Sunday, July 18, 2010

Day 08 : Bosan

Sunday, July 18, 2010
Kalian sudah bisa menebak bukan, jika beberapa menit kemudian, Nite dengan tergesa-gesa masuk ke kamar Abby karena mencium bau Sathoclea lain? Alur cerita yang monoton memang, tapi itulah kenyataannya. Nite dalam bentuk kucingnya, yang ketika masuk ke kamar langsung berubah menjadi wujud manusia menggeram pelan ketika tahu musuhnya kembali lolos. Dan malam itu Nite tidak jadi tidur diluar karena harus menjaga Abby.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Lagi-lagi alur cerita monoton harus kutulis. Keira dan Abby berangkat sekolah bersama dibuntuti Nite. Abby yang sebelumnya tergesa-gesa bangun dan bersiap-siap berangkat meski dalam keadaan mengantuk, Keira yang mengoceh protes soal ulah Sathoclea semalam, dan sejenisnya. Benar-benar hari yang biasa. Dan jika terus menulis seperti ini, aku yakin kalian akan bosan. Tentu saja aku tak ingin pembaca ABSURD berhenti mengikuti kisah ini ditengah jalan, karena kujamin akan banyak kejutan sepanjang cerita. Itulah, karenanya sekarang kalian akan menjalani satu hari berdasarkan sudut pandang seseorang yang, mungkin, akan menjadi tokoh favorit kalian. Well, setidaknya, dia adalah tokoh favoritku.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


BRUK~
Kuhempaskan tubuh dengan kasar pada kursi usang kesayanganku.
KRIIIIK~
Terdengar sedikit bunyi berdecit, yang kuyakin pasti berasal dari paku-paku kursi ketika hentakan itu terjadi.
Kusilangkan kedua kaki keatas meja, dengan malas menopang dagu, dan tangan satunya kubiarkan menggantung tanpa berpegangan.
SIGH~
Dengan tampang bosan aku menghela nafas dalam-dalam dan membuangnya seketika.

"Shit...lagi-lagi gagal", sungutku.

"Ya, kalau saja kucing itu tidak datang mengganggu", satu-satunya orang selain aku di ruangan itu menjawab.

"Si rambut merah itu menarik, kau tahu. Dan, ya, kucing itu benar-benar mengganggu. Berani bertaruh, aku bisa melakukan yang lebih dari tadi jika dia tidak datang."

"Ya, mungkin kita bisa langsung menghabisinya."

"Ya, mungkin aku bisa membuat wajahnya berubah semerah rambutnya."

"Atau lebih baik lagi, api kehidupan bisa langsung kita ambil."

"Atau lebih baik lagi, aku bisa melakukan semua yang kuinginkan dengannya."

"Kucing itu harus disingkirkan. Dengan begitu tak akan ada yang menjaga si rambut merah ."

"Kucing itu harus disingkirkan. Dengan begitu tak akan ada yang mengganggu acaraku dengan si rambut merah."

"Hei!"

"Hei!"

"Sampai kapan kau mau main-main?!"

"Sampai aku puas?"

"Oh ayolah! GROW UP!"

"FragiLe! Jangan mulai mengoceh!" kupajang tampang yang lebih membosankan dari sebelumnya.

"Sikapmu jauh lebih bodoh dari bocah 5 tahun."

"Ocehanmu jauh lebih bodoh dari anjing paling bodoh."

"Fuck!" kali ini FragiLe berubah menjadi wujud manusia.
"Hei idiot! Jangan lupa tugas kita! Kalau kau bukan majikanku, sudah kubunuh kau dari awal."

"Shit..." aku memalingkan wajah, dengan malas.
"Aku juga ingin segera menyelesaikan tugas ini agar bisa terbebas dari lendirmu yang bau dan menjijikan, anjing bodoh."

"Maka bunuhlah wanita itu segera! Aku muak melihat sikapmu yang selalu menggodanya. Kenapa tidak langsung kita serang?"

"Karena aku tidak memberimu perintah menyerang, bodoh."

"Jangan karena Sathoclea hanya bisa bergerak menuruti majikannya maka kau bisa terus seperti ini. Jika sudah tidak tahan, aku akan bertindak diluar perintahmu, bocah."

"Coba saja anjing sialan", aku bangkit dan menggeliat. Menggerakan pingganggku ke kiri dan kanan, menarik kedua tangan keatas dan menguap.
"Tidur sana, ditempat biasa. Di kardus kecil yang basah dan dingin, anjing kecil. Bye FragiLe sayang," aku melenggang pergi masuk ke ruangan lain. Masih ingat kalau aku dan FragiLe mengunjungi si nona manis itu malam hari? Sekarang pukul 3 pagi, dan aku mengantuk.

"Hah! Terserah kau bocah," FragiLe membalikkan badan dan tiduran di sofa panjang merah seperti biasa.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Perbincangan dengan FragiLe yang selalu tidak akrab. Kami tidak saling membenci, kau tahu. Haya saja, begini, jika kau punya seorang kakak, tapi kau terlalu gengsi untuk mengungkapkan rasa sayang, maka kau akan mengatakan kebalikan dari yang ingin kau katakan bukan? Tentu saja ketika saling mengumpat, masing-masing dari kami tidak merasa tersinggung sedikitpun. Setidaknya belum.

Dan aku sering merasa heran, mengapa orang-orang yang melihatku sedang berjalan dengan FragiLe dalam wujud manusianya, terutama para gadis, sering terbengong-bengong? Salahkan jika gadis berusia 16 tahun, memakai celana pendek compang-camping, baju tanpa lengan yang hanya menutupi setengah perut, bertelanjang kaki, berjalan bersama seorang pemuda yang kurang lebih berpenampilan sama? Hanya saja FragiLe memakai rompi tanpa kancing, memperlihatkan perut six-pack-nya. Kulitnya pun sama denganku, cokelat. Tapi dia lebih tinggi dariku. Membuat kami sedemikian mirip dan memang tidak berlebihan jika dibilang adik kakak. Tapi aku memakai tas pinggang, hei, setidaknya aku lebih gaya dari si anjing bodoh! Jangan lupa, di kuping kiri juga menggantung satu anting. Si anjing bodoh hanya memakai kalung tali berwarna kusam.

Cih...
Anjing bodoh...


[ FIN ]


WTF...?!
cerita apa ini!!!
sama sekali tak meaning =A=
ide chapt 8 ga bisa tertulis dengan baik



5 Comments Stored:

  1. wkwkwk
    nhe cerita si wanita misteriusnya..
    hhmm sepertinya dia tertarik dengan abby...

    ReplyDelete
  2. ahahahhay , I cant understie it bby :***

    ReplyDelete
  3. halo.. ada info dapet min 10$

    cek blog aku yaa : yuni-tisna.blogspot.com atau langsung daftar di

    http://www.imcrew.com/?r=97236

    makasih :P

    ReplyDelete
  4. untung ja fragile bukan cewek juga.....

    ReplyDelete
  5. wkwkwkwk
    ada2 aja lu ?
    apa kabar ???
    lama gak mampir nihh

    ReplyDelete

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top