Thursday, February 4, 2010

Tentang Rumah Kami

Thursday, February 04, 2010
dari jauh teringat suasana rumah
tawa bersama, jarak buatnya tak terjamah
kami hidup sederhana namun kaya cinta
banyak kasih hingga tak cukup tercerita

ku anak terakhir dari 4 bersaudara
harapkan dapat manja ada saja cara
meski begitu perlakuan tak pernah beda
sayang sama rata pilih kasih tak pernah ada

sulung tengah bungsu cinta sama rata
dibekali pekerti bukan materi semata
tak lelah orang tua ku berikan petuah bijak
utamakan ibadah dimanapun ku berpijak

jangan pernah jauh dari hal yang hak
shalat tiang agama harus tetap tegak
pesan dan amanat yang begitu mulia
ingatkan tentang pengadilan setelah dunia

home sweet home remember together
and my home sweet home i love it forever
my home sweet home with parents and brother
my home sweet home.......

yah, letak kita memang saling berjauhan
namun jarak bukanlah perenggang ikatan
tersambung singkat pesan atau telephone
amanat ku emban tetap berdoa dan memohon

hidup kita sementara ada yang lebih kekal
hendaknya segala goda mampu ditangkal
jangan pernah terjebak oleh yang tak baik
hidup dihadapkan pada warna warni mozaik

menuju tangga naik, jangan pernah turun
terus melangkah meski medan sepanas gurun
hitungan waktu hanya kurun, begitu singkat
segala yang dilakukan tak pernah luput catat

jauh dari rumah banyak cobaan berat
namun teringat selalu akan semua nasehat
meski gundah menjerat diluar lingkupnya
bertarung lah dengan dunia jangan kau dikalahkanya

home sweet home remember together
and my home sweet home i love it forever
my home sweet home with parents and brother
my home sweet home.......

rambut kalian perlahan mulai memutih
usia senja masuki namun kasih tak letih
tak henti beriku amanah yang berharga
anakku tercinta rindukanlah wangi surga

pada yang di Atas jangan pernah dilupa
Habblu Minallah jika tidak hidupmu hampa
terimakasih ma dan pa dari ku sini
semangat dari kalian buatku tetap berani

hadapi segala pertistiwa sampai sekarang
sandung jurang halang sekeras batu karang
yang tak jarang buatku harus mundur langkah
bila melawan arah kan terjadi celaka parah

jangan terlampau termakan oleh amarah
saat ku bimbang hendaknya kembali berserah
semua petuah itu buatku rindukan rumah
hanya merekalah tempat tepat mencurah keluh kesah

home sweet home remember together
and my home sweet home i love it forever
my home sweet home with parents and brother
my home sweet home......

0 Comments Stored:

Post a Comment

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top
Iya, yang gua maksud emang Sherina yang itu. Yang mana? Sherina Munaf penyanyi ntuh lah, yang ultra menyilaukan itu. Siapa lagi. Lah emang doski blogger? Ada ceritanya, Jadi gini...
Di satu sisi nyali gua kepancing buat jabanin tantangan itu. Di sisi lain harga diri nggak ngijinin. Setelah pergumulan sengit, harga diri harus ikhlas derajatnya turun dikit dan ngerelain publikasi poto mengenaskan ini.
FYI masih ada aja beberapa blogger yang nggak tau gender gua cewe apa cowo. Nah poto masa kecil ini bakal memperjelas status kelamin gua di KTP. Gini ceritanya.
Gua update status di twitter kaya gini: "Orang yg baca blog saya biarpun sekejap bisa tau aslinya saya dibanding yg udh temenan lama di FB/Twit". Seorang Timeliner merespon "Saya mengenal baik anda dari apa yang anda tulis, you are what you write".
Gua baru sadar ada satu topik yang hampir nggak pernah dibahas di blog ini. Cinta. Selain Dakota Fanning, bisa dipastiin di lapak gua kagak ada satupun yang berhubungan sama cinta.
Ini dia rapper Indie yang tenar gara-gara lagunya yang ngehina salah satu band Indonesia abis-abisan. Sebenernya dia tenar bukan gara-gara lagu itu doang, tapi karena skill rapnya emang nggak bisa dipandang sebelah mata. Dijamin kuping kalian bakal dimanjain sama lirik-liriknya yang nggak murahan.
Banyak banget yang pas pertama kenal, entah itu lewat blog, facebook, forum Nakama, atau cuma selewat liat photo, langsung nanya, "Cewe apa cowo sih?" Pertanyaan yang langsung bikin MALESSSS!!!