Tuesday, September 29, 2009

Kesadaran akan budaya HKI

Tuesday, September 29, 2009
"Sejak tahun 2000, LKHT FHUI, melalui salah satu unit kegiatannya, yaitu Klinik HKI telah membantu para para dosen, peneliti, dan alumni Universitas Indonesia dalam melakukan pendaftaran hak kekayaan intelektual ke Ditjen HKI. Selanjutnya pada 2006, 2 orang pengurus Klinik HKI LKHT FHUI telah diangkat oleh Menteri Hukum dan HAM R.I sebagai Konsultan Hak Kekayaan Intelektual." (lkht.com)

Pernahkan anda melihat para anak kecil yang dengan riangnya mengerjakan tugas kerajinan tangan yang diperintahkan sang guru? Disana kita bisa melihat bagaimana kreativitas sang anak tereksplorasi. Sang guru pun dengan senang hati akan memuji dan berkata betapa bagusnya benda yang dibuat si anak. Habis dipuji begitu biasanya seorang anak akan merasa senang dan bangga luar biasa, sehingga dia akan terus berusaha menghasilkan karya yang bisa membuat sang guru memujinya lagi. Dia pun tak malu memamerkan kreasinya di depan teman-teman.

Begitulah kalau kita bisa menghargai hasil karya yang lahir dari intelektual seseorang. Efek yang timbul adalah gejala kontinuitas, dimana sang kreator yang merasa dihargai akan terpacu membuat karya-karya lain yang jauh lebih inovatif atau bahkan yang belum pernah ada sebelumnya. Sama halnya jika hasil industri kreatif buah karya intelektual yang berkembang dikalangan masyarakat bisa mendapatkan penghargaan yang layak.
Faktanya, industri semcam inilah yang memberikan kontribusi ekonomi cukup besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional periode 2002-2006, yaitu sekitar Rp 104,634 triliun atau 6,28%. Kontribusi lain dari industri kreatif adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup besar. Pada tahun 2006, sektor ini mampu menyerap 21,375 juta pekerja dan menempati peringkat ke tujuh dibandingkan dengan sektor lain. (teknopreneur.com)

Sayangnya penghargaan terhadap hasil karya intelektual orang atau pihak lain atau dikenal sebagai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) di negara kita ini masih belum menjadi sebuah budaya. Padahal jika ditelaah lebih jauh, sangat besar sekali kontribusinya, seperti yang sudah ditulis diatas. Bayangkan, seorang anak yang disuruh sang ibu untuk membeli gula pasir di warung jika diiming-imingi upah pasti semangat. Pun jika para kreator kita bisa diberikan HKI yang pantas oleh pemerintah, mereka akan semangat meningkatkan produksinya yang otomatis akan meningkatkan pendapatan negara pula. Inilah simbiosis mutualisme, hubungan timbal balik yang saling menguntungkan. Efek tambahan, pihak lain yang melihat para kreator mendapatkan HKI akan terpanggil untuk mengikuti jejaknya sehingga mereka mulai mendirikan usaha sendiri. Sektor bisnis wiraswasta kreatif ini akan menyerap banyak tenaga kerja baru, membantu pemerintah mengurangi jumlah pengangguran. Hal ini akan terus berlanjut mendorong lebih banyak lagi munculnya inovasi yang berpotensi menjadi bisnis.

Inilah pentingnya HKI bagi para pihak yang menghasilkan karya intelektual. Bisnis berbasis inovasi itu sendiri sangat penting, mengingat sekarang banyak bisnis dengan produk sejenis. Maka kita harus pintar-pintar mencari sektor baru yang jauh lebih inovatif dan kreatif agar disukai pasar. Karya-karya yang dihasilkan dari kreatifitas intelektual lah yang bisa menghasilkan sesuatu yang berbeda. Intinya, budaya penghargaan HKI adalah kunci ekonomi kreatif.



3 Comments Stored:

  1. Teknopreneur Forum VIII
    "Budaya Penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Kunci Ekonomi Kreatif"


    Himemiya Rain ysh.,


    Kami dengan hormat mengundang Bapak/Ibu untuk menghadiri dan
    berpartisipasi dalam diskusi Teknopreneur Forum VIII dengan tema “Budaya
    Penghargaan Hak Kekayaan Intelektual Sebagai Kunci Ekonomi Kreatif” serta
    Pengumuman Pemenang Lomba Menulis Blog HKI yang akan dilaksanakan pada :

    Hari : Jum’at, 9 Oktober 2009
    Waktu : Pukul 14.30 Wib s/d selesai
    Tempat : d' Ocean, Komplek Tendean Square Unit 1-1A, Jl. Kapten Tendean No
    122 – 124, Jakarta 12170

    Narasumber :
    - Anshori Sinungan (Direktur Kerjasama Pengembangan, Direktorat Jendral HKI)
    - Indra Utoyo (Ketua Umum MIKTI & Direktur TIK PT Telkom)
    - Enda Nasution (Bapak Blogger Indonesia)
    - M. Andy Zaky (Pemimpin Redaksi Teknopreneur)


    Silahkan melakukan registrasi online ke : info@forumtelematika.com
    Dengan mengisi form dibawah ini;

    Nama :
    Jabatan :
    Nama Perusahaan :
    Telepon (kantor*) :
    Faksimili (kantor*) :
    Mobile :

    atau,

    RSVP Teknopreneur Forum VIII ; 021-7125 8089 Up. Sdri. Faiza

    Hormat kami,
    Panitia Teknopreneur Forum VIII


    NB ; Mohon untuk diinformasikan kepada rekan anda lainnya. Terima kasih.


    --
    Teknopreneur Team
    T. [021] 7125 8089
    F. [021] 726 1913
    Graha Wijaya Center Blok F/85
    Jl. Wijaya II, Kebayoran Baru
    Jakarta 12160

    ReplyDelete
  2. jauh..
    mepet pula waktu na

    malas ~(-_-~)

    ReplyDelete

[L]ain Disconnected © 2008 - 2016 | Powered by Blogger | Read Disclaimer

Back To Top