logis.

Secara ilmiah, otak saya paham perasaan macam itu tidak disukai oleh-Nya. Tapi hati saya berontak. Saya manusia, ingin merasakan disayang dan menyayang. Buat saya dia orang yang tepat, tapi dimata-Nya dia sangat tidak tepat. Jadi saya tau diri dan mundur meski entah kenapa keputusan ini bikin dada saya sakit serasa ditusuk berjuta kali.

Orang itu jelas sakit hati. Saya juga sakit hati. Ga gampang buat keputusan gini. Dan sekali lagi, saya manusia biasa, yang hati dan pikiranna masih suka terombang-ambing. Sekarang saya rindu dia. Hati saya bilang keputusan itu tai. Kenapa mesti berakhir gitu?

Klo dipikir, setelah saya campakan dia dengan alasan yang rada aneh dan unyu, apa dia masih mau nerima? Saya rasa sulit. Merajut hati yang robek itu bukan perkara gampang. Saya juga ga bisa bantu dia ngerajut, karena dia semakin menjauh.

Mesti ya saya pura-pura jadi orang tolol dan nahan perasaan yang membuncah klo suatu saat kami ketemu? Dengan ringan ngomong "Hai, akhirna ketemu" sambil jabat tangan padahal dalam hati pengen melakukan banyak hal lebih selain basa-basi yang basi begitu.

Saya melanggar perintah-Nya.
Saya mestina nurut pada-Nya, tapi perasaan ini terlalu kuat.

Hati. Pikiran.
Perasaan. Otak.

Dua jalur koneksi yang bentrok dan akan menimbulkan crash batin jika bertemu.

Cinta dan logika. Mungkin bisa bersatu. Tapi menyatukan keduanya sangat teramat sulit.

Saya cinta dia. Meski perasaan ini tersalurkan pada orangnya, suatu saat pasti akan menemukan akhir. Karena perasaan sayang kaya gini emang ga boleh...



3 Comments Stored:

  1. Yg lu rasain itu true love ya?

    Dalem banget..
    Kta2.a menohok..

    Apkah ini utk org yg 'sama' ?

    ReplyDelete
  2. yaudah
    tembak lagi... :sparkling:

    ReplyDelete

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top
Iya, yang gua maksud emang Sherina yang itu. Yang mana? Sherina Munaf penyanyi ntuh lah, yang ultra menyilaukan itu. Siapa lagi. Lah emang doski blogger? Ada ceritanya, Jadi gini...
Di satu sisi nyali gua kepancing buat jabanin tantangan itu. Di sisi lain harga diri nggak ngijinin. Setelah pergumulan sengit, harga diri harus ikhlas derajatnya turun dikit dan ngerelain publikasi poto mengenaskan ini.
FYI masih ada aja beberapa blogger yang nggak tau gender gua cewe apa cowo. Nah poto masa kecil ini bakal memperjelas status kelamin gua di KTP. Gini ceritanya.
Gua update status di twitter kaya gini: "Orang yg baca blog saya biarpun sekejap bisa tau aslinya saya dibanding yg udh temenan lama di FB/Twit". Seorang Timeliner merespon "Saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, you are what you write".
Gua baru sadar ada satu topik yang hampir nggak pernah dibahas di blog ini. Cinta. Selain Dakota Fanning, bisa dipastiin di lapak gua kagak ada satupun yang berhubungan sama cinta.
Ini dia rapper Indie yang tenar gara-gara lagunya yang ngehina salah satu band Indonesia abis-abisan. Sebenernya dia tenar bukan gara-gara lagu itu doang, tapi karena skill rapnya emang nggak bisa dipandang sebelah mata. Dijamin kuping kalian bakal dimanjain sama lirik-liriknya yang nggak murahan.
Banyak banget yang pas pertama kenal, entah itu lewat blog, facebook, forum Nakama, atau cuma selewat liat photo, langsung nanya, "Cewe apa cowo sih?" Pertanyaan yang langsung bikin MALESSSS!!!