Thursday, May 20, 2010

Day 06 : Memory

Thursday, May 20, 2010
"ABBY!!!!"
Tiba-tiba muncul sebuah suara dari balik jendela kamarnya yang terbuka. Bersamaan dengan itu, mucul dua sosok yang nampak tergesa-gesa yang nyelonong masuk ke kamarnya. Keira yang digendong Nite meloncat masuk dan langsung terperangah melihat sosok Abby yang terkapar tak berdaya -dan memang tak bergeak- diatas tempat tidur.

"Oi, Abby! Kau tak apa-apa? Oi!" Keira yang panik nampak mengguncang-guncangkan tubuh Abby.

"Hei bodoh! Kau buta? Mataku masih melotot. Aku belum mati!" Abby merasa kesal karena acara melamunnya terganggu.

Memang, dia tampak seperti orang mati. Tubuhnya tidak bergerak dan tetap menatap lurus ke atas langit-langit kamar sejak kepergian wanita misterius itu.

"Onee-sama! Apa tadi ada Sathoclea lain yang datang? Aku merasakan kedatangannya barusan", kali ini Nite yang nampak panik.

"Uhm, well, memang ada", Abby mulai bisa bergerak dan mengubah posisinya menjadi duduk.

"Seperti apa rupanya?"

"Dan rupa partnernya", Keira melanjutkan.

"Seekor anjing. Pemiliknya wanita berkulit agak cokelat dan berambut hitam pendek. Wanita itu memanggil anjingnya dengan nama FragiLe. Sayangnya dia hanya berkunjung sebentar, jadi aku tidak tahu nama wanita itu. Bentuk Satchoclea anjing itu juga aku belum lihat. Dia datang langsung dalam bentuk anjing."

"Rupanya Sathoclea lain sudah mulai berdatangan. Itu berarti kita bertiga tidak boleh bergerak sendiri-sendiri. Mulai sekarang kita harus terus bersama", Nite duduk jongkok didekat kaki Keira.

"Yang benar saja! Aku tidak mau terus dibuntuti oleh orang-orang aneh sepeti kalian!" Keira mendengus.

"Kau pikir aku juga mau terus-menerus dekat dengan orang tempramental sepertimu? Bisa-bisa aku tertular yuri!" tak kalah ketus Abby menjawab.

Seperti yang bisa ditebak, kelanjutannya adalah mereka terus beradu mulut dan satu jam kemudian setelah keduanya lelah, mereka jatuh tertidur dengan sendirinya.
(Lupakan ketika aku bilang Abby tak akan bisa tidur karena memikirkan si wanita misterius di chapter sebelumnya)
Dan Nite -yang merasa saatnya pertarungan telah tiba- terus terjaga sepanjang malam mengawasi kedua Onee-sama dan Onee-kun nya yang omong-omong diam-diam dijilatinya juga ketika tidur.


*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*_*


Pagi hari, Keira yang tak sadar sudah secara tidak langsung menginap di rumah Abby pulang ke rumahnya dan diam-diam melompat ke kamarnya -digendong Nite- dan langsung bergegas bersiap-siap berangkat sekolah. Abby yang masih mengantuk karena jatah tidurnya sedikit terganggu pun dengan terpaksa harus bangun pagi karena hari itu jadwalnya piket kelas.

Di depan rumah mereka bertemu dan berjalan bersama ke sekolah didampingi Nite dalam wujud kucingnya (yang lebih tepat disebut membuntuti).

"Hei kerbau, serius nih kau tidak apa-apa? Maksudku, kau tidak diserang atau semacamnya oleh wanita misterius itu?"

"Ya ampun...kau benar-benar berharap aku celaka ya?" Abby menguap.

"Jangan kira aku orang sejahat itu. Aku hanya heran, Sathoclea pertama yang kita hadapi -waktu kau pingsan- langsung menyerang ketika dia datang. Yang ini tidak."

"Entahlah. Mungkin Sathoclea yang ini tidak sejahat yang pertama. Atau paling tidak, partner manusianya yang tidak jahat."

"Kerbau dungu. Sebaik apapun manusianya, toh ujung-ujungnya dia akan bertarung dengan kita juga. Terlepas apakah itu terpaksa atau tidak."

Abby merasa sedikit terganggu karena Keira menganggap wanita misterius itu tidak baik. Tapi dia tidak bisa protes. Namun dia jadi teringat satu hal.

"Oh iya. Yang akan terjadi pada Sathoclea yang kalah adalah menghilang, 'kan? Apakah setelah itu dia akan benar-benar hilang untuk selamanya? Maksudku, mati?"

"Nyaa..tidak begitu Onee-sama!" Nite dalam bentuk kucingnya melompat dalam pelukan Abby.
"Dia memang menghilang. Tapi Dewi Nymph tetap memberikan pengampunan pada para anak-anak yang dikasihinya. 50 tahun kemudian, Sathoclea yang menghilang itu akan dibangkitkan kembali didunia kamil. Tentu saja semua ingatan yang dimiliki pada kehidupan sebelumnya akan hilang."

"Kau juga begitu, kucing?" Keira melipat tangannya.

"Begitulah", Nite menjawab datar.
"Tapi aku yakin kita bertiga bisa menghadapi semuanya, nyaa. Lagipula aku tidak mau bereinkarnasi. Jika itu terjadi, ingatanku tentang Onee-sama dan Onee-kun yang aku sayangi akan hilang. Aku ingin terus bersama kalian, nyoo~" Nite menggesek-gesekan kepalanya dalam pelukan Abby, membuat gadis berambut merah terikat itu tersenyum dan mengelus kepalanya dengan lembut.

Keira yang diam-diam tersenyum juga iku bertanya.
"Lalu bagaimana dengan partner manusianya yang kalah? Tidak mungkin menghilang kan? Atau mati?"

"Nggg...semua manusia yang kalah akan tetap hidup. Tapi ingatannya mengenai semua hal yang bersangkutan dengan ZeaL, api kehidupan, pertarungan ini, dan hal sejenisnya akan hilang. Termasuk ingatan tentang sesama manusia yang menjadi petarung."

"Tunggu, maksudmu jika kita kalah, ingatanku tentang Abby akan hilang?"

"Nyaa..benar.." lagi-lagi Nite manjawab dengan datar.

"Itu bodoh! Bodoh dan tidak adil! Bukankah aku sudah mengenal Abby jauh sebelum aku mengenal pertarungan ini? Kalaupun ada ingatan yang hilang, itu adalah hal yang berhubungan dengan ZeaL saja kan? Kenapa ingatan tentang teman juga harus hilang?" suara Keira meninggi.

"Kei..." Abby bergumam.

"Maaf Onee-kun. Akupun tidak ingin hal itu terjadi. Tapi aku tidak berkuasa untuk mengubahnya", suara Nite makin mengecil.

"Sial! Memangnya aku ingin ingatan tentang teman yang berharga hilang begitu saja? Baiklah, mulai sekarang kita hajar setiap musuh yang datang tanpa belas kasihan!" Keira nampak bersemangat.

Kali ini senyuman di bibir Abby makin tersungging lebar. Itulah Keira yang dia kenal. Gadis tempramental yang selalu pesimis dan malas menghadapi hal yang merepotkan dan tidak sesuai dengan keinginannnya. Satu-satunya orang yang memanggilnya kerbau yang selalu menjadi teman bermainnya selama 16 tahun. Satu-satunya orang yang setia menggendongnya pulang ketika tertidur di ruang kesehatan meski dilakukan sambil mengeluh. Gadis yang langsung berubah protektif jika sudah berkaitan dengan sahabat-sahabatnya.

Dan Nite, meski menyesal harus mengatakan hal yang sesungguhnya, merasa lega juga. Setidaknya ini bisa membangkitkan semangat Onee-kun nya untuk berjuang bersama melindungi Api Kehidupan.

"Kalian berdua, dengar. Tidak ada satupun dari kita yang akan kehilangan ingatan atau apalah hal bodoh sejenisnya", Keira berteriak sambil berlari meninggalkan mereka.

Abby dan Nite saling berpandangan, tersenyum. Nite melompat turun dari pangkuan Abby.

"Kei bodoh! Tunggu aku!" Abby dan Nite berlari menyusul Keira.

Hari itu, perjalanan menuju sekolah yang berbeda dari biasanya.


[ FIN ]



6 Comments Stored:

  1. ckck
    aku suka deh ma keira
    hha
    lau udah nyangkut masalah temen pasti apapun dilakukannya
    hha
    aku suka itu


    ayo kalian semangat untuk bertarung!

    ReplyDelete
  2. kyknya si anjing kemaren hebat deh...
    ayo cpetan berantem....:sparkling:

    ReplyDelete
  3. Wuih..pinter nih buat cerpennya.
    Btw, gue telat yah.
    Gak ikut dari cerita pertamanya. Hikz...

    ReplyDelete
  4. Yah..gue telat nih.
    Gak baca dari cerita hari pertamanya.
    Jadi gak jelas gini bacanya, gak komplit deh :(

    ReplyDelete
  5. @Zippy n Dunia Hape
    kan chapter sebelum na juga udah ada
    cek aja di label Absurd

    ReplyDelete
  6. ahh... Lain...

    ceritanya keren... saya ijin ngebacabaca yak...

    salam kenal... :D

    ReplyDelete

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top
Iya, yang gua maksud emang Sherina yang itu. Yang mana? Sherina Munaf penyanyi ntuh lah, yang ultra menyilaukan itu. Siapa lagi. Lah emang doski blogger? Ada ceritanya, Jadi gini...
Di satu sisi nyali gua kepancing buat jabanin tantangan itu. Di sisi lain harga diri nggak ngijinin. Setelah pergumulan sengit, harga diri harus ikhlas derajatnya turun dikit dan ngerelain publikasi poto mengenaskan ini.
FYI masih ada aja beberapa blogger yang nggak tau gender gua cewe apa cowo. Nah poto masa kecil ini bakal memperjelas status kelamin gua di KTP. Gini ceritanya.
Gua update status di twitter kaya gini: "Orang yg baca blog saya biarpun sekejap bisa tau aslinya saya dibanding yg udh temenan lama di FB/Twit". Seorang Timeliner merespon "Saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, you are what you write".
Gua baru sadar ada satu topik yang hampir nggak pernah dibahas di blog ini. Cinta. Selain Dakota Fanning, bisa dipastiin di lapak gua kagak ada satupun yang berhubungan sama cinta.
Ini dia rapper Indie yang tenar gara-gara lagunya yang ngehina salah satu band Indonesia abis-abisan. Sebenernya dia tenar bukan gara-gara lagu itu doang, tapi karena skill rapnya emang nggak bisa dipandang sebelah mata. Dijamin kuping kalian bakal dimanjain sama lirik-liriknya yang nggak murahan.
Banyak banget yang pas pertama kenal, entah itu lewat blog, facebook, forum Nakama, atau cuma selewat liat photo, langsung nanya, "Cewe apa cowo sih?" Pertanyaan yang langsung bikin MALESSSS!!!